Sabtu, 27 April 2013

Masihkah Surga Menungguku di Sana?


Masihkah Surga Menungguku di Sana?
12 Oktober 1999
Aku dilahirkan dari rahim ibuku
Membutuhkan perjuangan yang sangat kuat
Keringat demi keringat menetes dari seluruh tubuh ibu
Seluruh tenaga dikeluarkannya demi menyelematkanku
Terdengar teriakan yang begitu histeris
Jerit tangis juga terdengar begitu keras
Dan akhirnya ...
Pada pukul 04.30 WIB aku dilahirkan
Aku bisa melihat dunia ciptaan Tuhan yang begitu besar dan indah
Terdengar tangisku yang keras
Tubuhku penuh darah, dan tubuhku yang mungil diselimuti dengan timal
Terima kasih Tuhan, Engkau telah menciptakan aku ke dunia dengan selamat
Terima kasih Bunda, engkau telah mempertaruhkan nyawamu untukku
        “Selamat ya Bapak. Anak perempuan anda terlahir dengan selamat. Lucu dan cantik sekali.” Kata dokter.
“Iya, saya sangat senang sekali, Dok.saya lansung mengadzani dia. Terima kasih, Dok.” Ucap ayah dengan senang.
Beberapa saat kemudian ayah mendekatkan bayi itu ke pelukan ibunya. Setelah keadaan sang ibu membaik, dokter mengizinkan ibu tersebut pulang. Begitu bahagianya pasangan suami istri itu. Ibunya pun menggendong anak perempuannya.
        “Ayah, anak kita diberi nama siapa ya?” Tanya sang ibu.
        “Dia begitu imut dan cantik, Bu. Bagaimana kalau kita beri nama ayu?”
        “Bagus sekali. Tetapi aku ingin memberi nama Vira untuk putri kita, yah.”
        “Baiklah, Bu. Nama yang cantik. Ayah setuju.” Kata sang ayah.
        Vira dirawat oleh orangtuanya dengan senang. Dia bisa meraskan dan menikmati rasa kasih sayang dari orang tuanya. Hingga 5 tahun telah berlalu. Vira beranjak menjadi anak-anak yanglucu dan cantik. Pada suatu saat, Ayahnya akan mengantarkannya ke sekolah TK.
        “Sayang, hari in dalah awal pertama kamu masuk sekolah. Hari ininpertama kamu belajar dan mendapatkan pendidikan. Juga hari pertama kamu mencari teman. Jadi, nikmatilah hari ini dengan senang hati, Nak. Ayah percaya kamu pasti bisa.” Kata ayahnya.
        “Baiklah Ayah. Akan aku usahakan sebisaku. Apa sih yang enggak untuk Ayah?” jawab Vira dengan senang.
        Di perjalanan Vira memandangi ayahnya dan memperhatikan ayahnya mengendarai mobil. Dia tersenyum sendiri sambil terus memandangi ayahnya. Ayahnya merasa ada yang aneh terhadap Vira. Ayah Vira tertawa melihat tatapan Vira yang lucu, matanya bulat seperti boneka terus melihat ayahnya.
        “Ada apa, Nak?” tanya sang ayah.
        “Ayah, Vira ingin mengendarai mobil seperti Ayah, lalu Vira bisa balapan sama Ayah. Kalau Ayah menang, Ayah boleh melakukan apa saja ke Vira. Tetapi, kalau Vira yang menang, saatnya Vira cium Ayah.”
        “Kamu memang anak Ayah yang lucu.” Ucap ayah Vira.
        Tiba di sekolah, Ayah Vira mengantarnya ke ruang pendaftaran. Da sangat senang melihat banyak teman sebayaya di sana, Ayahnya meninggalkan Vira dan pergi ke kantor. Vira merasa ceria karena dia bisa mendapatkan teman sebanyak itu.
        Vira mempunyai prestasi yang luar biasa. Dia sering mendapatkan nilai yang tinggi. Tetapi orang tuanya jarang memperdulikannya. Lama-kelamaan orang tua Vira sibuk dengan pekerjaannya sendiri. Bahkan tidak ada waktu sedikitpun untuk anaknya.
        “Bunda, kepalaku pusing sekali. Bunda mau mengambilkan obat?” pinta Vira kepada bundanya.
        “Vira, Bunda sedang sibuk. Kamu tidak melihat ya? Mungkin itu hanya sakit kepala biasa. Kamu minta tolong ayah saja.”
        “Tapi,Bunda……” ucap Vira terhenti.
        “Sudahlah Nak. Kamu minta tolong ayahmu saja.” kata sang bunda.
        “Kamu tidak berhak berbicara seperti itu. Vira itu anakmu, juga anak kita. Jadi tolong perhatikan dia! Aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaanmu. Tetapi tolong berikan sedikit waktu untuknya.” ucap ayah Vira dengan geram.
        “Kenapa kamu selalu membelanya? Dia sudah bisa mengerti dirinya. Dia juga sudah bisa mengatur dirinya. Vira bukan anak kecil lagi. Jadi biarkanlah dia mandiri.” jawab bunda Vira.
        Waktu demi waktu berlalu, sekarang Vira berada di bangku kelas 5 SD. Ada saat itu, dia bermain bersama temannya. Tiba – tiba kepalanya pusing sekali. Entah kenapa sekarang nilainya sering turun dan dia juga sering merasa pusing. Dia pingsan dan teman – temannya membawanya ke dokter.
        “Apakah ada salah satu anggota keluargamu yang dating ke sini?” tanya dokter.
        “Tidak, Dok. Memangnya saya sakit apa? Apa yang terjadi denganku, Dokter? Dok, saya minta beritahu saya tentang penyakit saya. Saya sering pusing dan kepala saya sakit sekali rasanya. Saya minta, jangan sampai salah satu dari keluarga saya yang mengetahui penyakit saya, Dok.”
        “Nak, sebenarnya saya berat sekali untuk mengatakan semua ini, tepi kamu juga harus tahu kamu mengidap penyakit kanker otak stadium 4. Kenapa kamu tidak memeriksakan keadaanmu ke dokter sejak dulu, Nak?” kata dokter.
        “Apa Dok? Orang tua saya jarang memperhatikan saya. Mereka sering bertengkar juga karena saya. Jadi saya mohon Dok, jangan bilang siapapun tentang penyakit saya.”
Gadis kecil yang sangat tegar. Batin sang dokter.
        Semenjak kejadian itu, orang tua Vira sering bertengkar. Mereka saling salah paham. Ayah Vira sangat marah dengan Bunda Vira karena sikapnya yang kasar kepada Vira. Vira sering mendengar pertengkaran orang tuanya di rumah. Dia menagis, karena dia merasa bahwa dia penyebab dari semua ini. Hingga pada akhirnya ayah Vira memutuskan untuk bercerai dengan ibu Vira. Ibi Vira pergi ke rumahnya sendiri meninggalkan Vira dan ayahnya tanpa pamit kepada Vira.
        Vira pulang ke rumah. Dia melihat ayahnya yang sedang duduk membaca koran dan menikmati secangkir kopi di ruang keluarga. Vira mendekati ayahnya dan ingin berbicara kepada ayahnya.
        “Ayah……”
        “Iya Sayang. Kamu sudah pulang?” tanya ayah Vira.
        “Iya Yah. Hari ini ada jam pelajaran kosong. Yah, Bunda di mana?”
        “Oh. Bundamu sedang berada di rumah nenek, Nak” jawab sang ayah.
        Vira langsung berlari ke kamarnya. Dia menangis atas kejadian semua ini. Dia mengira, gara – gara dia orang tuanya menjadi seperti sekarang ini. Mereka berpisah hingga ibunya meninggalkan Vira dan ayahnya. Lalu, dia mengambil sebuah diary yang akan ditulisnya.

10 January 2010
Dear diary……
Pada suatu hari aku bermimpi……
Aku bertemu dengan seorang malaikat……
Dia mengajakku menu surga……
Tempat yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya……
Di sana indah sekali……
Aku bertemu dengan ayah dan bundaku……
Mereka tersenyum sambil memelukku……
Aku berharap itu akan terjadi pada diriku……
Hidupku mungkin tidak lama lagi……
Hari demi hari, detik demi detik, hanya itulah yang bisa kuhitung……
Masihkah surge menungguku di sana?……
Meukah dia bertemu dengan gadis kecil sepertiku dan menaruhku di pangkuannya……
Aku hanya bisa menghitung hari……
Dan itu pasti akan terjadi kepadaku……
Malaikat pencabut nyawa tidak lama lagi akan menjemputku……

11 Januari 2009
Tuhan…
Aku mint, persatukanlah ayah dan bundaku…
Aku ingin mereka kembali seperti dulu lagi…
Menjadi keluarga yang sangat bahagia…
Mereka yang bahagia ketika ada seorang malaikat kecil yang hadir dalam hidupnya…
Tapi… semuanya menjadi berubah…
Hanya karena aku, malaikat kecil yang dibanggakan oleh orang tuaku, mereka menjadi seperti ini…
Sebenarnya perpisahan ini tidak aku inginkan…
Ayah…
Kembalilah kepada bunda…
Bawalah bunda kembali ke sini…
Hanya itu permintaan terakhirku sebelum aku menutup mataku dan menghembuskan nafas terakhirku…
Aku minta ayah…
Buat bunda bahagia dan jagalah bunda sampai kapanpun…
Sebelum kepergianku…
Hanya ini yang aku inginkan ayah…

Keesokan harinya, ketika akan pergi ke sekolah, Vira merasa pusing dan badannya lemas sekali. Dia pingsan dan ayahnya segera membawanya ke dokter.
        “Bapak, bisakah saya berbicara sebentar dengan Anda?” tanya dokter.
        “Iya Dok. Silahkan.” jawab ayah Vira.
        “Bapak, sebenarnya Vira telah mengidap penyakit kanker otak stadium 4.” kata dokter.
        “Apa Dok?!” bentak ayah Vira.
        “Memang dulu Vira pernah ke sini, dia pasien saya. Tetapi dia tidak mau ada anggota keluarganya yang tahu.”
        “Ya Tuhan… Vira…”
        Ayah Vira menangis. Dan pada saat itu juga Vira menghembuskan nafas terakhirnya. Dia akan menuj surge seperti yang dia inginkan. Tetesan air mata terus keluar dari mata ayahnya. Malaikat kecilnya harus pergi meninggalkannya untuk selamanya.
        Setelah sehari kematian Vira, ayah Vira membereskan kamar anaknya. Tidak sengaja ayahnya menemukan sebuah buku diary milik Vira. Ayah Vira membuka dan membacanya. Tetes air mata terus keluar membasahi pipi ayah Vira.
        Ayah Vira langsung menemui ibu Vira dan menceritakan semua yang telah terjadi. Hanyalah penyesalan yang ada pada diri ibunya. Dan supaya Vira bahagia di sana, ayah dan ibu Vira kembali menjadi keluarga bahagia yang akan selalu mengenang malaikat kecilnya untuk selama – lamanya.
T A M A T
(The End)


Selasa, 16 April 2013

Masa yang Penuh Perjuangan



“Masa yang Penuh Perjuangan”
Namaku Asih. Aku adalah anak desa. Desaku bernama Asri. Letaknya di pegunungan yang masih banyak hutan belantara. Suasana di desaku saat pagi hari selalu sejuk, banyak burung berkicau tetapi menjelang siang suasana menjadi sangat suram. Ibuku selalu bercerita tentang sifat para penjajah yang kejam, jahat, sadis dan licik yang sedang menjajah wilayah kami dan memperlakukan kami seperti binatang.
            Aku ingin sekali sekolah dan mendapat banyak teman. Tetapi itu hanya ada dalam bayanganku karena orang-orang jepang dengan sangat keras melarang anak perempuan bersekolah. Aku pernah bertanya kepada seseorang “Pak kenapa anak perempuan dilarang sekolah?”, lalu orang tersebut menjawab “Gak usah banyak tanya kamu anak kecil”. Aku sempat kaget mendengar jawaban tersebut tetapi aku juga berfikir alangkah baiknya bertanya kepada ibuku saja. Lebih aman dan tak mengambil resiko. Aku segera pulang dan ingin cepat mendengar jawaban dari pertanyaan yang membuatku penasaran itu. Sesampainya di rumah aku langsung bertanya, “Bu kenapa sih anak perempuan gak boleh sekolah?”, ibu diam sejenak, lalu menjawab dengan suara pelan dan hampir tak terdengar “Anak perempuan gak boleh sekolah karena di larang keras oleh para kompeni”. Lalu aku bertanya lagi “Kenapa kita tak melawan bu?”, ibu pun langsung pergi ke kamar dan membawa sebuah foto, ya itu foto kakekku yang meninggal beberapa tahun lalu ketika aku berusia sekitar 1 tahun, dengan menangis ibu menceritakan semua kejadian yang menimpa kakekku. Setelah aku mendengarkan cerita itu, aku menjadi tau penyebabnya kenapa perempuan penduduk sekitar hanya di rumah untuk mengerjakan pekerjaan rumah atau bekerja di kebun-kebun milik penjajah. Orang laki-laki di desa kamipun juga selalu dipaksa untuk bekerja dan tidak menghiraukan kami yang sedang sakit ataupun berpuasa.
Maka dari itu banyak penduduk di desa kami yang mati karena sakit yang tidak terobati dan mati karena kelaparan. Upah yang diberikanpun tidak sebanding dengan pekerjaan kami yang sangat membutuhkan tenaga. Jika kami melawan tak banyak dari kami yang di beri hukuman, di asingkan ke luar pulau atau pun hukuman mati. Sering juga di saat melakukan kesalahan, kami tidak di beri upah sedikitpun, sampai-sampai kami harus mengganti kerusakan tersebut dengan bekerja tanpa diberi upah dalam beberapa hari. Kami juga di mintai upeti setiap hari.
            Ayahku merupakan salah satu orang yang sangat menentang penjajahan pada waktu itu. Beliau juga yang membuat strategi perang dan sekaligus memimpin perang untuk melawan penjajah. Tapi setiap perang melawan penjajah tidak ada satupun strategi perang yang berhasil. Kami selalu gagal dan memakan banyak korban jiwa  Pada waktu itu penyerangan kami masih bersifat kedaerahan dan mudah sekali digoyahkan dengan cara di adu domba. Tetapi semua itu berubah saat kami mendengar berita proklamasi kemerdekaan yang kami ketahui dari surat kabar.
Kemerdekaan yang telah kami tunggu-tunggu sekian lama. Kemerdekaan hasil jerih payah kami. Puncak dari pengorbanan kami dalam berusaha mengusir penjajah dari negara kami. Dan sejak saat itu terbentuklah negara yang merdeka,dan berdaulat. Namun, suatu hari Sekutu datang dan ingin menguasai indonesia kembali. Tetapi karena persatuan dan kesatuan negara kami sangat kokoh maka sekutu tersebut tidak dapat menguasai kembali indonesia. Para pejuang yang terdiri atas anggota BKR dan para pemuda menolak kedatangan Sekutu dan terus berjuang mempertahankan kemerdekaan RI.
Jadi kita yang sekarang menjadi anak indonesia harus bangga dan belajar dengan rajin agar kelak akan dapat memajukan bangsa. Tetaplah belajar dengan rajin dan tetap memelihara persatuan dan kesatuan! Karena dengan persatuan dan kesatuan kita akan tetap berdiri kokoh dan tak ada yang bisa memecahkannya.

Aku dan Citaku Waktu itu



“Aku dan Citaku Waktu itu”
                Hari demi yang ku lewati sangat kelam dan mungkin pemikiran masyarakat yang ada di sini juga sama denganku. Kami harus selalu mengapdi pada Jepang jikalau kami tak menurutinya kami akan jadi santapan buaya-buaya besar. Oh, Iya perkenalkan namaku Afi umurku 13 tahun. Aku adalah anak keturunan suku jawa.
            Banyak orang yang berjuang dalam penjajahan ini termasuk ayahku. Tetapi banyak pula yang tewas, mereka selalu tidak di makamkan dengan baik ada yang di buang begitu saja ke sungai ada pula yang hanya di biarkan sampai mereka membusuk. Aku dan teman – teman sebayaku mempunyai ide untuk memakamkan mereka dengan layak tanpa sepengetahuan tentara Jepang. Jika kami ketahuan maka di penggalah kepala kami satu persatu.
            Hari ini tepat dengan bulan puasa, tetapi menurutku sama saja dengan hari yang lain karena kami sudah terbiasa di beri makan 1 kali sehari bahkan kami pernah tak makan sama sekali hanya meminum air sungai yang mentah dan kotor untuk melepas dahaga.
            Hari ini entah hari apa aku tak tau nama hari karena di desaku tak ada seorangpun yang pernah menginjakan kakinya di sekolah. Bukan karena kami tak mau tapi tidak ada sekolah di desa kami. Walaupun begitu kami tetap semangat dan kami tau pagi,siang,sore dan malam. Pagi-pagi buta kami harus membuat batu bara yang panas tanpa sapu tangan tapi sudah terbiasa merasakan panas itu sampai-sampai tangan kami hitam seperti kuali wajan.
            Sampai sore kami terus bekerja dengan terus di awasi oleh tentara Jepang yang berkumis tebal itu. Setiap aku melihatnya aku selalu penasaran apakah kumis itu asli atau palsu tetapi jika aku bertanya bukannya aku mendapat jawaban tapi mungkin aku bakal kena marah maka lebih baik aku diam. Tiba – tiba kerumunan teman – teman seperjuanganku datang yang dulunya muka mereka kusut, udah berubah kayag abiz di setrika.
Mereka memeluk dan mencubit pipiku secara bergantian dan berkata “Rek ngerti kabar apik ra?” tanya mereka. Lalu ku jawab “durung emange opo to?” kemudian mereka menjawab “Jepang kalah lawan sekutu !”. Kemudian aku mencerna perkataan itu sekitar 5 menit tetapi aku belum mendapat titik terang sama sekali sampai – sampai mereka menjitak kepalaku -_-“. Lalu aku bertanya “Terus napo to rek ?”, mereka menjawab “Ya Allah, sabar ampunilah dosa-dosaku dan teman-temanku, dosa apa sampai aku punya teman sepertinya ?” lalu aku mencubit lengannya dan berkata “Untung wayane nduwe konco seng imut karo manis koyog aku !”.
            Menjelang maghrib kami di kumpulkan untuk di beri makan. Yang ku dengar hanyalah berita kekalahan Jepang saja dari tadi. Untung tentara Jepang tidak ada yang tau bahasa kami jadi kami merasa aman. Ketika kami sedang bersenda gurau tiba – tiba tentara Jepang menghampiri kami dan mengambil jatah makananku. Aku marah “Biuh, aku sek mangan sak sendok wes di jupuk la konco-koncoku liane kok ra di jupuk panganane. Awas yo pilih kasih lek sok aku dadi presidenmu ra tak kei pakan genti we !” gerutu dalam hati. Teman-temaku menertawakanku, akupun tak kehabisan akal ku ambil jatah mereka karena aku yang paling kecil aku berkata “seng gedhe ngalah ra mesakne seng cilik :-P” merek marah tetapi hanya mengelus-ngelus dada dan berkata “SABAR” secara serempak.
            Keesokan harinya kami mendapat berita yang sangat menarik yaitu Indonesia akan merdeka, kamipun senang. Tetapi tetap saj perjuangan tak sampai disini saja kita harus melanjutkan perjuangan para pahlawan kita yang telah berjasa terhadap semuanya. AKU BANGGA JADI ANAK INDONESIA
               

Selasa, 19 Februari 2013

Into The New Love



-INTO THE NEW LOVE-

          *prok....prok....prok*, suara tepuk tangan menggema di seluruh penjuru ruangan konser itu, mengakhiri penampilan 7 wanita cantik yang membawakan salah satu lagu andalan mereka ‘more’. Shiella, Nadine, Ticka, Mauryn, Maura, Nimmy, dan Febiola, siapa yang tak kenal dengan mereka, anggota dari girlband yang sedang naik daun, Elegant Girls. Seluruh penjuru dunia pun tahu tentang mereka, girlband Indonesia pertama yang dapat Go! Internasional. Malam ini, Elegant Girls baru saja menyelesaikan tour dunia bersama boyband dan girlband lainnya di Bangkok, Thailand. Cerita ini, menceritakan perjalanan hidup Elegant Girls ‘Shiella’ , leader Elegant Girls yang berbakat mungkin di segala bidang dan mendapatkan bonus anugerah langka dari Tuhan, yaitu mempunyai indra keenam. Shiella kadang bisa menjadi pendiam dan pemurung tanpa sebab, namun member Elegant Girls lainnya mengira bahwa itu efek karena Shiella punya indera keenam. Sampai suatu hari, Shiella mengikuti sebuah variety show horror yang akan syuting di sebuah camp militer. Ketika pengambilan gambar dilakukan, tiba-tiba Shiella menangis dan berkata ‘kajjima’ sebelum akhirnya ia tak sadarkan diri. Berita itu segera menyebar luas ke penjuru dunia dan mendapat respon yang besar sekali, terutama bagi fans Shiella. Berbagai persepsi dari banyak orang terpampang jelas di berbagai blog, forum,jejaring sosial, dsb. But....what right happened with Shiella?...........
          -----------------------------------------------------------------------
          Hari ini para member Elegant Girls akan bertolak ke negeri ginseng, Korea Selatan tepatnya di Kota Seoul. Elegant Girls tak berangkat sendiri, namun ditemani oleh para lelaki tampan nan berbakat dari sebuah boyband, ‘Moccachino’. Boyband yang beranggotakan 7 laki-laki hebat itu merupakan pasangan dari girlband Elegant Girls untuk status boy&girlband pertama yang bisa Go! Internasional. Moccachino beranggotakan Morgan, Radith, Chicco, Roland, William, Sandy, dan Romeo. Saking seringnya mereka berkunjung ke Seoul, dan tentu saja sering juga satu panggung dengan boy&girlband populer Korea, Elegant Girls dan Moccachino sampai berteman baik dengan idol-idol Korea itu, bahkan tak jarang mereka menginap di dorm salah satu boy&girlband itu.
          Elegant Girls dan Moccachino berangkat minus dengan leader group mereka, Shiella dan Morgan. Dua leader itu akan menyusul para member lainnya dua hari lagi karena mereka harus menyelesaikan syuting episode terakhir drama yang memasangkan mereka berdua. Sebenarnya sudah banyak rumor yang mengatakan bahwa mereka punya hubungan khusus, namun dengan kompak dua leader itu selalu membantah isu miring yang menimpa mereka.
          “jangan tinggalkan aku, bertahanlah untukku”, seru Shiella di tengah isakan tangisnya yang semakin meledak ketika melihat orang yang sangat dicintainya terbaring lemah dan sekarang berada di ambang kematian “walau aku harus pergi, kau tetap kusimpan disini”, kata Morgan dengan lemah sambil mengarahkan tangan Shiella ke dada sebelah kirinya, tiba-tiba elektrokardiograf yang dipasang menunjukkan tanda garis hijau lurus, menandakan Morgan telah tiada, sontak perempuan di sampingnya meledakkan tangisnya dan akhirnya..... “cut”, pekik sang sutradara ceria. “akting yang bagus, terima kasih untuk syuting terakhir drama ini”, kata sang sutradara. “sama-sama”, jawab Shiella dan Morgan bersamaan kemudian mereka menjabat tangan sang sutradara serta pemain drama dan para kru yang ada.
          “huuufttt...akhirnya selesai juga.”, kata Shiella sambil merebahkan dirinya ke sofa di ruang make up, saking lelahnya Shiella terlelap disana. Beberapa menit kemudian, Morgan datang dengan membawa french fries kesukaan Shiella. Morgan mengambil satu kentang goreng hangat itu dan mengarahkannya ke depan hidung Shiella, seketika itu Shiella mencoba mengumpulkan semua nyawanya ketika dia merasa mencium bau makanan favoritnya. Akhirnya ide jail Morgan untuk membangunkan Shiella berhasil juga, mereka berdua makan malam di ruang make up.
          “jangan lupa besok kita masih ada satu jadwal pemotretan lagi, butter gummy”, jelas Morgan ketika sampai di depan pintu kamar apartemen Shiella “okay black shadow”, balas Shiella sambil mencubit pipi Morgan dan akhirnya menutup pintu apartemennya. Morgan sering sekali mengantarkan Shiella ke apartemennya, bahkan mengantarkan Shiella pulang mungkin sudah menjadi rutinitas dari seorang Moccachino ‘Morgan’. Kerap kali ada papparazzi yang memotret mereka sedang berjalan berdua dan alhasil munculah skandal mereka (lagi) baik di koran, majalah, blog, forum,  ataupun jejaring sosial. Isu kedekatan dua leader ini sempat mereda ketika munculnya rumor yang mengatakan bahwa Ticka dan Romeo sedang berpacaran dan ketika di konfirmasikan ternyata kabar itu benar adanya.
-INTO THE NEW LOVE-
     Setelah menyelesaikan pemotretannya, Shiella dan Morgan memutuskan untuk pergi ke toko buku. “untuk siapa buku sebanyak itu kamu beli?”, tanya Shiella keheranan karena Morgan menenteng keranjang yang berisi tumpukan berbagai novel “yaa untuk akulah, kalau kamu yaa beli sendiri sana...!”, jawab Morgan. Shiella heran sekali, selama ia mengenal seorang Morgan, ia tak pernah tahu bahwa Morgan adalah seorang yang hobi mengoleksi novel atau mungkin ia suka membaca cerita-cerita di novel?. “makanya buka dong situs resmi Moccachino, masa sih seorang Shiella yang satu management dengan Moccachino dan sangat akrab dengan setiap membernya nggak tahu kalau leadernya Moccachino hobi banget baca novel”, terang Morgan “yee....dasar narsis pake promosi situs resminya Mocca lagi”, ledek Shiella.
          Sore-sore gini...enaknya ngapain yaa?”,gumam Shiella pada dirinya sendiri “nonton yukkk...!”, ajak Morgan ke Shiella, yang diajak langsung menganggukkan kepalanya pertanda ia menyetujui ajakan Morgan. Sesampainya di Cinema XXI, Morgan mengajak Shiella menonton film ‘Horse War’, namun Shiella tiba-tiba menundukkan kepalanya tak ingin melihat trailer film itu, sikap Shiella yang aneh membuat Morgan bingung dan memutuskan untuk melihat sekuel terakhir film Harry Potter saja. “Shiel, tadi kenapa kamu jadi aneh waktu liat trailernya Horse War, padahal film itu bagus looohh...  ada peperangannya dan aksi-aksi dari prajurit yang nembak-nembak gitu, pasti seru..!”, oceh Morgan, sementara Shiella hanya diam tak menjawab. “emmm...yaudah kalo kamu gak mau jawab, udah malam juga nih, besok kita harus berangkat pagi ke Seoul.”, kata Morgan dan langsung menuju basement untuk mengambil mobilnya dan melajukannya ke apartement milik Shiella. Entah kenapa, ia merasa khawatir pada Shiella, sejak pulang dari bioskop Shiella hanya bungkam saja.
          -INTO THE NEW LOVE-
Matahari belum juga menampakan sinarnya, namun Shiella sudah pergi ke kamar mandi dan mandi sebersih-bersihnya. Setelah selesai mandi, Shiella berpakaian serba panjang dan hangat karena ia tahu di Korea sedang musim salju. Ketika Shiella sedang mengecek barang-barang yang akan ia bawa, tiba-tiba bel apartementnya berbunyi, Shiella langsung beranjak dan menuju ke intercom yang terpasang di dekat pintu, ternyata yang datang adalah Morgan. “kenapa pagi sekali menjemputku, penerbangan masih 4 jam lagi dari sekarang”, kata Shiella “biarkan aku masuk dulu butter gummy”, jawab Morgan dengan tenang. Setelah duduk di sofa ruang tamu, Morgan membuka tas ranselnya dan mengeluarkan kotak berwarna biru “apa itu?”, tanya Shiella penasaran “ini, bukalah...  sebagai permintaan maafku atas perlakuanku tadi malam”, jelas Morgan dengan raut muka memelas, Shiella mengerti apa yang Morgan katakan. Sedikit saja sesuatu yang mengingatkan Shiella pada masa lalu pedihnya itu, ia akan meneteskan air matanya, namun kali ini ia tak ingin menangis konyol di depan Morgan karena ia juga tak bisa memberitahu alasan ia menangis.
“ternyata leader Moccachino ini suka memasak yaa..”, ledek Shiella, karena ia jarang menemui seorang laki-laki yang pandai memasak. “aku ‘kan hebat di segala bidang”, pamer Morgan dengan suara yang dibuat-dibuat “ahh..sudahlah... bagaimana kalau sekarang kita makan kimchi ini bersama-sama?”, usul Shiella, Morgan hanya mengangguk dengan santai. Shiella langsung mengambil beberapa alat makan di dapur, namun sebelum itu ia belok ke depan wastafel untuk mencuci wajahnya. Sejak tadi Shiella menahan tangisnya “tuhan...kenapa orang itu harus sama mirip dengan...”, kata Shiella terbata-bata karena ia tak sanggup mengucap nama seseorang di masa lalunya itu.
Setelah menghabiskan sekotak kimchi yang dibawa Morgan, mereka akhirnya memutuskan untuk berangkat ke bandara sekarang, hati Shiella sudah lebih tenang dari sebelumnya. “nanti aku akan belajar berbagai macam masakan korea, kau tahu?”, kata Morgan ditengah kesunyian mereka “ehh... kau akan minta bantuan pada siapa, member Mocca yang lain kan tidak tertarik dengan urusan dapur, mereka hanya tahu makan saja”, jawab Shiella “mungkin....aku akan minta bantuan pada ryeowook SuJu saja, kan dia pintar memasak”, cetus Morgan tiba-tiba “terserahmu sajalah, tapi berjanjilah padaku untuk membuatkan aku ramen yaa..”, rengek Shiella. Morgan tidak menjawab, ia hanya mengacungkan ibu jarinya pada Shiella.
Sampai di bandara, mereka sudah disambut oleh ribuan fans yang menghalangi jalan setiap orang, para petugas bandara berusaha keras menertibkan mereka, tak ketinggalan para wartawan dari berbagai stasiun tv sudah berjaga disana untuk melontarkan pertanyaan pada dua leader itu. Yang ditunggu-tunggu kedatangannya hanya berjalan lurus sambil di dampingi oleh bodyguard, sesekali mereka melambaikan tangannya pada fans, dan wartawan sibuk memotret juga melontarkan pertanyaan yang menurut Shiella dan Morgan itu adalah pertanyaan yang tidak penting. Seorang wartawan yang segera menyadari akan ada berita heboh jika ia berhasil mengambil satu saja gambar pada detik itu, ia langsung memotret Morgan dan Shiella. Ternyata wartawan itu memperhatikan dua leader itu sedang bergandeng tangan, setelah ini pasti skandal antara leader Elegant Girls dan leader Moccachino akan terdengar lagi.
-INTO THE NEW LOVE-
Setelah pesawat yang mereka tumpangi mendarat di Incheon Airport, mereka langsung bergegas meninggalakan bandara internasional Korea Selatan itu. Sekali lagi mereka harus melewati lautan fans yang berjajar di sekeliling bangunan bandara itu dan meneriaki nama mereka berdua. Shiella yang tak ingin dianggap sebagai publik figur yang tidak menghormati fansnya langsung menghentikan langkah dan mengajak Morgan untuk membungkuk 900 dihadapan para fans mereka di Korea sebagai tanda penghormatan. Para fans yang diperlakukan seperti itu langsung berteriak histeris tak karuan “gamshamnida, dont forget to watch our perform at Music Bank tomorrow. Saranghaeyo....!”, kata Morgan pada fans sebelum ia dan Shiella memasuki mobil yang akan membawa mereka ketempat menginap para member lainnya.
“huhh..benar-benar resiko menjadi orang populer”, kata Shiella menghela napasnya “yeah....tanpa fans juga kita tak akan seperti ini, jadi hargailah mereka”, jelas Morgan. Shiella hanya mendengarkan kata-kata Morgan namun tak menjawabnya, ia langsung membuka I-Pad kesayangannya dan membuka situs Yahoo! OMG. ‘Moccachino Morgan and Elegant Girls Shiella are dating again?’, Shiella menghela napas panjangnya lagi setelah membaca judul berita itu. Lagi-lagi skandal mereka muncul ke permukaan. “lupakan saja berita itu dan anggap tidak ada, ujung-ujungnya kita harus menjelaskan untuk yang kesekian kalinya pada publik bahwa hubungan kita hanya sebatas adik-kakak saja, kan?”, Morgan berusaha menenangkan Shiella, mungkin Shiella sudah benar-benar lelah tentang berita skandal mereka berdua. Morgan mengelus puncak kepala Shiella agar perempuan itu tenang, Shiella yang diperlakukan seperti itu langsung memandang Morgan dengan tetesan air mata di pipinya “kau....kenapa kamu harus sama dengan dia?!”, kata Shiella “maksudmu?”, tanya Morgan yang tak mengerti kemana arah pembicaraan Shiella ditambah lagi dengan tangisan Shiella. “Never Mind”, kata Shiella akhirnya, mungkin belum saatnya kisah itu ia ungkapkan pada orang-orang dikehidupannya saat ini.
-INTO THE NEW LOVE-
Sesampainya Shiella di hotel tempat menginap para member Elegant Girls lainnya, ia langsung merebahkan tubuhnya ke sofa panjang, kedatangan segera disambut oleh member lainnya “skandal lagi?”, tanya Mauryn “biarkan saja, aku dan Morgan tak ada apa-apa.”, jawab Shiella dengan santainya. “benarkah...padahal jika dua leader ini benar-benar menjalin hubungan, maka seluruh dunia akan gempar.”, kata Febiola dengan agak ketus “apa maksudmu?”, tanya Shiella tak mengerti “tidak ada, aku hanya mengingatkan jika menjalin hubungan antar grup di satu management itu dilarang, apalagi yang melakukannya adalah seorang leader, memalukan sekali!”, ketus Febiola, Shiella hanya diam namun Maura angkat bicara karena sangat muak sekali dengan sikap Febiola yang tak jelas “apa maksudmu, kalau kamu cemburu bilang saja!”, bentak Maura “aku...aku hanya ingin mengingatkan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang leader, kalau kelakuannya begini, apa seorang Shiella pantas disebut sebagai leader?”, bantah Febiola lagi. “sudah....diam semua, kujelaskan pada kalian bahwa akau dan Morgan tak ada hubungan apapun, titik!”, bentak Shiella akhirnya, ia merasa terpojokkan karena sikap Febiola, sementara member lain hanya menunduk melihat leader mereka akhirnya meledakkan amarahnya.
“kau tak apa?”, tanya Nadine yang masuk ke kamar Shiella “i’m okay, dont worry.”, kata Shiella sambil memaksakan senyumnya agar Nadine tak bertanya macam-macam lagi padanya. “oiya...malam ini para member Moccachino akan bermain futsal, apa kau mau ikut menyaksikan?”, tawar Nadine pada Shiella “boleh, bagaimana kalau kita bersiap sekarang?”, ajak Shiella pada Nadine. Setelah selesai bersiap-siap, para member menuju meja makan menunggu masakan yang sebentar lagi akan matang, “i’m so hungry....”, kata Ticka, shiksin dari Elegant Girls “sabar sebentar, shiksin”, kata Nadine. “aku tak tau bagaimana jadinya jika shiksin seperti dia punya pacar yang super pelit seperti Romeo, bisa-bisa Ticka jadi kering kerontang”, cetus Nimmy yang disambut gelak tawa para manusia di ruang itu. “kemana febiola?”, tanya Shiella setelah menyelesaikan masakannya dan duduk disebelah Mauryn dan Maura “biarkan saja dia, sejak tadi dia hanya berdiam diri di kamar jadi bukan salah kami kalau dia jatuh sakit”, kata Maura. “dasar perempuan aneh, dia cepat sekali marah kalau dia memang suka pada Morgan, yaa bilang saja”, ketus Nimmy, member termuda Elegant Girls “ya sudahlah...mari makan! Aku sudah sangat laparrr..”, kata Ticka.
Setelah selesai makan, para member langsung menuju lapangan futsal di hotel itu. Sesampainya di lapangan, para member Moccachino sedang pemanasan untuk permainan futsal yang sebentar lagi akan digelar. Tampak Morgan yang sudah selesai pemanasan bergegas menghampiri Shiella, namun langkahnya terhenti ketika mendengar suara Febiola yang menghampirinya “kenapa harus ikut bermain, kan baru datang, aku takut kamu kelelahan padahal besok kita harus perform di MuBank.”, kata Febiola pada Morgan “sudahlah tak apa”, jawab Morgan sekenanya dan langung melanjutkan perjalanannya untuk menghampiri Shiella.
Beberapa saat kemudian, permainan dimulai, dan dengan PD-nya Febiola berteriak “Morgan oppa, Fighting!”, padahal disitu sedang ada beberapa member dari boy&girlband Korea. “ih...gak tau malu banget sih itu orang”, ketus Maura yang memang sejak tadi risih dengan kelakuaan Febiola. Sementara Shiella hanya diam tertunduk, “hey...whats up?”, kata Nadine “gwenchana”, jawab Shiella. Di dalam hatinya, Shiella berkata “apalagi ini tuhan....?”
Selesai pertandingan, para member Moccachino segera beristirahat di tepi lapangan, Ticka segera berlari menuju Romeo dan memberinya air minum “oooww...disini bukan tempat untuk pacaran!”, kata Radith “bilang saja kalau kau iri,”, balas Romeo dan segera pergi menuju tempat lain bersama Ticka. Sementara itu, Morgan menyandarkan kepalanya di dekat tiang gawang, dia terlihat sangat kelelahan dan bodohnya ia tak membawa air minum, Shiella yang melihat pemandangan itu segera menghampiri Morgan “minumlah!”, kata Shiella pada Morgan lalu mengelap keringat Morgan yang bercucuran menggunakan handuk kecil yang ia bawa, saat itu jarak antara mereka berdua sangat dekat apalagi Morgan yang menatap Shiella tepat di manik matanya. “ciiiieee....ciiieee....”, koor semua member, menyadarkan dua leader mereka yang sejak tadi hanyut dalam tatapan mata mereka. “sepertinya...skandal heboh itu benar adanya ya Chicco”, kata William disertai evil smirknya “untung saja aku tak mengabadikan moment kalian berdua, jika dunia tahu kita akan diundang di berbagai acara reality show dan ditanyai tentang pendapat kita kalau leader kita memang punya hubungan.”, kata Chicco.  “diam kalian...”, kata Morgan sambil tersenyum dan membereskan barang-barang yang ia bawa dan meninggalkan lapangan itu. “leader kita kalau sedang salah tingkah memang seperti itu”, kata sandy sambil menepuk bahu Shiella. Sementara Shiella hanya menjawabnya dengan senyuman. Setelah itu semua member memutuskan untuk kembali ke kamar hotel masing-masing.
-INTO THE NEW LOVE-
Terdengar suara pintu ditutup dengan kasar, dengan muka kusut Febiola masuk ke kamarnya namun langkahnya terhenti oleh gertakan dari Maura “hehh...liat-liat dong, pintu gak salah dibanting sekeras itu, emang kamu yang punya hotel ini apa? seenaknya aja!”, Maura berhasil melontarkan kata-kata pedasnya pada Febiola. “biarin aja, orang lagi jeaolous ya emang kaya’ gitu tuh...  kasian banget.”, Febiola makin memanas ketika mendengar perkataan dari kembaran Maura, yaitu Mauryn. Saudara kembar yang selalu kompak dalam segala hal, menjahili member lain, berpakaian sama dan mungkin dalam urusan cinta mereka berdua menyukai seseorang yang sama, Radith.
“Febi, kamu gak makan dulu?”, tanya Shiella yang sekamar dengan Febiola, sementara yang ditanya malah membawa bantal,guling, dan selimut hendak keluar dari kamar “kamu mau ngapain bawa alat tidur?”, tany Shiella lagi, “males banget sekamar ama leader muna”, ketus Febiola sambil keluar dan menutup pintu kamar dengan keras. Shiella hanya memandang datar kearah pintu yang beberapa detik lalu ditutup dengan kasar oleh Febiola, Shiella segera beranjak dan membuka kopernya, mencari sesuatu yang mungkin sangat berharga baginya, sebuah kotak music berwarna biru sapphire bertuliskan ‘saranghae yeongwonhi’ Shiella meneteskan air matanya lagi ketika membuka kotak music itu, perlahan terlihat jelas sepasang kekasih sedang duduk disebuah bangku melihat bintang yang bertebaran di langit malam “malam terakhir yang tak terduga”, gumam Shiella sambil menghapus air mata yang sejak tadi mengalir deras membasahi pipinya.”oppa, nan bogoshipoyo!, eodigoya?”
“Shiella, ada apa lagi dengan nenek sihir satu itu?”, tanya Maura dan disusul oleh para member lain yang memasuki kamarnya “aku juga bingung, tiba-tiba dia marah tak jelas padaku?”, jelas Shiella pada member Elegant Girls. “aku ke toilet dulu yaa...mau ganti baju dan cuci muka.”, kata Shiella, sebenarnya ia ingin pergi ke kamar mandi untuk membasuh mukanya agar tak terlihat habis menangis.
-INTO THE NEW LOVE-
@@@@kamar hotel member Mocca@@@@
Para member sedang sibuk sendiri-sendiri, Romeo yang sedang memilh-milih baju, Radith dan Sandy yang sedang menonton siaran televisi Korea, Rolland yang belum keluar dari kamar mandi, William dan Chicco yang sedang makan ramen yang dibuat Morgan, dan sang leader yang masih sibuk membuat lagu. “kenapa leader kita sangat serius sekali yaa?”, William dan Chicco yang terkenal jahil segera menghampiri Morgan yang sedang duduk manis di sofa “wah...sepertinya lagu yang bagus, pakai bahasa Korea lagi”, timpal Chicco “tunggu, kenapa judulnya hanya huruf ‘S’, jangan-jangan lagu ini untuk......Shiella yaa?”, William bertanya penuh selidik pada Morgan “Bukan, S itu singkatan dari Saranghae”. Jelas Morgan pada dua manusia jahil itu. “hmmm...tetap saja, mungkin kata saranghae itu untuk Shiella!”, balas William tak mau kalah, sedangkan Chicco mengajak William ber high five karena merasa berhasil menjahili leader mereka lalu meninggalkan Morgan.
@@@@kamar hotel member Elegant Girls@@@@
                   Shiella sedang sibuk menata barang-barang yang ia bawa dari Indonesia sedangkan member lain entah sedang apa. “jangan lupa, hari ini kita akan perform di Music Bank!”. Tiba-tiba Febiola berkata pada semua member yang ada di ruang tamu itu, namun para member lain mengacuhkan perkataan Febiola terlebih Maura yang memang jengkel sekali pada Febiola. “siapa dirimu berani berkata seperti itu? Yang berhak hanyalah leader Elegant Girls”, kata Maura dengan ketus “mungkin aku lebih pantas menjadi leader kalian, toh aku juga lead vocal di grup ini.”, sergah Febiola tak mau kalah “terserah dirimu saja.”, kata Maura. Setelah beberapa menit dari perdebatan itu, tiba-tiba bel kamar hotel mereka berbunyi menandakan ada yang ingin bertamu, Nimmy yang ingin membuka pintu segera didahului oleh Febiola, dan ternyata yang datang adalah Morgan “silahkan masuk”, kata Febiola dengan manis, sementara member lainnya mengintip dari kejauhan “thank’s, apa leader kalian ada?”, tanya Morgan “ngapain cari Shiella?”, tanya Febiola dengan agak ketus, para member lainnya segera menarik Morgan untuk menuju ke ruang tamu “ohhh...Shiella ada kok, tunggu sebentar yaa kak!”, kata Mauryn, beberapa detik kemudian Shiella datang dan melihat Morgan sedang duduk manis bersama member Elegant Girls lainnya. “hai...black shadow, ada apa mencariku?”, tanya Shiella dengan santai “jangan memanggilku black shadow,” sanggah Morgan sambil menyerahkan sebuah kertas berisi lirik lagu yang tadi ia buat “lagu yang kau buat sendiri?”, tanya Shiella “yap..betul sekali. Aku ingin nanti kita berduet menyanyikan lagu ini, mau?”, tawar Morgan dan serentak para member senyum-senyum gaje sendiri. “boleh....berarti sekarang saja kita latihan, sepertinya nadanya juga tidak terlalu tinggi”, kata Shiella dengan semangat “kajja...”, lalu mereka berdua meninggalkan kamar hotel Elegant Girls menuju tempat latihan vokal.
          “waaaa....pasti nanti para fans akan berteriak histeris waktu Morgan dan Shiella duet”, kata Nadine sambil menatap dinding seakan membayangkan bagaimana suasana yang akan terjadi “betul itu...andai mereka benar-benar jadian..”, kata Ticka. “kuharap diantara kita tak ada yang jealous atau iri”, kata Nimmy menjelaskan “yaa..kuharap begitu”, kata Maura dengan sedikit ketus, karena dia ingin menyindir Febiola yang sedang duduk terdiam di ruangan itu. Febiola yang merasa terpojokkan segera meninggalkan ruangan itu, dan masuk kekamaranya disertai tutupan pintu yang sangat keras. “dasar nenek sihir..!” gumam Maura.
-INTO THE NEW LOVE-
          Teriakan para fans memenuhi studio tempat dilaksanakannya Music Bank, lighstick dan balon berbagai warna seakan menggantung di udara. Di backstage, para artis yang akan mengisi acara sudah bersiap-siap dan ada yang sesekali masih membenahi make up-nya. “annyeong eonnie”, sapa Shiella sambil membungkuk pada beberapa member SNSD yang juga akan mengisi acara, sementara Morgan sedang mengobrol serius dengan Ryeowook SuJu, mungkin menanyakan beberapa resep makanan Korea. Para member Elegant Girls ada yang sedang sibuk membenarkan make-up, membuat tweet, atau berlatih vokal sendiri.
          Penampilan pertama diisi oleh Elegant Girls, para fans mereka segera berteriak histeris terlebih ketika para member melemparkan beberapa pin yang khusus dibuat untuk Elegant Girls. Penampilan mereka yang pertama ditutup dengan penghormatan khas korea, yaitu membungkuk 900. Setelah Elegant Girls menyelesaikan perform pertamanya, giliran Moccachino yang menampilkan aksinya, ketika ditengah penampilan mereka, tiba-tiba member Super Junior naik keatas panggung dan ikut bernyanyi bersama. Music Bank kali itu ditutup dengan lagu ‘Hope’ yang biasa dinyanyikan oleh SMTown saat encore tour mereka. Namun, tiba-tiba host mengumumkan bahwa akan ada satu penampilan lagi yang berjudul ‘Special Stage With Duo Leader’.
          Lampu panggung tiba-tiba mati, dan membuat para penonton bertanya-tanya akan hal itu. Tiba-tiba sebuah lampu menyala dan memfokuskan sorotannya pada seorang lelaki yang memakai tuxedo sedang memulai nyanyiannya, laki-laki itu sudah tak asing lagi bagi penonton yang ada, dia adalah Morgan. Satu lampu lagi memfokuskan sorotannya pada perempuan yang memakai dress warna putih selutut dengan rambutnya yang digerai indah berjalan menuju Morgan, sudah bisa dipastikan bahwa perempuan itu adalah leader Elegant Girls, Shiella. Banyak fans yang mengabadikan special stage mereka itu, pasti sebentar lagi dunia maya akan punya perbincangan heboh lagi, dan para wartawan sudah bersiap-siap untuk melontarkan pertanyaan pada dua leader itu. Penampilan mereka diakhiri dengan penghormatan yang dilakukan oleh Morgan dan Shiella pada para penonton dan juga kalimat penutup “gamshamnida, saranghaeyo!” dari dua leader itu diiringi tepuk tangan dan teriakan histeris dari fans.
          Di backstage, Shiella tiba-tiba dihampiri oleh Taeyeon dan Hyoyeon SNSD “chukkae, your perform is amazing!” kata Taeyeon pada Shiella “Cheonmaneyo eonnie.”, balas Shiella sambil tersenyum ramah “do you really have a relationship with him?”, tanya Hyoyeon to the point “aniyo eonnie, we just friend.”, jelas Shiella , sementara Taeyeon dan Hyoyeon hanya ber oh ria saja mendengar penjelasan dari Shiella. “but...i think you two are match!”, kata Taeyeon sebelum pamit dan meninggalkan backstage. Shiella hanya bergumam pada dirinya sendiri “benarkah?”.
          -INTO THE NEW LOVE-
          Shiella membuka pesan yang baru saja sampai di I-phone putih kesayangannya ‘Butter Gummy, besok pagi, para member SuJu dan SNSD mengajak member kita untuk sarapan bersama di dorm SuJu, apa kau mau?’ , itulah isi pesan yang masuk di ponsel Shiella dan yang mengiriminya adalah Morgan. Shiella segera keluar dari kamar dan memberitahu semua member “heyy...dengarkan aku!, besok pagi para member SuJu dan SNSD mengajak member Elegant Girls dan Moccachino sarapan bersama di dorm Suju, mau?”, teriak Shiella semangat dan ditanggapi dengan anggukan jempol para member minus Febiola yang langsung meninggalkan ruang tamu. “Mauryn, besok kita bisa bersama dengan Siwon oppa, yyeeeyyy!”, girang Maura pada saudara kembarnya, sementara Mauryn hanya mengangguk-angguk saja karena sedang sibuk dengan game-nya. “sekarang kalian harus istirahat, biar besok bisa bangun pagi dan gak ada yang telat”, perintah Shiella pada member lainnya “baiklah Butter Gummy”, jawab semua member dengan kompak dan berhasil mendapat balasan berupa lemparan bantal dari Shiella “siapa yang mengajari kalian?”, geram Shiella “tentunya leader Mocca donk, siapa lagi?!”, jawab Nimmy. “panggil aku Butterfly, bukan Butter Gummy.”, bantah Shiella dengan muka cemberut yang membuat setiap orang ingin mencubitnya “haha..biarkan saja, lagipula itukan panggilan spesial dari Morgan oppa.”, kata Ticka dan diikuti dengan teriakan ‘cieeeee’ dari semua member. Shiella yang merasa terpojok langsung berlari menuju kamarnya karena ia juga menyadari bahwa pipinya memerah saat ini.
          “sudah puas bercandanya?”, tanya Febiola dengan ketus, Shiella yang tak ingin beradu mulut dengan Febiola akhirnya memutuskan untuk menuju kamar mandi untuk membasuh mukanya, namun langkahnya terhenti saat mendengar perkataan Febiola “hebat sekali leader Elegant Girls ini, berkali-kali membuat skandal dengan Moccachino ‘Morgan’ saking asyiknya membuat skandal, sampai-sampai lupa dengan perasaan salah satu member yang pernah menjalin hubungan dengan Morgan.bukannya seorang leader itu harus mengalah?”, ketus Febiola, Shiella segera membalikkan badannya “Cukup, aku tak pernah keberatan jika kamu menyukai Morgan dan aku juga tak ada hubungan apa-apa dengannya jadi jangan pernah berkata seperti itu!”, akhirnya amarah Shiella meledak juga, suara Shiella yang cukup keras mengundang rasa penasaran member yang sedang berada diruang tamu untuk menghampiri mereka “ada apa?”, tanya Nadine “tanya saja pada leader kesayangan kalian ini.”, kata Febiola, sementara Shiella menunduk menahan laju air matanya yang kini sudah ada di pelupuk mata. “apa yang kau lakukan pada Shiella?”, bentak Maura pada Febiola “aku hanya mengingatkan perilakunya sebagai seorang leader, dan jangan membentakku lagi!”, kata Febiola dengan nada meninggi pada Maura tepat di depan wajahnya, sementara Mauryn yang berada agak jauh dari saudara kembarnya merasa tidak terima Maura dibentak oleh Febiola, ia langsung menghampiri Febiola dan menamparnya seketika itu, membuat para member lain terkejut atas sikap Mauryn “tamparan itu tak sesakit yang dirasakan oleh Shiella dan Maura!”, kata Mauryn dengan nada penuh penekanan pada semua kata-kata yang ia ucapkan, Mauryn langsung mengajak member lain keluar dari kamar itu meninggalkan Febiola yang masih memegangi pipinya yang memerah bekas tamparan Mauryn, Nadine menggandeng tangan Shiella yang terasa dingin, ia merasa Shiella tak pernah seperti ini sebelumnya.
          “apa kau baik-baik saja?”, tanya Nadine pelan pada Shiella “aku baik-baik saja, dont worry.”, jawab Shiella. “tidur di kamarku saja yaa..”, kata Nimmy dengan wajah innocent miliknya, Shiella hanya mengangguk. Akhirnya, semua member memutuskan untuk kembali ke kamar mereka masing-masing.
-INTO THE NEW LOVE-
          Pagi hari yang cerah mewarnai negeri ginseng itu. “banguuunn.....kita punya acara pagi ini!”, teriak Morgan pada para member Mocca. Morgan langsung keluar dari kamar hotel dan menuju kamar hotel member Elegant Girls, ia memencet tombol bel yang ada, tak berapa lama keluarlah member termuda Elegant Girls yang langsung mempersilahkan masuk pada Morgan. “mana leader kalian?”, tanya Morgan pada para member yang sedang bersiap-siap untuk acara mereka pagi ini “kenapa sih selalu mencari leader? Masih banyak sesuatu yang lebih penting.”, kata Febiola yang langsung melenggang menuju dapur dengan santainya “cihh...dasar nenek sihir.”, kata Maura. Morgan hanya heran saja, dia berpikir jika sedang ada masalah kecil dan mungkin sebentar lagi mereka akan akur kembali. Shiella keluar dari kamar dengan wajah yang sedikit pucat “wajahmu pucat.”, kata Morgan langsung sambil memegang dahi Shiella “i’m okay.. dont worry.”, kata Shiella. Sementara itu, terdengar suara pintu yang terbuka, ternyata para member Moccachino yang datang “oppa, kalau ingin bertamu itu ketuk pintu dulu”, jelas Nimmy “biarkan saja”. Kata William sambil menghempaskan tubuhnya ke sofa ruang tamu kamar hotel itu, kini suasana diruang tamu sangatlah ramai, tiba-tiba duo jahil William dan Chicco bertanya pada Febiola yang daritadi hanya diam tak mengeluarkan sepatah katapun “hey..Febiola, kudengar kau punya julukan baru yaa...”, kata Chicco dengan diiringi tawa “pantas saja kau dijuluki nenek sihir, tampangmu saja terlihat sangat menakutkan!, hahahaha.” Timpal William dan diikuti gelak tawa dari manusia di ruangan itu. Shiella langsung mengajak para member untuk berangkat agar masalah itu tak bertambah panjang.
@@@@dorm Super Junior@@@@
          “annyeong hyung....noona.” sapa Morgan, member Suju langsung mengizinkan para tamunya untuk masuk. Acara sarapan bersama itu akhirnya dimulai, William, Chicco, Eunhyuk, dan Donghae tak henti-hentinya membuat gelak tawa para member “scandal again?”, tanya Tiffany “ne noona.”, jawab Morgan sekenanya “no problem, we also ever get it, its risk tobe a public figure, right?”, kata Yoona “arraseo eonnie.”, kata Shiella dengan senyum yang sedikit dipaksakan. Tiba-tiba Febiola yang sejak tadi hanya bungkam, akhirnya ingin mengutarakan isi hatinya “oppa..eonnie listen to me!”, kata-kata serius dari Febiola membuat semua member yang ada segera menghentikan aktifitasnya dan terfokus untuk mendengar kata-kata Febiola selanjutnya “i will...go out from Elegant Girls”, kata-kata febiola sontak membuat orang-orang yang mendengarnya kaget, terlebih Shiella, sebagai seorang leader dia merasa sangat terpukul “why?”, tanya Shiella hati-hati “because of you.”, kata Febiola tanpa rasa bersalah dan langsung meninggalkan dorm SuJu tanpa permisi. Shiella segera berdiri dan mohon permisi pada semua member untuk menenangkan dirinya “Shiella...!”, seru Morgan dan langsung mengikuti arah pergi Shiella. “what’s up?”, tanya Taeyeon, akhirnya member Elegant Girls menceritakan semua kejadian yang sudah terjadi “i think....Febiola likes Morgan, right?”, kata Yuri yang menyimpukan pendapatnya dan disetujui oleh semua orang yang ada “but...Morgan likes Shiella, i know that.”, kata leader SuJu ditengah-tengah kediaman semua orang, sebelumnya, memang Morgan bercerita tentang perasaannya ke Shiella pada Leeteuk, Morgan percaya bahwa Leeteuk tak akan memberitahu hal itu pada siapapun karena mereka berdua sangatlah akrab.
-INTO THE NEW LOVE-
          Shiella akhirnya menangis, ia tak bisa menahan rasa sedih, kecewa, dan amarahnya lebih lama lagi, Morgan yang mengetahui itu langsung menghampiri Shiella dan duduk disebelahnya. “itu bukan salah siapa-siapa, dia sendiri yang memutuskan untuk keluar.”, kata Morgan pelan pada Shiella “ini semua karena aku, tepatnya karena skandal kita, Febiola itu menyukaimu.”, jawab Shiella disela-sela isakan tangisnya, Morgan hanya terdiam dan berusaha mencerna kata-kata yang barusaja dilontarkan oleh Shiella. Setelah beberapa menit mereka terdiam, akhirnya Shiella beranjak dari tempatnya ingin meninggalkan Morgan , namun tangan Morgan berhasil menunda langkah kaki Shiella “Saranghaeyo, Shiella”, kata Morgan tiba-tiba, Shiella yang terkejut hanya berkata “kau belum waktunya untuk berkata itu..” dan langsung meninggalkan Morgan. Sementara Morgan yang tahu bahwa Shiella menolak pernyataan cintanya, hanya menunduk lesu dan perlahan beranjak dari tempat duduknya.
          Semua member Elegant Girls dan Moccachino akhirnya mohon pamit pada member SuJu dan SNSD, tak lupa Morgan meminta maaf atas kejadian yang mungkin tak seharusnya terjadi. “Morgan..lets cook kimchi and ramen with me another time?”, tanya Ryeowook sebelum mereka keluar dari dorm SuJu “ok hyung..” jawab Morgan.
-INTO THE NEW LOVE-
          Sore hari pun tiba, saatnya member Elegant Girls dan Moccachino untuk pulang ke Indonesia. Saat ini, mereka sedang berjalan di lobby Incheon Airport, banyak sekali fans yang menunggu kedatangan mereka, tak terkecuali para wartawan yang siap dengan pertanyaan-pertanyaan mereka, kali ini yang menjawab bukanlah kedua leader grup mereka, namun Ticka dan Romeo yang turun tangan untuk menjawab berbagai pertanyaan dari wartawan sekaligus memamerkan kemesraan hubungan mereka.
          @@@@Dorm Elegant Girls, Indonesia@@@@
          Berbagai situs dan infotainment sedang ramai memberitakan tentang keluarnya Febiola dari Elegant Girls, kabar itu masih dianggap rumor yang tak jelas. Sementara itu, pihak management mereka sudah berbicara pada Febiola dan akan menggelar konferensi pers beberapa jam lagi untuk membenarkan berita yang sedang di gembar-gemborkan. Para member Elegant Girls hanya menatap lesu satu sama lain, lalu bersiap-siap untuk konferensi pers, sementara itu Febiola tiba-tiba datang dan berjalan masuk menuju kamarnya, tak berapa lama kemudian ia keluar dengan dua koper besar ditangan kanan dan kirinya “tak bisakah kau menarik lagi kata-katamu?”, Shiella akhirnya mengeluarkan suara setelah memilih diam semenjak pulang dari Korea “apa...menarik ucapanku? Mimpi kau ini, selamat yaa..karena sudah berhasil membuatku keluar dari Elegant Girls dan merebut Morgan oppa dariku.”, kata Febiola pada Shiella. “dasar nenek sihir, yang merebut itu kamu bukan Shiella”, sanggah Maura, Febiola yang sangat geram pada Maura menghampiri Maura dan hendak melayangkan tamparan di pipi Maura namun berhasil dicegah oleh saudara kembar Maura “jangan pernah berani menyentuh saudaraku, pergi dari hadapan kami!”, bentak Mauryn keras pada Febiola sambil mendorong Febiola keluar dari dorm mereka.
“selamat tinggal Febiola, sekarang kau bukan bagian dari kami, kau sendiri yang membuat karirmu hancur dengan segala sifat iri dan sombongmu itu.”, kata seseorang pada Febiola, Febiola membalikkan badannya dan langsung terkejut ketika melihat Morgan yang berdiri tegap dihadapannya “oppa...aku lakukan ini karena aku mencintaimu.”, kata Febiola sambil berlari memeluk Morgan, namun Morgan segera melepas pelukan Febiola dan berkata  “jika kau berani mencintai seseorang, maka kau juga harus berani kehilangannya.”, “tapi aku tak ingin melihat oppa dengan Shiella”, kata Febiola, Morgan tersenyum simpul “siapa dulu yang menyia-nyiakan hubungan kita, sekarang kau tahu kan rasanya?”, Febiola hanya menunduk tak menjawab dan tak berani menatap Morgan lagi “kalau kau masih mencintaiku, maka relakanlah aku dengan Shiella.”, Morgan akhirnya pergi meninggalkan Febiola  yang masih terpaku ditempatnya.
Setelah konferensi pers digelar, maka resmilah bahwa Febiola keluar dari Elegant Girls, ketika ditanya siapakah yang akan menggantikan Febiola, dengan mantap Shiella menjawab bahwa tak akan ada yang menggantikan Febiola, walau sekarang mereka hanya berenam, namun mereka masih menganggap Febiola bagian dari Elegant Girls.
-INTO THE NEW LOVE-
@@@@beberapa hari setelah konferensi pers...@@@@
Shiella, Nadine, dan Ticka sedang bersiap untuk pengambilan gambar sebuah variety show horror, sejak tadi Shiella hanya memandang kosong kertas script yang ada. Tempat pengambilan gambar, bertempat di sebuah camp militer, Shiella hanya bisa menahan air matanya agar tak jatuh ketika syuting berlangsung. “Shiella, sekarang waktunya pengambilan gambar”, kata Ticka dengan semangat, Shiella akhirnya beranjak dan mengikuti langkah Ticka.
Pengambilan gambar bertempat di taman camp militer itu, ketika syuting sedang berlangsung, Shiella merasa dunia di sekitarnya berputar dan membawanya pada suasana yang lain namun masih di tempat yang sama, Shiella melihat seorang tentara lengkap dengan pakaian khasnya berjalan menuju padanya, Shiella langsung membuka matanya lebar-lebar “oppa....”, kata Shiella lirih pada sosok yang sekarang telah berdiri dihadapannya “gwenchanayo Shiella, jangan seperti ini terus, aku tak bisa tenang disana jika kau menyiksa dirimu dengan cara mengingatku terus menerus.”, kata lelaki dihadapan Shiella “oppa....bawa aku bersamamu..”, kata Shiella dengan isak tangisnya “belum saatnya, carilah kebahagiaanmu dulu sampai nanti saatnya tuhan memanggilmu, kau tahu...sekarang kau telah menemukan seseorang yang sangat cocok untukmu, orang itu mirip denganku..”, “tak ada yang bisa menyamai oppa..”, sangkal Shiella “berbahagialah dengan orang itu, dan ingatlah aku selalu..”, sosok yang Shiella rindukan itu perlahan menguap menjadi bayangan dan akhirnya menghilang “oppaaa...kajjimaa..!” teriak Shiella tiba-tiba, membuat para kru di sekitarnya panik dan terkejut. Selesai mengucap kata itu, Shiella langsung terjatuh pingsan. Syuting akhirnya dihentikan dan Shiella segera dilarikan ke Rumah Sakit.
Berita tentang pingsannya Shiella tanpa sebab, langsung menyeruak luas di berbagai kalangan, bahkan lewat akun pribadinya, member SNSD dan SuJu mengirim ucapan keprihatinannya pada Shiella. Jika seluruh dunia tahu berita itu, apalagi Morgan, ia adalah orang pertama yang langsung cemas tingkat dewa ketika mendengar berita itu. Morgan segera menghubungi member Elegant Girls dan menuju Rumah Sakit yang dikatakan oleh Nadine. Ketika ia tiba diruang rawat Shiella, ia mendapati Shiella masih belum sadar. Sebuah kotak musik yang tergeletak di meja samping tempat tidur Shiella menarik perhatian Morgan, dia membuka kotak musik itu dan bergumam “sepertinya aku memang tak bisa menggantikan orang itu dihatimu, tapi aku akan tetap menunggumu sampai kau benar-benar menyadari bahwa aku akan terus berdiri tegap untuk menunggu kata ‘ya’ darimu”, Morgan meninggalkan ruang rawat Shiella dan memutuskan untuk segera pulang ke dorm dan tidur, kejadian-kejadian yang menimpanya sangat menyita waktu dan pikirannya.
Shiella akhirnya sadar dari pingsan panjangnya, dilihatnya para member yang sedang mengelilingi tempat tidurnya. Shiella berusaha mendudukan dirinya dengan dibantu Maura dan Mauryn. “maukah kalian mendengar ceritaku?”, kata Shiella yang dijawab oleh anggukan kepala para member Elegant Girls “sebelum aku menjadi personil Elegant Girls, aku tinggal di Korea dan punya seorang pacar bernama Lee Kyu Nam, dia orang yang sangat baik namun sedikit pemalu, setelah beberapa bulan berpacaran dengannya, ia menjalani wajib militernya, aku sudah menduga hal buruk akan terjadi tapi aku bisa apa, semua sudah terlanjur. Sampai pada suatu hari, perang antara Korea Selatan dan Korea Utara meletus, semua tentara militer ikut andil dalam perang itu, termasuk oppa. Setelah perang agak mereda, aku mendengar kabar, bahwa tentara dari kesatuan tempat oppa menjalani wajib militer banyak yang tewas dalam peperangan membela Korea Selatan, tentara militer yang dinyatakan tewas itu...... nama Lee Kyu Nam, termasuk daftar tentara militer yang tewas di medan perang. Untuk mengobati rasa sedihku, orangtuaku mengajakku kembali tinggal di Indonesia, sampai aku bertemu kalian”, cerita Shiella pada member Elegant Girls, sekarang mereka mengerti alasan Shiella takut dan membenci segala hal yang bersangkutan dengan militer. “aku sempat melihat oppa dan berbicara dengannya saat syuting kemarin”, jelas Shiella “ta...tapi bagaimana kau bisa bertemu dengan orang yang sudah meninggal?”, heran Mauryn “kau lupa kalau Shiella punya indra keenam?”, jelas Maura.
@@@@1 week later@@@@
Member Elegant Girls menjadi bintang tamu di acara talk show, host menanyai tentang kebenaran bahwa Shiella memiliki indra keenam dan yang paling membuat cemas adalah ketika host bertanya mengapa Shiella sampai berteriak histeris waktu syuting variet show horror itu, para member Elegant Girls merasa cemas, mereka tak ingin melihat leader mereka teringat lagi akan masa lalunya. Namun,  diluar dugaan, Shiella menjelaskan sebab kejadian itu dengan tenang dan santai. “oppa menginginkan aku bahagia dengan seseorang, seseorang yang menurutku mirip dengan oppa, seseorang yang selalu ada disampingku walau aku telah mengecewakannya, orang itu sempat menyatakan perasaannya padaku ketika kami dindang untuk sarapan dengan member SuJu dan SNSD......”, Sheilla turun dari panggung dan berjalan kearah penonton, ia berhenti di depan kursi paling depan yang diduduki oleh seseorang yang sangat ia kenal, banyak orang yang tak menyadari kehadiran orang itu di dalam studio, sehingga sekarang para penonton yang kebanyakan fans dari mereka berdua langsung berteriak histeris “Na do saranghaeyo, oppa..”, kata Shiella diiringi dengan senyum di bibirnya, fans langsung berteriak lebih kencang lagi mendengar perkataan yang diucapkan Shiella, terlebih karena Shiella mengucapkannya pada Morgan. Host dan para member Elegant Girls langsung mendekat ketempat Shiella dan Morgan, seakan tak percaya dengan apa yang telah terjadi di studio itu. Dengan perasaan senang yang meluap-luap, Morgan tanpa canggung langsung memeluk Shiella erat-erat.
-INTO THE NEW LOVE-
@@@@3 month later, Seoul@@@@
          “fighting oppa....”, kata Shiella pada Morgan yang akan melakukan latihan privat taekwondo bersama Siwon SuJu, mereka sekarang berada di tempat latihan pribadi Siwon. “aku akan mendapatkan sabuk hitam itu untukmu...”, kata Morgan pada Shiella “sudah...jangan banyak menggombal, kalau kau dapat sabuk hitam, aku tetap tak berjanji untuk tidak berhenti memanggilmu ‘black shadow’.”, kata Shiella dengan nada yang dibuat-dibuat “dasarr...!, nanti kalau aku dapat sabuk hitam, kau harus berjanji untuk berlatih rolling denganku”, kata Morgan sambil mengulurkan jari kelingkingnya, Shiella dengan hati-hati mengaitkan kelingkingnya pada jari kelingking Morgan, tanda ia menyetujui tawaran kekasihnya itu, Morgan mengacak-acak poni Shiella pelan dan langsung memeluknya, “saranghae yeongwonhi”, kata Morgan dengan senyum menatap Shiella tepat di manik matanya, sementara Shiella hanya diam dan akhirnya berkata “kau memang mirrip dengan Lee Kyu Nam, oppa...”, Shiella semakin mengeratkan pelukannya pada Morgan.
-end of ‘INTO THE NEW LOVE’-

Cerpen karya : Delia Paramita
Facebook : dhellia.paramitha
TTL :Blitar, 8 juli 1999 
Sekolah : SMPN 1 Srengat
Kelas : 8 H