Jumat, 15 Februari 2013

Cerpen Seoul I am in Love



~SEOUL I’M IN LOVE !~
           
            “ya tuhan, gimana nih... jangan samapai aku telat!”, cerocos seorang perempuan cantik tapi ceroboh bernama Luna. Hari ini adalah hari keberangkatannya ke Seoul, Korea Selatan untuk mengunjungi sahabat lamanya, Min Hye Ri, seorang model terkenal di Korsel sana. Luna bertemu Hye Ri ketika dia berusia 8 tahun dan saat itu dia menetap di Seoul.
            “thank’s god...!” Luna mengatur nafasnya karena sedari tadi dia berlari dari parkiran bandara menuju pesawat. Akhirnya, dia bisa terbang ke Seoul setelah 12 tahun yang lalu dia meninggalkan kota itu untuk kembali ke tanah airnya, Indonesia.
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            Luna tiba di Incheon Airport, dan sudah ada Min Hye Ri yang menjemputnya. Ketika Luna mencari sosok Hye Ri diantara sekian banyak orang yang berlalu lalang di bandara itu, seorang laki-laki tiba-tiba menyenggolnya dan handphone Luna terjatuh yang mengakibatkan layar handphone-nya retak. “hey, trouble maker go back!”, teriak Luna yang membuat orang yang bersangkutan segera menoleh dan menghampirinya, “Nuguseyo?” ucap laki-laki itu dengan tampang innocent pada Luna, dan Luna yang sudah lupa dengan segala hal tentang Korea dan termasuk bahasa Korea hanya melotot kaget. Sambil membungkukkan badannya ke arah Luna, laki-laki itu berkata “mianhamnida, agasshi!” lalu langsung berlari lagi entah kemana. “dasar menyebalkan, udah ngrusakin barang orang gak minta maaf malah kabur lagi, aahh...sial!” teriak Luna kesal.  
            Akhirnya Luna bertemu dengan Hye Ri dan langsung meninggalkan bandara itu dengan perasaan kesal. Hye Ri berusaha menghilangkan rasa kesal sahabatnya itu dengan mengajaknya makan di restaurant Korea. Hye Ri memesan bakkpawa guk, ddukbogi, bulgogi, dan ramen, sementara Luna yang tidak tahu menahu tentang makanan Korea hanya memesan segelas jus strawberry, toh Hye Ri sudah memesan beberapa menu dan pasti akan membagi dengannya, pikir Luna.
            Selesai makan, Luna dan Hye Ri langsung pulang menuju rumah Hye Ri, apalagi udara di luar sangat dingin karena sebentar lagi salju akan turun. Luna yang sangat menyukai musim salju, sangat antusias sekali namun dia juga merasa sangat kedinginan sehingga ketika tidur ia harus memakai selimut tebal berlipat-lipat.
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            Pagi hari yang dingin mulai menyapa hari pertama Luna di Seoul, hari ini dia bangun sangat pagi karena memang ingin berlari pagi di taman yang tidak terlalu jauh dari rumah Hye Ri. Namun, Luna harus mengurungkan niatnya untuk berlari pagi, karena udara sangat dingin sekali. Luna tetap memaksakan dirinya untuk pergi walaupun Hye Ri sudah melarangnya, dan akhirnya Luna hanya pergi berjalan-jalan sambil membawa I-Pad putih kesayangannya untuk berfoto ria di taman.ketika Luna sedang asyik memainkan I-Pad miliknya tiba-tiba seseorang dari belakang menubruknya hingga ia terjatuh dan I-Pad kesayangannya terpental menuju kolam ikan kecil yang ada di taman itu. Ternyata seseorang yang menubruk Luna tadi sedang bermain dengan teropongnya dan ketika sedang asyik dengan benda itu, ia tak menyadari bahwa saat itu ia sedang berjalan mundur dan akhirnya menubruk Luna.
            “You...! trouble maker”, serang Luna tiba-tiba, laki-laki itu hanya diam dan memperhatikan wajah Luna dan ia mengingat bahwa perempuan ini yang kemarin ia temui di airport. “mwo...? trouble maker?”, akhirnya laki-laki itu mengeluarkan kata-kata. “yeah, trouble maker who’d damage my phone in airport tomorrow.”, Luna menyemprotnya lagi dengan kata-katanya “oh...i’m sorry noona, but i think we are equal now, coz you make my foot injured, trouble maker noona!”, jelas laki-laki itu sambil menunjukkan kakinya yang terluka agak parah. “OMG, I hate blood!”, kata Luna sambil menutup matanya “Hya... help me noona!”. “okay, trouble maker, follow me!”, Luna mengajak laki-laki itu ke rumah Hye Ri agar lukanya bisa diobati oleh Hye Ri.  
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            Sesampainya di rumah Hye Ri, Luna mendudukkan laki-laki yang belum ia ketahui namanya itu di sofa ruang tamu rumah Hye Ri, Luna langsung memanggil Hye Ri yang sedang ada di dapur. “Hye Ri, help me please!”, Luna langsung menarik tangan Hye Ri menuju ruang tamu dan sesampainya disana, betapa terkejutnya Hye Ri saat melihat siapa yang sedang duduk di sofa dengan kaki yang terluka. “Chagi-ah...”, kata laki-laki itu “oppa, gwenchanayo?”, sergap Hye Ri karena kaget melihat kekasihnya berada di rumahnya dan yang membawanya adalah Luna. Luna hanya diam karena tak mengerti apa yang mereka katakan, “Luna, dia itu kekasihku yang kuceritakan padamu, his name Kim Young Min.”, “whattt..? dia kekasihmu, trouble maker itu kekasihmu Min Hye Ri?”, kaget Luna “thats right, lovely Luna, bagaimana kau bisa bertemu dengannya?” , tanya Hye Ri masih dengan santainya. Lalu Luna menceritakan semua insiden yang ia alami bersama Young Min pada Hye Ri.
            Akhirnya Young Min memutuskan untuk istirahat di rumah kekasihnya. “hey noona trouble maker, what’s your name?”, tanya Young Min “my name is Luna, Young Min trouble maker!”, jawab Luna dengan ketus lalu pergi meninggalkan Young Min sendirian di ruang tamu. “Hya...nappeun yeoja! Noona trouble maker!”, bentak Young Min, namun hanya dibalas dengan juluran lidah Luna dari kejauhan.
            Ne, arraseo gamshamnida”, jawab Hye Ri menutup percakapannya di telepon dengan managernya “Hye Ri, what’s up?”, tanya Luna “Ohh...manager meneleponku katanya, lusa aku harus berangkat ke Jepang untuk pemotretan selama 2 minggu, jadi aku terpaksa harus meninggalkanmu. Aku berpikir, bagaimana kalau Young Min oppa saja yang menemanimu berlibur disini, lagipula seminggu lagi mungkin salju akan turun.”, jelas Hye Ri panjang lebar “whattt... dengan trouble maker itu? Barangku bisa rusak semua jika dekat dengannya.”, tolak Luna. “it’s okay, lovely Luna, aku sudah mengenalnya lama, jika kau mengenalnya, dia bukan seorang yang buruk kok, believe me  lovely Luna.”, Hye Ri mencoba menenangkan sahabatnya itu, karena dia tak mungkin mengajak Luna ke Jepang bersamanya, cuaca di Jepang yang dingin sangat tidak cocok untuk seorang Luna, di Korea saja ia sudah hampir sakit apalagi di Jepang. Sempat terlintas rasa khawatir dan cemburu di hati Hye Ri, karena meninggalkan namjachingu (kekasih)nya dengan seorang perempuan, tapi ia berusaha mengubur rasa khawatir itu, toh Luna bukan orang asing baginya, dia adalah sahabatnya.
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            Sore hari Luna dan Young Min mengantar Hye Ri ke airport, Hye Ri sengaja memilih penerbangan sore hari agar malamnya ia bisa langsung istirahat sesampainya di Jepang. Young Min mengecup kening Hye Ri di depan Luna dan itu membuat Luna melemparkan pandangan yang seolah berkata kau-sangat-memalukan-sekali kepada Young Min, sementara Hye Ri hanya senyum-senyum sendiri. Sebelum memasuki ruang tunggu Hye Ri berpesan pada Luna “lovely Luna, selama aku pergi kau harus jaga rumahku baik-baik dan ada Young Min oppa yang akan membantumu, oh ya..kau panggil dia oppa saja supaya lebih akrab.”, “alright Min Hye Ri!”, angguk Luna. “saranghaeyo, oppa!”, kata Hye Ri pada Young Min “Na do, chagi-ah..!.”, jawab Young Min. Hye Ri memasuki ruang tunggu keberangkatan, sementara Luna dan Young Min meninggalkan bandara.
            “Young Min trouble maker, i’m so hungry”,kata Luna dengan sedikit ber-aegyo “I know trouble maker, lets dinner together”, kata Young Min dengan PD-nya. “no way, trouble  maker! I can eat by myself”, ketus Luna. Sontak, Young Min menghentikan mobilnya dan menyuruh Luna turun, “move from my car!”, bentak Young Min “what are you doing?”, kaget Luna, Young Min tak memperdulikannya dan mendorong Luna untuk keluar dari mobilnya setelah itu dia melajukan mobilnya dengan kencang.
            “dasar...trouble maker, hanya begitu saja cepat sekali marah dan sekarang aku tak tahu harus kemana.” Luna yang sudah lupa dengan jalan-jalan yang ada di Korea dan buruknya lagi dia sama sekali lupa dengan bahasa korea. Luna memutuskan berjalan lurus mengikuti jalan yang ada dan semakin malam, hujan turun dengan derasnya ditambah cuaca yang sangat dingin sekali, baju Luna yang sudah basah kuyup membuatnya menggigil kedinginan dan terjatuh di jalan. “akan ku balas kau Kim Young Min!”, kata Luna sebelum dia pingsan.
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            “n-ne..chagi-ah, i will protect your lovely friend.” Young Min menutup perbincangannya dengan Hye Ri ditelepon. Tampak sekali jika Young Min sedang cemas dan khawatir, bisa digantung hidup-hidup ia oleh Hye Ri jika dia tahu kalau Young Min yang menyebabkan Luna menghilang atau sesuatu hal yang lebih buruk terjadi pada Luna. Young Min memutuskan untuk meminta nomor ponsel Luna dari Hye Ri, dan segera menghubungi Luna.
@@@@Tokyo@@@@
            Hye Ri tidak bisa tidur dan selalu mengingat-ingat kata yang satu jam lalu diucapkan oleh kekasihnya, rasanya baru sekali itu Young Min mengucap kata “protect”, bahkan dia tak pernah berkata seperti itu padanya, hati Hye Ri lebih merasa tak tenang ketika Young Min menanyakan nomor ponsel Luna. Namun, Hye Ri tetap menenangkan hatinya dengan berpikir bahwa itu hanya perasaannya saja yang terlalu mencintai Young Min. “uljimayo, Hye Ri-ah, kau sendiri yang menyuruh kekasihmu menjaga sahabatmu, tak akan ada apa-apa.”
####SEOUL I’M IN LOVE!####
Young Min akhirnya memutuskan unuk mencari Luna dan ia akhirnya menemukan Luna yang terkapar di pinggir jalan. Young Min langsung mengangkatnya dan membawa Luna ke rumahnya.
            hya...saeng! nuguseyo?”, tanya Kim Mi Young kakak perempuan Young Min , namun Young Min tak merespon kakaknya itu dan langsung membawa Luna ke kamar tamu yang ada di lantai dua rumahnya. Sementara itu, Mi Young yang bingung dengan tingkah adik laki-lakinya itu hanya mengangkat bahu dan meninggalkan rumah adiknya.
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            Young Min mengompres dahi Luna dengan air dingin, sejak tadi Luna belum juga bangun dari pingsannya walau demamnya sudah mulai turun. “Luna-ya ireona, jebal!”, kata Young Min pelan. Young Min sangat takut sekali, bagaiman jika Luna tidak bangun-bangun, serentetan bayangan tentang kejadian-kejadian yang buruk telintas di pikiran Young Min. Akhirnya, Young Min memilih untuk tidur di bawah tempat tidur Luna.
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            Pagi yang dingin membangunkan Luna dari pingsan dan tidur nyenyaknya, hari ini salju sudah mulai turun. “eh...aku dimana? Dan siapa yang menggantikan bajuku?”, heran Luna. Luna tiba-tiba mencium aroma masakan ketika dia sedang asyik memandangi salju yang turun dari jendela kamar.
            Luna berjalan menuju dapur rumah itu dan ia mendapati sesosok laki-laki sedang memasak dengan tenang sambil mendengarkan musik dari I-Pod nya. “excuse me, who are you?”, tanya Luna “hya....trouble maker noona have been gotten up from her long sleep.”, kata Young Min dengan santainya “what....you call me what?”, bentak Luna “i call you, trouble maker noona, lovely Luna.”, jawab Young Min dengan santainya dan dengan masih memasak ramennya. “just Hye Ri that can call me ‘lovely Luna’, understood?”, kata Luna membantah “i’m is Hye Ri’s boyfriend, Lovely Luna.” Balas Young Min dengan santai, karena kesal dengan Young Min, Luna menarik earphone dan I-Pod Young Min lalu melemparnya “nappeun yeoja...!” bentak Young Min “take it, trouble maker!”, kata Luna sambil menjulurkan lidahnya. Alhasil mereka bermain kejar-kejaran sampai masing-masing dari mereka merasa lelah.
####SEOUL I’M IN LOVE!####
          Malam harinya Young Min mengajak Luna berjalan-jalan di Namsan Tower sekaligus menemani Luna yang ingin membeli I-Pad baru dan Young Min yang ingin membeli I-Pod baru. “waaww...it’s so amazing trouble maker, Namsan Tower saranghae!”, teriak Luna dari menara Namsan Tower “shut up Lovely Luna, you can make all ear of person in here deaf!”, Young Min mencoba menyadarkan Luna yang berteriak kesenangan karena memang pemandangan kota Seoul yang indah di malam hari. “okay, trouble maker and stop call me lovely Luna.”, balas Luna, namun Young Min langsung menarik tangan Luna menuju tempat lain di menara itu, “i want to put my name n someone in here, but i dont have nam-ja-chi-ngu..?!”, jelas Luna “okay, i will put our name in here.”, kata Young Min yang membuat Luna melotot heran. Young Min segera mengambil kertas kecil dan menuliskan namanya dan Luna, tak lupa ia juga membawa gembok dan kuncinya. Selesai itu, Young Min membuang kunci gembok itu jauh-jauh, Luna yang mengetahui hal itu hanya diam dan menontonnya saja.
            Sepulang dari Namsan Tower, Young Min dan Luna pergi membeli barang yang ingin mereka beli. Luna yang ingin mencoba I-Pad barunya, mencoba untuk menghubungi Hye Ri melalui ‘skype’.
@@@@Tokyo@@@@
            Hye Ri yang sedang santai menerima panggilan dari Luna dan akhirnya mereka terlarut dalam obrolan asyik mereka. Namun, mata Hye Ri terbelalak kaget ketika melihat ada Young Min yang tiba-tiba tertampak di layar i-Pad miliknya sedang bercanda bersama Luna. Hye Ri langsung panas melihat hal itu, namun dia berusaha menutupinya “gwenchanayo, Hye Ri” ucap Hye Ri pada dirinya sendiri. Sedangkan diseberang sana, sahabat dan kekasihnya sedang bercanda ria, namun kecemburuannya sedikit terobati ketika Luna berkata “cepatlah pulang Hye Ri, i miss you!, aku akan menjaga namjachingumu agar tidak melirik perempuan lain”.
@@@@Seoul@@@@
            Sementara itu, Young Min dan Luna memutuskan untuk pulang setelah melahap donkatzu dan bulgogi dengan porsi besar. Young Min memberhentikan mobilnya di depan gerbang coklat rumah Hye Ri, dan menyuruh Luna untuk turun karena ia sangat ingin segera pulang karena sudah sangat ngantuk “go down lovely Luna, i’m so sleepy.”, kata Young Min “trouble maker, i’m afraid if i must sleep in Hye Ri’s house alone!”, kata Luna dengan takut-takut “alright, you can life in my house during my girlfiend still in Tokyo.”, jelas Young Min, Luna hanya mengangguk-anggukkan kepala saja karena tidak ada pilihan lain untuknya. Luna hanya membayangkan kerusuhan-kerusuhan yang akan terjadi di hari selanjutnya.
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            Luna bangun pagi-pagi sekali, dia berusaha mengalahkan rasa kantuknya karena perutnya sangat lapar sekali. Luna berusaha mencari bahan makanan yang bisa dimakan, namun tak ada satupun makan yang bisa di masak, yang ada hanya sebungkus pasta dan makaroni. Luna memutuskan untuk membuat spaghetti saja.
            Young Min baru saja bangun dari tidurnya dan langsung mencium aroma spaghetti yang lezat, dia hanya berpikir kakaknya, Mi Young sedang berada di rumah dan sedang memasak spaghetti untuk sarapan. Young Min bergegas menuju dapur dan setelah ia tahu siapa yang sedang duduk manis memakan spaghetti di meja makan, dia langsung berteriak “hya.....Lovely Luna, what are you doing here?”, Luna yang memakan spaghetti-nya kaget akan teriakan Young Min dan langsung menoleh “i am cooking and now i eat spaghetti,do  you want?”, jawab Luna dengan wajah innocentnya “how dare you come to my house and cook in my kitchen?”, Luna langsung menahan amarah dan berkata dengan santainya pada Young Min “its okay, trouble maker oppa , let’s sit and have breakfast with me?”, Young Min menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal dan teringat kata-kata persetujuannya untuk mengizinkan Luna tinggal di rumahnya selama Hye Ri masih di Tokyo. Mereka berdua sarapan dengan damainya ditemani dengan turunnya salju.
            Cuaca di luar sangat tidak baik, sehingga Luna memutuskan untuk tidak keluar rumah. Luna berjalan-jalan mengelilingi rumah Young Min dan dia berhenti ketika mendengan dentingan suara piano yang sangat indah “mungkinkah trouble maker itu yang memainkannya, tapi tak mungkin dia memiliki bakat dan suara yang sangat bagus seperti itu.” Pikir Luna. Luna memutuskan untuk mencari sumber suara sambil mengikuti alunan lagu yang sedang dimainkan, alhasil dia menemukan Young Min yang sedng bermain piano sambil bernyanyi dengan damai. Mereka berdua terbawa oleh suasana,dan akhirnya bernyanyi bersama sampai Young Min mengakhiri permainan pianonya. “your voice is good.”, kata Young Min “thank you very much trouble maker, all of person confess that my voice is very good, oppa.” Young Min langsung menarik tangan Luna menuju ruangan yang sepertinya ruang untuk rekaman.
            “waaw....you want me to record my voice?”, tanya Luna dengan senangnya “that’s right, Lovely Luna.”, kata Young Min. Mereka berdua merekam suara mereka dengan bernyanyi lagu ‘Like A Star’, setelah selesai dan menjadi sebuah lagu, Young Min memasukkannya ke dalam I-Pod barunya.
            Malam harinya, Luna merasa kedinginan sekali, walau dia sudah memakai sweater plus selimut tebal berlipat-lipat. Young Min yang melihat itu, langsung bergegas menuju dapur dan membuat Goguma (sweet potato) untuk Luna. Setelah Goguma (sweet potato) sudah jadi, Young Min menghampiri Luna di ruang tengah yang sedang asyik memandangi salju turun sambil sesekali menggigil. “Lovely Luna, i make Goguma for you!”, kata Young Min dengan senangnya “waaahh...its look nice trouble maker oppa.”, jawab Luna. Mereka memakan Goguma berdua, Luna yang tidak terlalu bisa memakan Goguma dengan baik selalu membuat repot Young Min.
            Setelah Goguma termakan habis tanpa sisa, Luna dan Young Min memutuskan untuk mencuci piring berdua, ketika Luna berjalan dengan sedikit berlari menuju dapur, tak disangka terdapat kulit Goguma yang membuat Luna hampir jatuh jika Young Min tidak menopangnya. Mereka berdua terbawa oleh suasana dan saling menatap satu sama lain “i’m sorry oppa, but i have go to my bedroom.”, Luna yang pertama sadar, langsung menepis tangan Young Min dari bahunya dan bergegas menuju kamar. Luna merasa ada yang aneh dengan dirinya ketika berhadapan dengan Young Min “God, kenapa jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya?!”.
            Young Min yang masih terpaku di tempatnya dan berusaha untuk mencerna apa yang tadi terjadi, mengingat-ingat sikap Luna yang jadi salah tingkah seperti tadi, membuat Young Min senyum-senyum sendiri.setelah itu Young Min masuk ke dalam kamarnya, ketika mengecek ponselnya ia kaget karena terdapat berpuluh-puluh panggilan tak terjawab dari Hye Ri “omo....Hye Ri!”, seru Young Min dan langsung menghubungi kembali Hye Ri namun hasilnya tak ada jawaban
@@@@Tokyo@@@@
            “apa yang oppa lakukan dengan Luna, hingga dia melupakanku seperti ini?”, cemas Hye Ri karena sedari tadi panggilannya tidak dijawab oleh kekasihnya. Hye Ri takut jika semua hal buruk yang ia pernah bayangkan akan terjadi ketika dia pulang dari Tokyo nanti.
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            Tak terasa besok adalah hari kepulangan Hye Ri dari Tokyo, itu artinya Luna akan kembali tinggal di rumah Hye Ri lagi. Young Min yang tidak ingin melewatkan hari terakhir mereka, mengajak Luna bermain di Lotte World.
            Sampai tengah hari, mereka berdua masih menikmati wahana di Lotte World “oppa, lets try Bungee Jumpping!”, ajak Luna, entah kenapa kedua orang itu sangat bahagia hari itu. Setelah lelah memainkan wahana yang ada, mereka berkeliling menuju stand-stand pedagang yang ada di sana, alhasil mereka membeli beberapa barang yang berpasangan, seperti bando kelinci, gantungan ponsel dan yang paling menarik adalah sepatu kets yang dilukis oleh Young Min sendiri.
            Sepulang dari Lotte World, Luna mengajak Young Min untuk menemaninya ke toko buku. Di sana, mereka memilih buku apa yang akan mereka ingin beli masing-masing, dan tak disangka mereka membeli beberapa judul buku yang sama.
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            Pagi-pagi sekali Luna bangun dan langsung menuju kamar mandi, setelah itu ia memasak sarapan di dapur. Hari ini, ia dan Young Min akan menjemput Hye Ri di Incheon Airport. “hmmm...sudah 2 minggu aku di rumah trouble maker ini, dan harus meninggalkannya, rasanya aku akan merindukan hari-hariku bersamanya.”, pikir Luna. 2 minggu yang mengesankan, sangat jauh dari pikiran Luna sebelumnya, tentang kekacauan yang terjadi di antara mereka, tiba-tiba Luna mendengar suara bel.”who are you?”, tanya Luna dengan sopan pada Mi Young, “my name Kim Mi Young, Young Min’s daughter, and you?” tanya Mi Young karena dia belum pernah melihat Luna dan tiba-tiba Luna sudah tinggal serumah dengan adiknya.
            Setelah melakukan perbincangan agak lama Luna akhirnya mengajak Mi Young sarapan bersama, tak lupa ia membangunkan Young Min yang masih terlelap di kamarnya. Mi Young yang melihat sikap Luna merasa aneh, bagaimana bisa mereka hanya 2 minggu yang lalu berkenalan tapi sudah sesantai dan seakrab itu, apalagi ketika di meja makan, Young Min tak henti-hentinya menceritakan kejadian-kejadian lucu  yang terjadi padanya dan Luna. “by the way, you two its look very match.”, kata Mi Young dengan santainya, namun mengakibatkan Young Min dan Luna hampir tersedak dan salah tingkah.
            Ketika Young Min dan Luna akan berangkat menjemput Hye Ri, Mi Young menahan Luna dengan alasan ia ingin berbincang dan tahu lebih banyak tentang Luna. Akhirnya, Young Min berangkat sendiri menjemput Hye Ri.
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            Ketika Hye Ri sudah bertemu dengan Young Min di bandara, spontan saja Hye Ri langsung memeluk Young Min di tengah-tengah kerumunan orang-orang “oppa, bogoshipo!”, kata Hye Ri dengan manja, namun Young Min hanya menanggapinya dengan senyuman tipis dan langsung mengajak Hye Ri meninggalkan tempat itu.
            Malamnya, Young Min mengajak Hye Ri dan Luna untuk makan malam bersama ia dan kakaknya, sebagai tanda kepulangan Hye Ri dan juga Young Min ingin melamarnya malam itu. “this is last night i’m here, its so sad, but its so funny.”, kata Luna, Young Min yang duduk di depannya langsung mengusap rambut Luna dan itu membuat Hye Ri kaget. “apakah hubungan mereka sedekat itu?”
            “Hye Ri, will you marry me?”, kata Young Min dengan berlutut di hadapan Hye Ri, dan dengan senang hati Hye Ri menjawab “yeah, i will oppa.”,jawab Hye Ri. Di sisi lain, hati Luna terasa hancur saat menyaksikan peristiwa yang belum satu menit berlalu itu. Luna langsung meninggalkan tempat dengan berusaha tenang. “apa yang terjadi denganku?”, kata Luna pada dirinya sendiri.
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            Luna pergi ke Namsan Tower sendirian, daripada ia harus menemani Hye Ri untuk mempersiapkan pernikahannya dengan Young Min. Luna kembali teringat akan dua nama yang dituliskan oleh Young Min di menara ini, tiba-tiba Luna meneteskan air mata. Luna semakin sadar bahwa ia menyimpan perasaan pada Young Min, namun dia rasa perasaan itu hanya ia saja yang merasakan, dan sekarang Luna juga harus mengubur rasa itu dalam-dalam. “aku pulang saja ke Indonesia, selamat tinggal Namsan Tower, selamat tinggal kota Seoul.”, pikir Luna.
            Sementara itu, Hye Ri dan Young Min yang tengah sibuk mempersiapkan pernikahan mereka sepertinya melupakan Luna. Namun ketika tak sengaja Young Min membaca sebuah tulisan yang berbunyi “Love is, when you’re  not feel bored had words with she, Love is when she was feel comfortable near you”, entah kenapa Young Min jadi teringat akan hari-harinya bersama Luna, begitu menyenangkan dibandingkan dengan Hye Ri. Namun Young  Min segera menepis pikiran tak jelasnya itu, karena ia sudah memilih Hye Ri, jadi ia juga harus mempertanggung jawabkan pilihannya itu.
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            Selesai dengan urusannya hari ini, Hye Ri mengajak Young Min makan siang bersama tak lupa ia juga mengajak Luna, karena ia merasa bertanggung jawab atas Luna yang datang ke Korea hanya untuk bertemu dengannya. Ketika mereka sedang makan bersama, tiba-tiba Young Min mengelap pinggir bibir Luna karena ada sisa saus yang melekat disana. Pemandangan itu sontak membuat Hye Ri kaget, namun Luna segera menepis tangan Young Min dan membersihkan sisa saus itu sendiri.
            Selesai mereka makan siang, mereka bertiga langsung pulang. Di perjalanan, Hye Ri seperti hanya jadi penonton saja karena sejak tadi Young Min dan Luna asyik bergurau dan sesekali menceritakan pengalaman mereka berdua ketika Hye Ri berada di Jepang. “apakah kalian sudah sedekat itu?”, tanya Hye Ri yang membuat sahabat dan kekasihnya menghentikan kegiatan mereka “tentu tidak Hye Ri, pasti kamu yang lebih dekat dengan oppa.”, jelas Luna, Hye Ri kaget sekali Luna bahkan memanggil Young Min dengan sebutan ‘oppa’, tapi bukankah ia sendiri yang menyuruh Luna memanggil Young Min dengan sebutan ‘oppa’.
            Suasana diam berhasil dipecahkan oleh Luna “i will go back to Indonesia tomorrow.”, kata Luna dengan santai. Young Min kaget mendengar itu “why must tomorrow?”, tanya Young Min, Hye Ri yang mendengar itu langsung menjelaskan “its okay oppa, Luna promise that she will come to our wedding, dont worry.”.
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            Luna mengemas barang-barangnya karena tiga jam lagi ia harus sudah ada di bandara. Tiba-tiba sebuah e-mail masuk dan setelah dilihat ternyata Young Min mengirim rekaman lagu mereka berdua, tak lupa Young Min menuliskan kata-kata perpisahan untuk Luna ‘to my Lovely Luna, if you miss me,just play this song. Thank you, two weeks with you is very happy for me. Dont forget to come to my wedding next month’. Air mata Luna tiba-tiba jatuh begitu saja, namun ia harus menahan semua itu, ia tak ingin Hye Ri kecewa dengannya.
            Luna akan memasuki ruang tunggu, sebelum itu ia berpesan dan berkata selamat tinggal pada Hye Ri dan Young Min. Setelah sosok Luna hilang dari pandangan, Hye Ri dan Young Min memutuskan untuk pulang, namun ketika mereka akan memasuki mobil tiba-tiba Young Min berkata bahwa ia ingin ke toilet.
Setelah diizinkan pergi ke toilet, Young Min langsung memasuki bandara lagi dan menuju ruang tunggu, ia tak menghiraukan beberapa petugas yang menanyainya tentang tiket, passport atau lainnya. Akhirnya Young Min menemukan Luna yang sedang terduduk lemas di kursi. “Lovely Luna!”, kata seseorang yang memaksa Luna untuk mengalihkan pandangannya dari I-Pad miliknya “oppa...!”, kata Luna sambil berlari kearah Young Min dan langsung memeluknya. “i think i love you, Lovely Luna.”, kata-kata yang dilontarkan Young Min membuat Luna terdorong untuk mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya, namun ia masih sadar bahwa Hye Ri ada diantara hubungan mereka. “what do you say, go back to Hye Ri and dont dissapointing she, a-rra-chi?”,kata Luna dengan menahan air mata. “i must go now, good bye oppa.”,kata Luna dengan sedikit menunduk karena ia tak ingin Young Min tahu bahwa saat ini ia ingin meneteskan air matanya.
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            Setelah kepulangan Luna ke Indonesia, Young Min menjadi orang yang pendiam dan tertutup bahkan bersama Hye Ri pun ia tak merasa nyaman. Hye Ri yang merasa bahwa Young Min berubah hanya berdoa semoga ia tak kehilangan orang yang ia cintai.
            @@@@Indonesia@@@@
            Luna sedang menatap hujan lewat kaca jendela kamarnya sambil memutar lagu yang ia nyanyikan bersama Young Min. “tuhan...hanyutkanlah rasa rinduku ini lewat hujan, sampaikan rasa rinduku ini pada orang yang ada di Seoul sana.”, Luna meneteskan air matanya lagi, kali ini ia benar-benar tak bisa menahan kesedihannya.
@@@@Seoul@@@@
            Suasana di Seoul pun tak ada bedanya dengan di Indonesia. Young Min juga rindu akan sosok Luna. Ia hanya bisa mendengar lagu yang pernah ia nyanyikan bersama Luna sambil mengingat-ingat semua kejadian yang telah ia lewati bersama Luna. Tiga hari lagi adalah hari pernikahannya dengan Hye Ri, mau tak mau Young Min harus bertanggung jawab atas semua ini, toh dia yang melamar Hye Ri di depan Luna waktu itu.
            Lamunan Young Min dibuyarkan oleh kedatangan Mi Young “hya saeng, ige mwoya?”, tanya Mi Young “gwenchanayo noona.”, jawab Young Min singkat. Mi Young tahu apa yang sebenarnya dirasakan oleh adik laki-lakinya itu, namun apa yang bisa ia lakukan. “Young Min-ah, three days again, before the day you still can chase your true love.”, kata Mi Young sambil berlalu meninggalkan kamar adiknya. “nan jeongmal bogoshipoyo, Lovely Luna
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            Hye Ri mengirim e-mail untuk Luna yang berisi tentang penagihan janji pada Luna untuk datang di pernikahannya dua hari lagi, ia ingin Luna menjadi pendampingnya ketika berjalan di altar nanti. Hye Ri sadar akan keadaannya saat ini, ia hanya tak tahu berperan sebagai apakah dia di dalam cinta segitiga ini. Hye Ri hanya tak ingin dikemudian hari ia kecewa akan keputusan yang ia buat di masa lalunya.
            @@@@Indonesia@@@@
            Rasanya berat sekali ketika kita harus melihat orang yang kita cinta tengah menunggu orang yang sedang berjalan di altar menuju kepadanya, namun kita hanya menjadi pendampingnya saja, itulah yang irasakan dan dibayangkan Luna. Namun ia tak ingin mengecewakan sahabatnya di hari bahagianya nanti. Luna mengambil penerbangan malam hari menuju Korea.
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            Hye Ri kaget melihat Luna sudah berdiri di ambang pintu rumahnya pagi-pagi buta seperti ini. Ia langsung menyuruh Luna untuk masuk ke dalam. Hye Ri hanya berpikir ‘apakah Luna main-main dengan apa yang dia lakukan, dia mencintai oppa dan besok ia harus melihat aku dan oppa mengucap janji setia’.
            Sampai malam harinya, Hye Ri masih meninggalkan Luna di rumahnya sendirian, dia terlalu sibuk dengan acaranya besok. Luna hanya melamun sambil mendengarkan lagu dari I-Pad miliknya. Tiba-tiba sebuah ide terlintas dipikirannya, Namsan Tower.
            Luna sampai di menara Namsan Tower, tempat dimana ia dan Young Min pernah meletakkan nama mereka bersama dengan nama pasangan-pasangan lainnya, padahal saat itu mereka tak ada hubungan apapun. “mungkin ini yang terakhir kalinya, aku melihat tulisan ini, setelah malam ini aku tak akan melihatnya lagi karena salah satu dari pemilik nama itu sudah menjadi milik orang lain” ,kata Luna dengan menahan air matanya, kebetulan saat itu Namsan Tower sedang sepi, sehingga Luna tak malu jika harus meneteskan air matanya sekarang, alhasil Luna menangis disana sampai ia tak menyadari seseorang yang tengah berdiri di belakangnya “althought the one of name in this papper will be mine another person, but the love from two name will life forever in here, Namsan Tower.”, kata-kata orang itu sontak membuat Luna membalikkan badannya, dan langsung berlari memeluk orang itu, sosok yang ia rindukan dan esok hari ia harus menjadi milik sahabatnya.
            Luna dan Young Min duduk di bangku menara Namsan Tower, melihat bintang yang sedang bersinar memenuhi langit malam Seoul. “oppa, maybe, this is the last we can together like this.”, kata Luna “its okay, i just want to spent this night with you in here, Lovely Luna.”, kata Young Min dengan tenangnya “oppa, dont call me Lovely Luna”, kata Luna mengingatkan, apa jadinya bila Hye Ri tahu Young Min masih memanggilnya Lovely Luna.”look, i wear the shoes from you, oppa.”, kata Luna mengalihkan pembicaraan, Young Min hanya tersenyum dan berkata “Saranghae Luna, nomaden Saranghae.”
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            @@@@The Wedding@@@@
            Hye Ri sudah siap dengan gaun putih panjang yang membalut tubuhnya,sementara itu Luna datang dengan gaun putih simple, membuatnya tak kalah cantik dengan Hye Ri. Mungkin para tamu yang datang akan sulit membedakan manakah pengantin wanitanya, karena mereka berdua sama-sama memakai gaun putih.
            Ketika Luna menggandeng Hye Ri berjalan di altar menuju Young Min, semua tamu yang hadir banyak yang berbisik-bisik ‘manakah pengantin wanitanya, ataukah mereka berdua yang akan menikah?”. Young Min yang berdiri di seberang altar sangat terkagum-kagum namun bukan dengan penampilan Hye Ri, tapi dengan Luna.
            Setelah sampai dihadapan Young Min, Luna meletakkan tangan Hye Ri ke tangan Young Min “keep my best friend forever, oppa.”, kata Luna sementara itu Young Min hanya tersenyum tipis dan Hye Ri hanya tertunduk. Beberapa detik kemudian, Hye Ri tiba-tiba menarik tangan Luna dan meletakkannya diatas tangan Young Min “kau yang pantas bersama oppa, Lovely Luna”, kata Hye Ri dengan beerkaca-kaca, sebenarnya Hye Ri tak ingin melepaskan Young Min namun mengingat mereka berdua saling mencintai, membuat Hye Ri merasa seperti penghalang hubungan Luna dan Young Min meski Hye Ri yang lebih dulu mengenal Young Min.
            Saranghae, Lovely Luna. Now, you believe the miracle of love?”,kata Young Min setelah mereka selesai mengucap janji setia.”yeah..i believe trouble maker oppa.”,kata Luna “hya....you call me what?”,Luna yang menyadari dirinya akan mendapat pertengkaran dengan Young Min langsung ingin berlari, namun tangan Luna tiba-tiba ditarik oleh Young Min, dan sontak setelah Young Min mencium kening Luna sambil berkata “Saranghae!”.
            Luna menghampiri Hye Ri yang duduk dengan wajah tertunduk di taman gereja, “ini untukmu Min Hye Ri.”, kata Luna sambil menyerahkan rangkaian bunga pada Hye Ri, Hye Ri yang menyadari kehadiran Luna langsung mendongakkan wajahnya “jika aku menikah, kau juga harus menikah, pengorbananmu untukku akan selalu aku ingat Hye Rin.”, jelas Luna. Tanpa berkata-kata lagi, Hye Ri langsung memeluk Luna dan meneteskan air matanya “kau tahu bagaimana rasanya hatiku sekarang, hancur! Tapi hatiku lebih hancur jika dikemudian hari aku harus menerima kenyataan pahit bahwa oppa tidak mencintaiku dan hanya mencintaimu Luna, aku bahagia jika melihat orang-orang yang kucintai juga bahagia.”, kata Hye Ri dengan terisak-isak.
            Sementara itu, Young Min tak sengaja mendengar kata-kata yang diucapkan hye Ri, ia merasa bersalah pada Hye Ri. Young Min menghampiri Luna dan Hye Ri yang masih berpelukan sambil menangis “Mianhae, Hye Ri-ah.”, kata Young Min pelan. Hye Rin dan Luna langsung melepas pelukan mereka “gwenchanayo oppa.”, kata Hye Rin dengan tersenyum sambil mengusap air matanya.
            Sore hari, Young Min dan Luna mengunjungi Namsan Tower, melihat nama mereka berdua terpajang bersama nama pasangan-pasangan lainnya, jika dulu mereka datang bukan sebagai pasangan namun sekarng mereka merasa bahwa merekalah pasangan paling bahagia di dunia ini. “oppa, saranghae yeongwonhi, jeongmal saranghae.”,kata Luna dengan terbata-bata karena ia baru belajar bahasa Korea lagi “Na do Lovely Luna.”.”gomawo Min Hye Ri,gomawo Seoul, gomawo Namsan Tower, i’m happy now”, teriak Luna. Mereka berpelukan di menara Namsan  Tower ditemani dengan terbenamnya matahari.
####END OF THE STORY ‘SEOUL I’M IN LOVE!’####

Cerpen karya : Delia Paramita
Facebook : dhellia.paramitha
TTL :Blitar, 8 juli 1999 
Sekolah : SMPN 1 Srengat
Kelas : 8 H