Selasa, 19 Februari 2013

Into The New Love



-INTO THE NEW LOVE-

          *prok....prok....prok*, suara tepuk tangan menggema di seluruh penjuru ruangan konser itu, mengakhiri penampilan 7 wanita cantik yang membawakan salah satu lagu andalan mereka ‘more’. Shiella, Nadine, Ticka, Mauryn, Maura, Nimmy, dan Febiola, siapa yang tak kenal dengan mereka, anggota dari girlband yang sedang naik daun, Elegant Girls. Seluruh penjuru dunia pun tahu tentang mereka, girlband Indonesia pertama yang dapat Go! Internasional. Malam ini, Elegant Girls baru saja menyelesaikan tour dunia bersama boyband dan girlband lainnya di Bangkok, Thailand. Cerita ini, menceritakan perjalanan hidup Elegant Girls ‘Shiella’ , leader Elegant Girls yang berbakat mungkin di segala bidang dan mendapatkan bonus anugerah langka dari Tuhan, yaitu mempunyai indra keenam. Shiella kadang bisa menjadi pendiam dan pemurung tanpa sebab, namun member Elegant Girls lainnya mengira bahwa itu efek karena Shiella punya indera keenam. Sampai suatu hari, Shiella mengikuti sebuah variety show horror yang akan syuting di sebuah camp militer. Ketika pengambilan gambar dilakukan, tiba-tiba Shiella menangis dan berkata ‘kajjima’ sebelum akhirnya ia tak sadarkan diri. Berita itu segera menyebar luas ke penjuru dunia dan mendapat respon yang besar sekali, terutama bagi fans Shiella. Berbagai persepsi dari banyak orang terpampang jelas di berbagai blog, forum,jejaring sosial, dsb. But....what right happened with Shiella?...........
          -----------------------------------------------------------------------
          Hari ini para member Elegant Girls akan bertolak ke negeri ginseng, Korea Selatan tepatnya di Kota Seoul. Elegant Girls tak berangkat sendiri, namun ditemani oleh para lelaki tampan nan berbakat dari sebuah boyband, ‘Moccachino’. Boyband yang beranggotakan 7 laki-laki hebat itu merupakan pasangan dari girlband Elegant Girls untuk status boy&girlband pertama yang bisa Go! Internasional. Moccachino beranggotakan Morgan, Radith, Chicco, Roland, William, Sandy, dan Romeo. Saking seringnya mereka berkunjung ke Seoul, dan tentu saja sering juga satu panggung dengan boy&girlband populer Korea, Elegant Girls dan Moccachino sampai berteman baik dengan idol-idol Korea itu, bahkan tak jarang mereka menginap di dorm salah satu boy&girlband itu.
          Elegant Girls dan Moccachino berangkat minus dengan leader group mereka, Shiella dan Morgan. Dua leader itu akan menyusul para member lainnya dua hari lagi karena mereka harus menyelesaikan syuting episode terakhir drama yang memasangkan mereka berdua. Sebenarnya sudah banyak rumor yang mengatakan bahwa mereka punya hubungan khusus, namun dengan kompak dua leader itu selalu membantah isu miring yang menimpa mereka.
          “jangan tinggalkan aku, bertahanlah untukku”, seru Shiella di tengah isakan tangisnya yang semakin meledak ketika melihat orang yang sangat dicintainya terbaring lemah dan sekarang berada di ambang kematian “walau aku harus pergi, kau tetap kusimpan disini”, kata Morgan dengan lemah sambil mengarahkan tangan Shiella ke dada sebelah kirinya, tiba-tiba elektrokardiograf yang dipasang menunjukkan tanda garis hijau lurus, menandakan Morgan telah tiada, sontak perempuan di sampingnya meledakkan tangisnya dan akhirnya..... “cut”, pekik sang sutradara ceria. “akting yang bagus, terima kasih untuk syuting terakhir drama ini”, kata sang sutradara. “sama-sama”, jawab Shiella dan Morgan bersamaan kemudian mereka menjabat tangan sang sutradara serta pemain drama dan para kru yang ada.
          “huuufttt...akhirnya selesai juga.”, kata Shiella sambil merebahkan dirinya ke sofa di ruang make up, saking lelahnya Shiella terlelap disana. Beberapa menit kemudian, Morgan datang dengan membawa french fries kesukaan Shiella. Morgan mengambil satu kentang goreng hangat itu dan mengarahkannya ke depan hidung Shiella, seketika itu Shiella mencoba mengumpulkan semua nyawanya ketika dia merasa mencium bau makanan favoritnya. Akhirnya ide jail Morgan untuk membangunkan Shiella berhasil juga, mereka berdua makan malam di ruang make up.
          “jangan lupa besok kita masih ada satu jadwal pemotretan lagi, butter gummy”, jelas Morgan ketika sampai di depan pintu kamar apartemen Shiella “okay black shadow”, balas Shiella sambil mencubit pipi Morgan dan akhirnya menutup pintu apartemennya. Morgan sering sekali mengantarkan Shiella ke apartemennya, bahkan mengantarkan Shiella pulang mungkin sudah menjadi rutinitas dari seorang Moccachino ‘Morgan’. Kerap kali ada papparazzi yang memotret mereka sedang berjalan berdua dan alhasil munculah skandal mereka (lagi) baik di koran, majalah, blog, forum,  ataupun jejaring sosial. Isu kedekatan dua leader ini sempat mereda ketika munculnya rumor yang mengatakan bahwa Ticka dan Romeo sedang berpacaran dan ketika di konfirmasikan ternyata kabar itu benar adanya.
-INTO THE NEW LOVE-
     Setelah menyelesaikan pemotretannya, Shiella dan Morgan memutuskan untuk pergi ke toko buku. “untuk siapa buku sebanyak itu kamu beli?”, tanya Shiella keheranan karena Morgan menenteng keranjang yang berisi tumpukan berbagai novel “yaa untuk akulah, kalau kamu yaa beli sendiri sana...!”, jawab Morgan. Shiella heran sekali, selama ia mengenal seorang Morgan, ia tak pernah tahu bahwa Morgan adalah seorang yang hobi mengoleksi novel atau mungkin ia suka membaca cerita-cerita di novel?. “makanya buka dong situs resmi Moccachino, masa sih seorang Shiella yang satu management dengan Moccachino dan sangat akrab dengan setiap membernya nggak tahu kalau leadernya Moccachino hobi banget baca novel”, terang Morgan “yee....dasar narsis pake promosi situs resminya Mocca lagi”, ledek Shiella.
          Sore-sore gini...enaknya ngapain yaa?”,gumam Shiella pada dirinya sendiri “nonton yukkk...!”, ajak Morgan ke Shiella, yang diajak langsung menganggukkan kepalanya pertanda ia menyetujui ajakan Morgan. Sesampainya di Cinema XXI, Morgan mengajak Shiella menonton film ‘Horse War’, namun Shiella tiba-tiba menundukkan kepalanya tak ingin melihat trailer film itu, sikap Shiella yang aneh membuat Morgan bingung dan memutuskan untuk melihat sekuel terakhir film Harry Potter saja. “Shiel, tadi kenapa kamu jadi aneh waktu liat trailernya Horse War, padahal film itu bagus looohh...  ada peperangannya dan aksi-aksi dari prajurit yang nembak-nembak gitu, pasti seru..!”, oceh Morgan, sementara Shiella hanya diam tak menjawab. “emmm...yaudah kalo kamu gak mau jawab, udah malam juga nih, besok kita harus berangkat pagi ke Seoul.”, kata Morgan dan langsung menuju basement untuk mengambil mobilnya dan melajukannya ke apartement milik Shiella. Entah kenapa, ia merasa khawatir pada Shiella, sejak pulang dari bioskop Shiella hanya bungkam saja.
          -INTO THE NEW LOVE-
Matahari belum juga menampakan sinarnya, namun Shiella sudah pergi ke kamar mandi dan mandi sebersih-bersihnya. Setelah selesai mandi, Shiella berpakaian serba panjang dan hangat karena ia tahu di Korea sedang musim salju. Ketika Shiella sedang mengecek barang-barang yang akan ia bawa, tiba-tiba bel apartementnya berbunyi, Shiella langsung beranjak dan menuju ke intercom yang terpasang di dekat pintu, ternyata yang datang adalah Morgan. “kenapa pagi sekali menjemputku, penerbangan masih 4 jam lagi dari sekarang”, kata Shiella “biarkan aku masuk dulu butter gummy”, jawab Morgan dengan tenang. Setelah duduk di sofa ruang tamu, Morgan membuka tas ranselnya dan mengeluarkan kotak berwarna biru “apa itu?”, tanya Shiella penasaran “ini, bukalah...  sebagai permintaan maafku atas perlakuanku tadi malam”, jelas Morgan dengan raut muka memelas, Shiella mengerti apa yang Morgan katakan. Sedikit saja sesuatu yang mengingatkan Shiella pada masa lalu pedihnya itu, ia akan meneteskan air matanya, namun kali ini ia tak ingin menangis konyol di depan Morgan karena ia juga tak bisa memberitahu alasan ia menangis.
“ternyata leader Moccachino ini suka memasak yaa..”, ledek Shiella, karena ia jarang menemui seorang laki-laki yang pandai memasak. “aku ‘kan hebat di segala bidang”, pamer Morgan dengan suara yang dibuat-dibuat “ahh..sudahlah... bagaimana kalau sekarang kita makan kimchi ini bersama-sama?”, usul Shiella, Morgan hanya mengangguk dengan santai. Shiella langsung mengambil beberapa alat makan di dapur, namun sebelum itu ia belok ke depan wastafel untuk mencuci wajahnya. Sejak tadi Shiella menahan tangisnya “tuhan...kenapa orang itu harus sama mirip dengan...”, kata Shiella terbata-bata karena ia tak sanggup mengucap nama seseorang di masa lalunya itu.
Setelah menghabiskan sekotak kimchi yang dibawa Morgan, mereka akhirnya memutuskan untuk berangkat ke bandara sekarang, hati Shiella sudah lebih tenang dari sebelumnya. “nanti aku akan belajar berbagai macam masakan korea, kau tahu?”, kata Morgan ditengah kesunyian mereka “ehh... kau akan minta bantuan pada siapa, member Mocca yang lain kan tidak tertarik dengan urusan dapur, mereka hanya tahu makan saja”, jawab Shiella “mungkin....aku akan minta bantuan pada ryeowook SuJu saja, kan dia pintar memasak”, cetus Morgan tiba-tiba “terserahmu sajalah, tapi berjanjilah padaku untuk membuatkan aku ramen yaa..”, rengek Shiella. Morgan tidak menjawab, ia hanya mengacungkan ibu jarinya pada Shiella.
Sampai di bandara, mereka sudah disambut oleh ribuan fans yang menghalangi jalan setiap orang, para petugas bandara berusaha keras menertibkan mereka, tak ketinggalan para wartawan dari berbagai stasiun tv sudah berjaga disana untuk melontarkan pertanyaan pada dua leader itu. Yang ditunggu-tunggu kedatangannya hanya berjalan lurus sambil di dampingi oleh bodyguard, sesekali mereka melambaikan tangannya pada fans, dan wartawan sibuk memotret juga melontarkan pertanyaan yang menurut Shiella dan Morgan itu adalah pertanyaan yang tidak penting. Seorang wartawan yang segera menyadari akan ada berita heboh jika ia berhasil mengambil satu saja gambar pada detik itu, ia langsung memotret Morgan dan Shiella. Ternyata wartawan itu memperhatikan dua leader itu sedang bergandeng tangan, setelah ini pasti skandal antara leader Elegant Girls dan leader Moccachino akan terdengar lagi.
-INTO THE NEW LOVE-
Setelah pesawat yang mereka tumpangi mendarat di Incheon Airport, mereka langsung bergegas meninggalakan bandara internasional Korea Selatan itu. Sekali lagi mereka harus melewati lautan fans yang berjajar di sekeliling bangunan bandara itu dan meneriaki nama mereka berdua. Shiella yang tak ingin dianggap sebagai publik figur yang tidak menghormati fansnya langsung menghentikan langkah dan mengajak Morgan untuk membungkuk 900 dihadapan para fans mereka di Korea sebagai tanda penghormatan. Para fans yang diperlakukan seperti itu langsung berteriak histeris tak karuan “gamshamnida, dont forget to watch our perform at Music Bank tomorrow. Saranghaeyo....!”, kata Morgan pada fans sebelum ia dan Shiella memasuki mobil yang akan membawa mereka ketempat menginap para member lainnya.
“huhh..benar-benar resiko menjadi orang populer”, kata Shiella menghela napasnya “yeah....tanpa fans juga kita tak akan seperti ini, jadi hargailah mereka”, jelas Morgan. Shiella hanya mendengarkan kata-kata Morgan namun tak menjawabnya, ia langsung membuka I-Pad kesayangannya dan membuka situs Yahoo! OMG. ‘Moccachino Morgan and Elegant Girls Shiella are dating again?’, Shiella menghela napas panjangnya lagi setelah membaca judul berita itu. Lagi-lagi skandal mereka muncul ke permukaan. “lupakan saja berita itu dan anggap tidak ada, ujung-ujungnya kita harus menjelaskan untuk yang kesekian kalinya pada publik bahwa hubungan kita hanya sebatas adik-kakak saja, kan?”, Morgan berusaha menenangkan Shiella, mungkin Shiella sudah benar-benar lelah tentang berita skandal mereka berdua. Morgan mengelus puncak kepala Shiella agar perempuan itu tenang, Shiella yang diperlakukan seperti itu langsung memandang Morgan dengan tetesan air mata di pipinya “kau....kenapa kamu harus sama dengan dia?!”, kata Shiella “maksudmu?”, tanya Morgan yang tak mengerti kemana arah pembicaraan Shiella ditambah lagi dengan tangisan Shiella. “Never Mind”, kata Shiella akhirnya, mungkin belum saatnya kisah itu ia ungkapkan pada orang-orang dikehidupannya saat ini.
-INTO THE NEW LOVE-
Sesampainya Shiella di hotel tempat menginap para member Elegant Girls lainnya, ia langsung merebahkan tubuhnya ke sofa panjang, kedatangan segera disambut oleh member lainnya “skandal lagi?”, tanya Mauryn “biarkan saja, aku dan Morgan tak ada apa-apa.”, jawab Shiella dengan santainya. “benarkah...padahal jika dua leader ini benar-benar menjalin hubungan, maka seluruh dunia akan gempar.”, kata Febiola dengan agak ketus “apa maksudmu?”, tanya Shiella tak mengerti “tidak ada, aku hanya mengingatkan jika menjalin hubungan antar grup di satu management itu dilarang, apalagi yang melakukannya adalah seorang leader, memalukan sekali!”, ketus Febiola, Shiella hanya diam namun Maura angkat bicara karena sangat muak sekali dengan sikap Febiola yang tak jelas “apa maksudmu, kalau kamu cemburu bilang saja!”, bentak Maura “aku...aku hanya ingin mengingatkan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang leader, kalau kelakuannya begini, apa seorang Shiella pantas disebut sebagai leader?”, bantah Febiola lagi. “sudah....diam semua, kujelaskan pada kalian bahwa akau dan Morgan tak ada hubungan apapun, titik!”, bentak Shiella akhirnya, ia merasa terpojokkan karena sikap Febiola, sementara member lain hanya menunduk melihat leader mereka akhirnya meledakkan amarahnya.
“kau tak apa?”, tanya Nadine yang masuk ke kamar Shiella “i’m okay, dont worry.”, kata Shiella sambil memaksakan senyumnya agar Nadine tak bertanya macam-macam lagi padanya. “oiya...malam ini para member Moccachino akan bermain futsal, apa kau mau ikut menyaksikan?”, tawar Nadine pada Shiella “boleh, bagaimana kalau kita bersiap sekarang?”, ajak Shiella pada Nadine. Setelah selesai bersiap-siap, para member menuju meja makan menunggu masakan yang sebentar lagi akan matang, “i’m so hungry....”, kata Ticka, shiksin dari Elegant Girls “sabar sebentar, shiksin”, kata Nadine. “aku tak tau bagaimana jadinya jika shiksin seperti dia punya pacar yang super pelit seperti Romeo, bisa-bisa Ticka jadi kering kerontang”, cetus Nimmy yang disambut gelak tawa para manusia di ruang itu. “kemana febiola?”, tanya Shiella setelah menyelesaikan masakannya dan duduk disebelah Mauryn dan Maura “biarkan saja dia, sejak tadi dia hanya berdiam diri di kamar jadi bukan salah kami kalau dia jatuh sakit”, kata Maura. “dasar perempuan aneh, dia cepat sekali marah kalau dia memang suka pada Morgan, yaa bilang saja”, ketus Nimmy, member termuda Elegant Girls “ya sudahlah...mari makan! Aku sudah sangat laparrr..”, kata Ticka.
Setelah selesai makan, para member langsung menuju lapangan futsal di hotel itu. Sesampainya di lapangan, para member Moccachino sedang pemanasan untuk permainan futsal yang sebentar lagi akan digelar. Tampak Morgan yang sudah selesai pemanasan bergegas menghampiri Shiella, namun langkahnya terhenti ketika mendengar suara Febiola yang menghampirinya “kenapa harus ikut bermain, kan baru datang, aku takut kamu kelelahan padahal besok kita harus perform di MuBank.”, kata Febiola pada Morgan “sudahlah tak apa”, jawab Morgan sekenanya dan langung melanjutkan perjalanannya untuk menghampiri Shiella.
Beberapa saat kemudian, permainan dimulai, dan dengan PD-nya Febiola berteriak “Morgan oppa, Fighting!”, padahal disitu sedang ada beberapa member dari boy&girlband Korea. “ih...gak tau malu banget sih itu orang”, ketus Maura yang memang sejak tadi risih dengan kelakuaan Febiola. Sementara Shiella hanya diam tertunduk, “hey...whats up?”, kata Nadine “gwenchana”, jawab Shiella. Di dalam hatinya, Shiella berkata “apalagi ini tuhan....?”
Selesai pertandingan, para member Moccachino segera beristirahat di tepi lapangan, Ticka segera berlari menuju Romeo dan memberinya air minum “oooww...disini bukan tempat untuk pacaran!”, kata Radith “bilang saja kalau kau iri,”, balas Romeo dan segera pergi menuju tempat lain bersama Ticka. Sementara itu, Morgan menyandarkan kepalanya di dekat tiang gawang, dia terlihat sangat kelelahan dan bodohnya ia tak membawa air minum, Shiella yang melihat pemandangan itu segera menghampiri Morgan “minumlah!”, kata Shiella pada Morgan lalu mengelap keringat Morgan yang bercucuran menggunakan handuk kecil yang ia bawa, saat itu jarak antara mereka berdua sangat dekat apalagi Morgan yang menatap Shiella tepat di manik matanya. “ciiiieee....ciiieee....”, koor semua member, menyadarkan dua leader mereka yang sejak tadi hanyut dalam tatapan mata mereka. “sepertinya...skandal heboh itu benar adanya ya Chicco”, kata William disertai evil smirknya “untung saja aku tak mengabadikan moment kalian berdua, jika dunia tahu kita akan diundang di berbagai acara reality show dan ditanyai tentang pendapat kita kalau leader kita memang punya hubungan.”, kata Chicco.  “diam kalian...”, kata Morgan sambil tersenyum dan membereskan barang-barang yang ia bawa dan meninggalkan lapangan itu. “leader kita kalau sedang salah tingkah memang seperti itu”, kata sandy sambil menepuk bahu Shiella. Sementara Shiella hanya menjawabnya dengan senyuman. Setelah itu semua member memutuskan untuk kembali ke kamar hotel masing-masing.
-INTO THE NEW LOVE-
Terdengar suara pintu ditutup dengan kasar, dengan muka kusut Febiola masuk ke kamarnya namun langkahnya terhenti oleh gertakan dari Maura “hehh...liat-liat dong, pintu gak salah dibanting sekeras itu, emang kamu yang punya hotel ini apa? seenaknya aja!”, Maura berhasil melontarkan kata-kata pedasnya pada Febiola. “biarin aja, orang lagi jeaolous ya emang kaya’ gitu tuh...  kasian banget.”, Febiola makin memanas ketika mendengar perkataan dari kembaran Maura, yaitu Mauryn. Saudara kembar yang selalu kompak dalam segala hal, menjahili member lain, berpakaian sama dan mungkin dalam urusan cinta mereka berdua menyukai seseorang yang sama, Radith.
“Febi, kamu gak makan dulu?”, tanya Shiella yang sekamar dengan Febiola, sementara yang ditanya malah membawa bantal,guling, dan selimut hendak keluar dari kamar “kamu mau ngapain bawa alat tidur?”, tany Shiella lagi, “males banget sekamar ama leader muna”, ketus Febiola sambil keluar dan menutup pintu kamar dengan keras. Shiella hanya memandang datar kearah pintu yang beberapa detik lalu ditutup dengan kasar oleh Febiola, Shiella segera beranjak dan membuka kopernya, mencari sesuatu yang mungkin sangat berharga baginya, sebuah kotak music berwarna biru sapphire bertuliskan ‘saranghae yeongwonhi’ Shiella meneteskan air matanya lagi ketika membuka kotak music itu, perlahan terlihat jelas sepasang kekasih sedang duduk disebuah bangku melihat bintang yang bertebaran di langit malam “malam terakhir yang tak terduga”, gumam Shiella sambil menghapus air mata yang sejak tadi mengalir deras membasahi pipinya.”oppa, nan bogoshipoyo!, eodigoya?”
“Shiella, ada apa lagi dengan nenek sihir satu itu?”, tanya Maura dan disusul oleh para member lain yang memasuki kamarnya “aku juga bingung, tiba-tiba dia marah tak jelas padaku?”, jelas Shiella pada member Elegant Girls. “aku ke toilet dulu yaa...mau ganti baju dan cuci muka.”, kata Shiella, sebenarnya ia ingin pergi ke kamar mandi untuk membasuh mukanya agar tak terlihat habis menangis.
-INTO THE NEW LOVE-
@@@@kamar hotel member Mocca@@@@
Para member sedang sibuk sendiri-sendiri, Romeo yang sedang memilh-milih baju, Radith dan Sandy yang sedang menonton siaran televisi Korea, Rolland yang belum keluar dari kamar mandi, William dan Chicco yang sedang makan ramen yang dibuat Morgan, dan sang leader yang masih sibuk membuat lagu. “kenapa leader kita sangat serius sekali yaa?”, William dan Chicco yang terkenal jahil segera menghampiri Morgan yang sedang duduk manis di sofa “wah...sepertinya lagu yang bagus, pakai bahasa Korea lagi”, timpal Chicco “tunggu, kenapa judulnya hanya huruf ‘S’, jangan-jangan lagu ini untuk......Shiella yaa?”, William bertanya penuh selidik pada Morgan “Bukan, S itu singkatan dari Saranghae”. Jelas Morgan pada dua manusia jahil itu. “hmmm...tetap saja, mungkin kata saranghae itu untuk Shiella!”, balas William tak mau kalah, sedangkan Chicco mengajak William ber high five karena merasa berhasil menjahili leader mereka lalu meninggalkan Morgan.
@@@@kamar hotel member Elegant Girls@@@@
                   Shiella sedang sibuk menata barang-barang yang ia bawa dari Indonesia sedangkan member lain entah sedang apa. “jangan lupa, hari ini kita akan perform di Music Bank!”. Tiba-tiba Febiola berkata pada semua member yang ada di ruang tamu itu, namun para member lain mengacuhkan perkataan Febiola terlebih Maura yang memang jengkel sekali pada Febiola. “siapa dirimu berani berkata seperti itu? Yang berhak hanyalah leader Elegant Girls”, kata Maura dengan ketus “mungkin aku lebih pantas menjadi leader kalian, toh aku juga lead vocal di grup ini.”, sergah Febiola tak mau kalah “terserah dirimu saja.”, kata Maura. Setelah beberapa menit dari perdebatan itu, tiba-tiba bel kamar hotel mereka berbunyi menandakan ada yang ingin bertamu, Nimmy yang ingin membuka pintu segera didahului oleh Febiola, dan ternyata yang datang adalah Morgan “silahkan masuk”, kata Febiola dengan manis, sementara member lainnya mengintip dari kejauhan “thank’s, apa leader kalian ada?”, tanya Morgan “ngapain cari Shiella?”, tanya Febiola dengan agak ketus, para member lainnya segera menarik Morgan untuk menuju ke ruang tamu “ohhh...Shiella ada kok, tunggu sebentar yaa kak!”, kata Mauryn, beberapa detik kemudian Shiella datang dan melihat Morgan sedang duduk manis bersama member Elegant Girls lainnya. “hai...black shadow, ada apa mencariku?”, tanya Shiella dengan santai “jangan memanggilku black shadow,” sanggah Morgan sambil menyerahkan sebuah kertas berisi lirik lagu yang tadi ia buat “lagu yang kau buat sendiri?”, tanya Shiella “yap..betul sekali. Aku ingin nanti kita berduet menyanyikan lagu ini, mau?”, tawar Morgan dan serentak para member senyum-senyum gaje sendiri. “boleh....berarti sekarang saja kita latihan, sepertinya nadanya juga tidak terlalu tinggi”, kata Shiella dengan semangat “kajja...”, lalu mereka berdua meninggalkan kamar hotel Elegant Girls menuju tempat latihan vokal.
          “waaaa....pasti nanti para fans akan berteriak histeris waktu Morgan dan Shiella duet”, kata Nadine sambil menatap dinding seakan membayangkan bagaimana suasana yang akan terjadi “betul itu...andai mereka benar-benar jadian..”, kata Ticka. “kuharap diantara kita tak ada yang jealous atau iri”, kata Nimmy menjelaskan “yaa..kuharap begitu”, kata Maura dengan sedikit ketus, karena dia ingin menyindir Febiola yang sedang duduk terdiam di ruangan itu. Febiola yang merasa terpojokkan segera meninggalkan ruangan itu, dan masuk kekamaranya disertai tutupan pintu yang sangat keras. “dasar nenek sihir..!” gumam Maura.
-INTO THE NEW LOVE-
          Teriakan para fans memenuhi studio tempat dilaksanakannya Music Bank, lighstick dan balon berbagai warna seakan menggantung di udara. Di backstage, para artis yang akan mengisi acara sudah bersiap-siap dan ada yang sesekali masih membenahi make up-nya. “annyeong eonnie”, sapa Shiella sambil membungkuk pada beberapa member SNSD yang juga akan mengisi acara, sementara Morgan sedang mengobrol serius dengan Ryeowook SuJu, mungkin menanyakan beberapa resep makanan Korea. Para member Elegant Girls ada yang sedang sibuk membenarkan make-up, membuat tweet, atau berlatih vokal sendiri.
          Penampilan pertama diisi oleh Elegant Girls, para fans mereka segera berteriak histeris terlebih ketika para member melemparkan beberapa pin yang khusus dibuat untuk Elegant Girls. Penampilan mereka yang pertama ditutup dengan penghormatan khas korea, yaitu membungkuk 900. Setelah Elegant Girls menyelesaikan perform pertamanya, giliran Moccachino yang menampilkan aksinya, ketika ditengah penampilan mereka, tiba-tiba member Super Junior naik keatas panggung dan ikut bernyanyi bersama. Music Bank kali itu ditutup dengan lagu ‘Hope’ yang biasa dinyanyikan oleh SMTown saat encore tour mereka. Namun, tiba-tiba host mengumumkan bahwa akan ada satu penampilan lagi yang berjudul ‘Special Stage With Duo Leader’.
          Lampu panggung tiba-tiba mati, dan membuat para penonton bertanya-tanya akan hal itu. Tiba-tiba sebuah lampu menyala dan memfokuskan sorotannya pada seorang lelaki yang memakai tuxedo sedang memulai nyanyiannya, laki-laki itu sudah tak asing lagi bagi penonton yang ada, dia adalah Morgan. Satu lampu lagi memfokuskan sorotannya pada perempuan yang memakai dress warna putih selutut dengan rambutnya yang digerai indah berjalan menuju Morgan, sudah bisa dipastikan bahwa perempuan itu adalah leader Elegant Girls, Shiella. Banyak fans yang mengabadikan special stage mereka itu, pasti sebentar lagi dunia maya akan punya perbincangan heboh lagi, dan para wartawan sudah bersiap-siap untuk melontarkan pertanyaan pada dua leader itu. Penampilan mereka diakhiri dengan penghormatan yang dilakukan oleh Morgan dan Shiella pada para penonton dan juga kalimat penutup “gamshamnida, saranghaeyo!” dari dua leader itu diiringi tepuk tangan dan teriakan histeris dari fans.
          Di backstage, Shiella tiba-tiba dihampiri oleh Taeyeon dan Hyoyeon SNSD “chukkae, your perform is amazing!” kata Taeyeon pada Shiella “Cheonmaneyo eonnie.”, balas Shiella sambil tersenyum ramah “do you really have a relationship with him?”, tanya Hyoyeon to the point “aniyo eonnie, we just friend.”, jelas Shiella , sementara Taeyeon dan Hyoyeon hanya ber oh ria saja mendengar penjelasan dari Shiella. “but...i think you two are match!”, kata Taeyeon sebelum pamit dan meninggalkan backstage. Shiella hanya bergumam pada dirinya sendiri “benarkah?”.
          -INTO THE NEW LOVE-
          Shiella membuka pesan yang baru saja sampai di I-phone putih kesayangannya ‘Butter Gummy, besok pagi, para member SuJu dan SNSD mengajak member kita untuk sarapan bersama di dorm SuJu, apa kau mau?’ , itulah isi pesan yang masuk di ponsel Shiella dan yang mengiriminya adalah Morgan. Shiella segera keluar dari kamar dan memberitahu semua member “heyy...dengarkan aku!, besok pagi para member SuJu dan SNSD mengajak member Elegant Girls dan Moccachino sarapan bersama di dorm Suju, mau?”, teriak Shiella semangat dan ditanggapi dengan anggukan jempol para member minus Febiola yang langsung meninggalkan ruang tamu. “Mauryn, besok kita bisa bersama dengan Siwon oppa, yyeeeyyy!”, girang Maura pada saudara kembarnya, sementara Mauryn hanya mengangguk-angguk saja karena sedang sibuk dengan game-nya. “sekarang kalian harus istirahat, biar besok bisa bangun pagi dan gak ada yang telat”, perintah Shiella pada member lainnya “baiklah Butter Gummy”, jawab semua member dengan kompak dan berhasil mendapat balasan berupa lemparan bantal dari Shiella “siapa yang mengajari kalian?”, geram Shiella “tentunya leader Mocca donk, siapa lagi?!”, jawab Nimmy. “panggil aku Butterfly, bukan Butter Gummy.”, bantah Shiella dengan muka cemberut yang membuat setiap orang ingin mencubitnya “haha..biarkan saja, lagipula itukan panggilan spesial dari Morgan oppa.”, kata Ticka dan diikuti dengan teriakan ‘cieeeee’ dari semua member. Shiella yang merasa terpojok langsung berlari menuju kamarnya karena ia juga menyadari bahwa pipinya memerah saat ini.
          “sudah puas bercandanya?”, tanya Febiola dengan ketus, Shiella yang tak ingin beradu mulut dengan Febiola akhirnya memutuskan untuk menuju kamar mandi untuk membasuh mukanya, namun langkahnya terhenti saat mendengar perkataan Febiola “hebat sekali leader Elegant Girls ini, berkali-kali membuat skandal dengan Moccachino ‘Morgan’ saking asyiknya membuat skandal, sampai-sampai lupa dengan perasaan salah satu member yang pernah menjalin hubungan dengan Morgan.bukannya seorang leader itu harus mengalah?”, ketus Febiola, Shiella segera membalikkan badannya “Cukup, aku tak pernah keberatan jika kamu menyukai Morgan dan aku juga tak ada hubungan apa-apa dengannya jadi jangan pernah berkata seperti itu!”, akhirnya amarah Shiella meledak juga, suara Shiella yang cukup keras mengundang rasa penasaran member yang sedang berada diruang tamu untuk menghampiri mereka “ada apa?”, tanya Nadine “tanya saja pada leader kesayangan kalian ini.”, kata Febiola, sementara Shiella menunduk menahan laju air matanya yang kini sudah ada di pelupuk mata. “apa yang kau lakukan pada Shiella?”, bentak Maura pada Febiola “aku hanya mengingatkan perilakunya sebagai seorang leader, dan jangan membentakku lagi!”, kata Febiola dengan nada meninggi pada Maura tepat di depan wajahnya, sementara Mauryn yang berada agak jauh dari saudara kembarnya merasa tidak terima Maura dibentak oleh Febiola, ia langsung menghampiri Febiola dan menamparnya seketika itu, membuat para member lain terkejut atas sikap Mauryn “tamparan itu tak sesakit yang dirasakan oleh Shiella dan Maura!”, kata Mauryn dengan nada penuh penekanan pada semua kata-kata yang ia ucapkan, Mauryn langsung mengajak member lain keluar dari kamar itu meninggalkan Febiola yang masih memegangi pipinya yang memerah bekas tamparan Mauryn, Nadine menggandeng tangan Shiella yang terasa dingin, ia merasa Shiella tak pernah seperti ini sebelumnya.
          “apa kau baik-baik saja?”, tanya Nadine pelan pada Shiella “aku baik-baik saja, dont worry.”, jawab Shiella. “tidur di kamarku saja yaa..”, kata Nimmy dengan wajah innocent miliknya, Shiella hanya mengangguk. Akhirnya, semua member memutuskan untuk kembali ke kamar mereka masing-masing.
-INTO THE NEW LOVE-
          Pagi hari yang cerah mewarnai negeri ginseng itu. “banguuunn.....kita punya acara pagi ini!”, teriak Morgan pada para member Mocca. Morgan langsung keluar dari kamar hotel dan menuju kamar hotel member Elegant Girls, ia memencet tombol bel yang ada, tak berapa lama keluarlah member termuda Elegant Girls yang langsung mempersilahkan masuk pada Morgan. “mana leader kalian?”, tanya Morgan pada para member yang sedang bersiap-siap untuk acara mereka pagi ini “kenapa sih selalu mencari leader? Masih banyak sesuatu yang lebih penting.”, kata Febiola yang langsung melenggang menuju dapur dengan santainya “cihh...dasar nenek sihir.”, kata Maura. Morgan hanya heran saja, dia berpikir jika sedang ada masalah kecil dan mungkin sebentar lagi mereka akan akur kembali. Shiella keluar dari kamar dengan wajah yang sedikit pucat “wajahmu pucat.”, kata Morgan langsung sambil memegang dahi Shiella “i’m okay.. dont worry.”, kata Shiella. Sementara itu, terdengar suara pintu yang terbuka, ternyata para member Moccachino yang datang “oppa, kalau ingin bertamu itu ketuk pintu dulu”, jelas Nimmy “biarkan saja”. Kata William sambil menghempaskan tubuhnya ke sofa ruang tamu kamar hotel itu, kini suasana diruang tamu sangatlah ramai, tiba-tiba duo jahil William dan Chicco bertanya pada Febiola yang daritadi hanya diam tak mengeluarkan sepatah katapun “hey..Febiola, kudengar kau punya julukan baru yaa...”, kata Chicco dengan diiringi tawa “pantas saja kau dijuluki nenek sihir, tampangmu saja terlihat sangat menakutkan!, hahahaha.” Timpal William dan diikuti gelak tawa dari manusia di ruangan itu. Shiella langsung mengajak para member untuk berangkat agar masalah itu tak bertambah panjang.
@@@@dorm Super Junior@@@@
          “annyeong hyung....noona.” sapa Morgan, member Suju langsung mengizinkan para tamunya untuk masuk. Acara sarapan bersama itu akhirnya dimulai, William, Chicco, Eunhyuk, dan Donghae tak henti-hentinya membuat gelak tawa para member “scandal again?”, tanya Tiffany “ne noona.”, jawab Morgan sekenanya “no problem, we also ever get it, its risk tobe a public figure, right?”, kata Yoona “arraseo eonnie.”, kata Shiella dengan senyum yang sedikit dipaksakan. Tiba-tiba Febiola yang sejak tadi hanya bungkam, akhirnya ingin mengutarakan isi hatinya “oppa..eonnie listen to me!”, kata-kata serius dari Febiola membuat semua member yang ada segera menghentikan aktifitasnya dan terfokus untuk mendengar kata-kata Febiola selanjutnya “i will...go out from Elegant Girls”, kata-kata febiola sontak membuat orang-orang yang mendengarnya kaget, terlebih Shiella, sebagai seorang leader dia merasa sangat terpukul “why?”, tanya Shiella hati-hati “because of you.”, kata Febiola tanpa rasa bersalah dan langsung meninggalkan dorm SuJu tanpa permisi. Shiella segera berdiri dan mohon permisi pada semua member untuk menenangkan dirinya “Shiella...!”, seru Morgan dan langsung mengikuti arah pergi Shiella. “what’s up?”, tanya Taeyeon, akhirnya member Elegant Girls menceritakan semua kejadian yang sudah terjadi “i think....Febiola likes Morgan, right?”, kata Yuri yang menyimpukan pendapatnya dan disetujui oleh semua orang yang ada “but...Morgan likes Shiella, i know that.”, kata leader SuJu ditengah-tengah kediaman semua orang, sebelumnya, memang Morgan bercerita tentang perasaannya ke Shiella pada Leeteuk, Morgan percaya bahwa Leeteuk tak akan memberitahu hal itu pada siapapun karena mereka berdua sangatlah akrab.
-INTO THE NEW LOVE-
          Shiella akhirnya menangis, ia tak bisa menahan rasa sedih, kecewa, dan amarahnya lebih lama lagi, Morgan yang mengetahui itu langsung menghampiri Shiella dan duduk disebelahnya. “itu bukan salah siapa-siapa, dia sendiri yang memutuskan untuk keluar.”, kata Morgan pelan pada Shiella “ini semua karena aku, tepatnya karena skandal kita, Febiola itu menyukaimu.”, jawab Shiella disela-sela isakan tangisnya, Morgan hanya terdiam dan berusaha mencerna kata-kata yang barusaja dilontarkan oleh Shiella. Setelah beberapa menit mereka terdiam, akhirnya Shiella beranjak dari tempatnya ingin meninggalkan Morgan , namun tangan Morgan berhasil menunda langkah kaki Shiella “Saranghaeyo, Shiella”, kata Morgan tiba-tiba, Shiella yang terkejut hanya berkata “kau belum waktunya untuk berkata itu..” dan langsung meninggalkan Morgan. Sementara Morgan yang tahu bahwa Shiella menolak pernyataan cintanya, hanya menunduk lesu dan perlahan beranjak dari tempat duduknya.
          Semua member Elegant Girls dan Moccachino akhirnya mohon pamit pada member SuJu dan SNSD, tak lupa Morgan meminta maaf atas kejadian yang mungkin tak seharusnya terjadi. “Morgan..lets cook kimchi and ramen with me another time?”, tanya Ryeowook sebelum mereka keluar dari dorm SuJu “ok hyung..” jawab Morgan.
-INTO THE NEW LOVE-
          Sore hari pun tiba, saatnya member Elegant Girls dan Moccachino untuk pulang ke Indonesia. Saat ini, mereka sedang berjalan di lobby Incheon Airport, banyak sekali fans yang menunggu kedatangan mereka, tak terkecuali para wartawan yang siap dengan pertanyaan-pertanyaan mereka, kali ini yang menjawab bukanlah kedua leader grup mereka, namun Ticka dan Romeo yang turun tangan untuk menjawab berbagai pertanyaan dari wartawan sekaligus memamerkan kemesraan hubungan mereka.
          @@@@Dorm Elegant Girls, Indonesia@@@@
          Berbagai situs dan infotainment sedang ramai memberitakan tentang keluarnya Febiola dari Elegant Girls, kabar itu masih dianggap rumor yang tak jelas. Sementara itu, pihak management mereka sudah berbicara pada Febiola dan akan menggelar konferensi pers beberapa jam lagi untuk membenarkan berita yang sedang di gembar-gemborkan. Para member Elegant Girls hanya menatap lesu satu sama lain, lalu bersiap-siap untuk konferensi pers, sementara itu Febiola tiba-tiba datang dan berjalan masuk menuju kamarnya, tak berapa lama kemudian ia keluar dengan dua koper besar ditangan kanan dan kirinya “tak bisakah kau menarik lagi kata-katamu?”, Shiella akhirnya mengeluarkan suara setelah memilih diam semenjak pulang dari Korea “apa...menarik ucapanku? Mimpi kau ini, selamat yaa..karena sudah berhasil membuatku keluar dari Elegant Girls dan merebut Morgan oppa dariku.”, kata Febiola pada Shiella. “dasar nenek sihir, yang merebut itu kamu bukan Shiella”, sanggah Maura, Febiola yang sangat geram pada Maura menghampiri Maura dan hendak melayangkan tamparan di pipi Maura namun berhasil dicegah oleh saudara kembar Maura “jangan pernah berani menyentuh saudaraku, pergi dari hadapan kami!”, bentak Mauryn keras pada Febiola sambil mendorong Febiola keluar dari dorm mereka.
“selamat tinggal Febiola, sekarang kau bukan bagian dari kami, kau sendiri yang membuat karirmu hancur dengan segala sifat iri dan sombongmu itu.”, kata seseorang pada Febiola, Febiola membalikkan badannya dan langsung terkejut ketika melihat Morgan yang berdiri tegap dihadapannya “oppa...aku lakukan ini karena aku mencintaimu.”, kata Febiola sambil berlari memeluk Morgan, namun Morgan segera melepas pelukan Febiola dan berkata  “jika kau berani mencintai seseorang, maka kau juga harus berani kehilangannya.”, “tapi aku tak ingin melihat oppa dengan Shiella”, kata Febiola, Morgan tersenyum simpul “siapa dulu yang menyia-nyiakan hubungan kita, sekarang kau tahu kan rasanya?”, Febiola hanya menunduk tak menjawab dan tak berani menatap Morgan lagi “kalau kau masih mencintaiku, maka relakanlah aku dengan Shiella.”, Morgan akhirnya pergi meninggalkan Febiola  yang masih terpaku ditempatnya.
Setelah konferensi pers digelar, maka resmilah bahwa Febiola keluar dari Elegant Girls, ketika ditanya siapakah yang akan menggantikan Febiola, dengan mantap Shiella menjawab bahwa tak akan ada yang menggantikan Febiola, walau sekarang mereka hanya berenam, namun mereka masih menganggap Febiola bagian dari Elegant Girls.
-INTO THE NEW LOVE-
@@@@beberapa hari setelah konferensi pers...@@@@
Shiella, Nadine, dan Ticka sedang bersiap untuk pengambilan gambar sebuah variety show horror, sejak tadi Shiella hanya memandang kosong kertas script yang ada. Tempat pengambilan gambar, bertempat di sebuah camp militer, Shiella hanya bisa menahan air matanya agar tak jatuh ketika syuting berlangsung. “Shiella, sekarang waktunya pengambilan gambar”, kata Ticka dengan semangat, Shiella akhirnya beranjak dan mengikuti langkah Ticka.
Pengambilan gambar bertempat di taman camp militer itu, ketika syuting sedang berlangsung, Shiella merasa dunia di sekitarnya berputar dan membawanya pada suasana yang lain namun masih di tempat yang sama, Shiella melihat seorang tentara lengkap dengan pakaian khasnya berjalan menuju padanya, Shiella langsung membuka matanya lebar-lebar “oppa....”, kata Shiella lirih pada sosok yang sekarang telah berdiri dihadapannya “gwenchanayo Shiella, jangan seperti ini terus, aku tak bisa tenang disana jika kau menyiksa dirimu dengan cara mengingatku terus menerus.”, kata lelaki dihadapan Shiella “oppa....bawa aku bersamamu..”, kata Shiella dengan isak tangisnya “belum saatnya, carilah kebahagiaanmu dulu sampai nanti saatnya tuhan memanggilmu, kau tahu...sekarang kau telah menemukan seseorang yang sangat cocok untukmu, orang itu mirip denganku..”, “tak ada yang bisa menyamai oppa..”, sangkal Shiella “berbahagialah dengan orang itu, dan ingatlah aku selalu..”, sosok yang Shiella rindukan itu perlahan menguap menjadi bayangan dan akhirnya menghilang “oppaaa...kajjimaa..!” teriak Shiella tiba-tiba, membuat para kru di sekitarnya panik dan terkejut. Selesai mengucap kata itu, Shiella langsung terjatuh pingsan. Syuting akhirnya dihentikan dan Shiella segera dilarikan ke Rumah Sakit.
Berita tentang pingsannya Shiella tanpa sebab, langsung menyeruak luas di berbagai kalangan, bahkan lewat akun pribadinya, member SNSD dan SuJu mengirim ucapan keprihatinannya pada Shiella. Jika seluruh dunia tahu berita itu, apalagi Morgan, ia adalah orang pertama yang langsung cemas tingkat dewa ketika mendengar berita itu. Morgan segera menghubungi member Elegant Girls dan menuju Rumah Sakit yang dikatakan oleh Nadine. Ketika ia tiba diruang rawat Shiella, ia mendapati Shiella masih belum sadar. Sebuah kotak musik yang tergeletak di meja samping tempat tidur Shiella menarik perhatian Morgan, dia membuka kotak musik itu dan bergumam “sepertinya aku memang tak bisa menggantikan orang itu dihatimu, tapi aku akan tetap menunggumu sampai kau benar-benar menyadari bahwa aku akan terus berdiri tegap untuk menunggu kata ‘ya’ darimu”, Morgan meninggalkan ruang rawat Shiella dan memutuskan untuk segera pulang ke dorm dan tidur, kejadian-kejadian yang menimpanya sangat menyita waktu dan pikirannya.
Shiella akhirnya sadar dari pingsan panjangnya, dilihatnya para member yang sedang mengelilingi tempat tidurnya. Shiella berusaha mendudukan dirinya dengan dibantu Maura dan Mauryn. “maukah kalian mendengar ceritaku?”, kata Shiella yang dijawab oleh anggukan kepala para member Elegant Girls “sebelum aku menjadi personil Elegant Girls, aku tinggal di Korea dan punya seorang pacar bernama Lee Kyu Nam, dia orang yang sangat baik namun sedikit pemalu, setelah beberapa bulan berpacaran dengannya, ia menjalani wajib militernya, aku sudah menduga hal buruk akan terjadi tapi aku bisa apa, semua sudah terlanjur. Sampai pada suatu hari, perang antara Korea Selatan dan Korea Utara meletus, semua tentara militer ikut andil dalam perang itu, termasuk oppa. Setelah perang agak mereda, aku mendengar kabar, bahwa tentara dari kesatuan tempat oppa menjalani wajib militer banyak yang tewas dalam peperangan membela Korea Selatan, tentara militer yang dinyatakan tewas itu...... nama Lee Kyu Nam, termasuk daftar tentara militer yang tewas di medan perang. Untuk mengobati rasa sedihku, orangtuaku mengajakku kembali tinggal di Indonesia, sampai aku bertemu kalian”, cerita Shiella pada member Elegant Girls, sekarang mereka mengerti alasan Shiella takut dan membenci segala hal yang bersangkutan dengan militer. “aku sempat melihat oppa dan berbicara dengannya saat syuting kemarin”, jelas Shiella “ta...tapi bagaimana kau bisa bertemu dengan orang yang sudah meninggal?”, heran Mauryn “kau lupa kalau Shiella punya indra keenam?”, jelas Maura.
@@@@1 week later@@@@
Member Elegant Girls menjadi bintang tamu di acara talk show, host menanyai tentang kebenaran bahwa Shiella memiliki indra keenam dan yang paling membuat cemas adalah ketika host bertanya mengapa Shiella sampai berteriak histeris waktu syuting variet show horror itu, para member Elegant Girls merasa cemas, mereka tak ingin melihat leader mereka teringat lagi akan masa lalunya. Namun,  diluar dugaan, Shiella menjelaskan sebab kejadian itu dengan tenang dan santai. “oppa menginginkan aku bahagia dengan seseorang, seseorang yang menurutku mirip dengan oppa, seseorang yang selalu ada disampingku walau aku telah mengecewakannya, orang itu sempat menyatakan perasaannya padaku ketika kami dindang untuk sarapan dengan member SuJu dan SNSD......”, Sheilla turun dari panggung dan berjalan kearah penonton, ia berhenti di depan kursi paling depan yang diduduki oleh seseorang yang sangat ia kenal, banyak orang yang tak menyadari kehadiran orang itu di dalam studio, sehingga sekarang para penonton yang kebanyakan fans dari mereka berdua langsung berteriak histeris “Na do saranghaeyo, oppa..”, kata Shiella diiringi dengan senyum di bibirnya, fans langsung berteriak lebih kencang lagi mendengar perkataan yang diucapkan Shiella, terlebih karena Shiella mengucapkannya pada Morgan. Host dan para member Elegant Girls langsung mendekat ketempat Shiella dan Morgan, seakan tak percaya dengan apa yang telah terjadi di studio itu. Dengan perasaan senang yang meluap-luap, Morgan tanpa canggung langsung memeluk Shiella erat-erat.
-INTO THE NEW LOVE-
@@@@3 month later, Seoul@@@@
          “fighting oppa....”, kata Shiella pada Morgan yang akan melakukan latihan privat taekwondo bersama Siwon SuJu, mereka sekarang berada di tempat latihan pribadi Siwon. “aku akan mendapatkan sabuk hitam itu untukmu...”, kata Morgan pada Shiella “sudah...jangan banyak menggombal, kalau kau dapat sabuk hitam, aku tetap tak berjanji untuk tidak berhenti memanggilmu ‘black shadow’.”, kata Shiella dengan nada yang dibuat-dibuat “dasarr...!, nanti kalau aku dapat sabuk hitam, kau harus berjanji untuk berlatih rolling denganku”, kata Morgan sambil mengulurkan jari kelingkingnya, Shiella dengan hati-hati mengaitkan kelingkingnya pada jari kelingking Morgan, tanda ia menyetujui tawaran kekasihnya itu, Morgan mengacak-acak poni Shiella pelan dan langsung memeluknya, “saranghae yeongwonhi”, kata Morgan dengan senyum menatap Shiella tepat di manik matanya, sementara Shiella hanya diam dan akhirnya berkata “kau memang mirrip dengan Lee Kyu Nam, oppa...”, Shiella semakin mengeratkan pelukannya pada Morgan.
-end of ‘INTO THE NEW LOVE’-

Cerpen karya : Delia Paramita
Facebook : dhellia.paramitha
TTL :Blitar, 8 juli 1999 
Sekolah : SMPN 1 Srengat
Kelas : 8 H
         

Jumat, 15 Februari 2013

Cerpen Seoul I am in Love



~SEOUL I’M IN LOVE !~
           
            “ya tuhan, gimana nih... jangan samapai aku telat!”, cerocos seorang perempuan cantik tapi ceroboh bernama Luna. Hari ini adalah hari keberangkatannya ke Seoul, Korea Selatan untuk mengunjungi sahabat lamanya, Min Hye Ri, seorang model terkenal di Korsel sana. Luna bertemu Hye Ri ketika dia berusia 8 tahun dan saat itu dia menetap di Seoul.
            “thank’s god...!” Luna mengatur nafasnya karena sedari tadi dia berlari dari parkiran bandara menuju pesawat. Akhirnya, dia bisa terbang ke Seoul setelah 12 tahun yang lalu dia meninggalkan kota itu untuk kembali ke tanah airnya, Indonesia.
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            Luna tiba di Incheon Airport, dan sudah ada Min Hye Ri yang menjemputnya. Ketika Luna mencari sosok Hye Ri diantara sekian banyak orang yang berlalu lalang di bandara itu, seorang laki-laki tiba-tiba menyenggolnya dan handphone Luna terjatuh yang mengakibatkan layar handphone-nya retak. “hey, trouble maker go back!”, teriak Luna yang membuat orang yang bersangkutan segera menoleh dan menghampirinya, “Nuguseyo?” ucap laki-laki itu dengan tampang innocent pada Luna, dan Luna yang sudah lupa dengan segala hal tentang Korea dan termasuk bahasa Korea hanya melotot kaget. Sambil membungkukkan badannya ke arah Luna, laki-laki itu berkata “mianhamnida, agasshi!” lalu langsung berlari lagi entah kemana. “dasar menyebalkan, udah ngrusakin barang orang gak minta maaf malah kabur lagi, aahh...sial!” teriak Luna kesal.  
            Akhirnya Luna bertemu dengan Hye Ri dan langsung meninggalkan bandara itu dengan perasaan kesal. Hye Ri berusaha menghilangkan rasa kesal sahabatnya itu dengan mengajaknya makan di restaurant Korea. Hye Ri memesan bakkpawa guk, ddukbogi, bulgogi, dan ramen, sementara Luna yang tidak tahu menahu tentang makanan Korea hanya memesan segelas jus strawberry, toh Hye Ri sudah memesan beberapa menu dan pasti akan membagi dengannya, pikir Luna.
            Selesai makan, Luna dan Hye Ri langsung pulang menuju rumah Hye Ri, apalagi udara di luar sangat dingin karena sebentar lagi salju akan turun. Luna yang sangat menyukai musim salju, sangat antusias sekali namun dia juga merasa sangat kedinginan sehingga ketika tidur ia harus memakai selimut tebal berlipat-lipat.
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            Pagi hari yang dingin mulai menyapa hari pertama Luna di Seoul, hari ini dia bangun sangat pagi karena memang ingin berlari pagi di taman yang tidak terlalu jauh dari rumah Hye Ri. Namun, Luna harus mengurungkan niatnya untuk berlari pagi, karena udara sangat dingin sekali. Luna tetap memaksakan dirinya untuk pergi walaupun Hye Ri sudah melarangnya, dan akhirnya Luna hanya pergi berjalan-jalan sambil membawa I-Pad putih kesayangannya untuk berfoto ria di taman.ketika Luna sedang asyik memainkan I-Pad miliknya tiba-tiba seseorang dari belakang menubruknya hingga ia terjatuh dan I-Pad kesayangannya terpental menuju kolam ikan kecil yang ada di taman itu. Ternyata seseorang yang menubruk Luna tadi sedang bermain dengan teropongnya dan ketika sedang asyik dengan benda itu, ia tak menyadari bahwa saat itu ia sedang berjalan mundur dan akhirnya menubruk Luna.
            “You...! trouble maker”, serang Luna tiba-tiba, laki-laki itu hanya diam dan memperhatikan wajah Luna dan ia mengingat bahwa perempuan ini yang kemarin ia temui di airport. “mwo...? trouble maker?”, akhirnya laki-laki itu mengeluarkan kata-kata. “yeah, trouble maker who’d damage my phone in airport tomorrow.”, Luna menyemprotnya lagi dengan kata-katanya “oh...i’m sorry noona, but i think we are equal now, coz you make my foot injured, trouble maker noona!”, jelas laki-laki itu sambil menunjukkan kakinya yang terluka agak parah. “OMG, I hate blood!”, kata Luna sambil menutup matanya “Hya... help me noona!”. “okay, trouble maker, follow me!”, Luna mengajak laki-laki itu ke rumah Hye Ri agar lukanya bisa diobati oleh Hye Ri.  
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            Sesampainya di rumah Hye Ri, Luna mendudukkan laki-laki yang belum ia ketahui namanya itu di sofa ruang tamu rumah Hye Ri, Luna langsung memanggil Hye Ri yang sedang ada di dapur. “Hye Ri, help me please!”, Luna langsung menarik tangan Hye Ri menuju ruang tamu dan sesampainya disana, betapa terkejutnya Hye Ri saat melihat siapa yang sedang duduk di sofa dengan kaki yang terluka. “Chagi-ah...”, kata laki-laki itu “oppa, gwenchanayo?”, sergap Hye Ri karena kaget melihat kekasihnya berada di rumahnya dan yang membawanya adalah Luna. Luna hanya diam karena tak mengerti apa yang mereka katakan, “Luna, dia itu kekasihku yang kuceritakan padamu, his name Kim Young Min.”, “whattt..? dia kekasihmu, trouble maker itu kekasihmu Min Hye Ri?”, kaget Luna “thats right, lovely Luna, bagaimana kau bisa bertemu dengannya?” , tanya Hye Ri masih dengan santainya. Lalu Luna menceritakan semua insiden yang ia alami bersama Young Min pada Hye Ri.
            Akhirnya Young Min memutuskan untuk istirahat di rumah kekasihnya. “hey noona trouble maker, what’s your name?”, tanya Young Min “my name is Luna, Young Min trouble maker!”, jawab Luna dengan ketus lalu pergi meninggalkan Young Min sendirian di ruang tamu. “Hya...nappeun yeoja! Noona trouble maker!”, bentak Young Min, namun hanya dibalas dengan juluran lidah Luna dari kejauhan.
            Ne, arraseo gamshamnida”, jawab Hye Ri menutup percakapannya di telepon dengan managernya “Hye Ri, what’s up?”, tanya Luna “Ohh...manager meneleponku katanya, lusa aku harus berangkat ke Jepang untuk pemotretan selama 2 minggu, jadi aku terpaksa harus meninggalkanmu. Aku berpikir, bagaimana kalau Young Min oppa saja yang menemanimu berlibur disini, lagipula seminggu lagi mungkin salju akan turun.”, jelas Hye Ri panjang lebar “whattt... dengan trouble maker itu? Barangku bisa rusak semua jika dekat dengannya.”, tolak Luna. “it’s okay, lovely Luna, aku sudah mengenalnya lama, jika kau mengenalnya, dia bukan seorang yang buruk kok, believe me  lovely Luna.”, Hye Ri mencoba menenangkan sahabatnya itu, karena dia tak mungkin mengajak Luna ke Jepang bersamanya, cuaca di Jepang yang dingin sangat tidak cocok untuk seorang Luna, di Korea saja ia sudah hampir sakit apalagi di Jepang. Sempat terlintas rasa khawatir dan cemburu di hati Hye Ri, karena meninggalkan namjachingu (kekasih)nya dengan seorang perempuan, tapi ia berusaha mengubur rasa khawatir itu, toh Luna bukan orang asing baginya, dia adalah sahabatnya.
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            Sore hari Luna dan Young Min mengantar Hye Ri ke airport, Hye Ri sengaja memilih penerbangan sore hari agar malamnya ia bisa langsung istirahat sesampainya di Jepang. Young Min mengecup kening Hye Ri di depan Luna dan itu membuat Luna melemparkan pandangan yang seolah berkata kau-sangat-memalukan-sekali kepada Young Min, sementara Hye Ri hanya senyum-senyum sendiri. Sebelum memasuki ruang tunggu Hye Ri berpesan pada Luna “lovely Luna, selama aku pergi kau harus jaga rumahku baik-baik dan ada Young Min oppa yang akan membantumu, oh ya..kau panggil dia oppa saja supaya lebih akrab.”, “alright Min Hye Ri!”, angguk Luna. “saranghaeyo, oppa!”, kata Hye Ri pada Young Min “Na do, chagi-ah..!.”, jawab Young Min. Hye Ri memasuki ruang tunggu keberangkatan, sementara Luna dan Young Min meninggalkan bandara.
            “Young Min trouble maker, i’m so hungry”,kata Luna dengan sedikit ber-aegyo “I know trouble maker, lets dinner together”, kata Young Min dengan PD-nya. “no way, trouble  maker! I can eat by myself”, ketus Luna. Sontak, Young Min menghentikan mobilnya dan menyuruh Luna turun, “move from my car!”, bentak Young Min “what are you doing?”, kaget Luna, Young Min tak memperdulikannya dan mendorong Luna untuk keluar dari mobilnya setelah itu dia melajukan mobilnya dengan kencang.
            “dasar...trouble maker, hanya begitu saja cepat sekali marah dan sekarang aku tak tahu harus kemana.” Luna yang sudah lupa dengan jalan-jalan yang ada di Korea dan buruknya lagi dia sama sekali lupa dengan bahasa korea. Luna memutuskan berjalan lurus mengikuti jalan yang ada dan semakin malam, hujan turun dengan derasnya ditambah cuaca yang sangat dingin sekali, baju Luna yang sudah basah kuyup membuatnya menggigil kedinginan dan terjatuh di jalan. “akan ku balas kau Kim Young Min!”, kata Luna sebelum dia pingsan.
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            “n-ne..chagi-ah, i will protect your lovely friend.” Young Min menutup perbincangannya dengan Hye Ri ditelepon. Tampak sekali jika Young Min sedang cemas dan khawatir, bisa digantung hidup-hidup ia oleh Hye Ri jika dia tahu kalau Young Min yang menyebabkan Luna menghilang atau sesuatu hal yang lebih buruk terjadi pada Luna. Young Min memutuskan untuk meminta nomor ponsel Luna dari Hye Ri, dan segera menghubungi Luna.
@@@@Tokyo@@@@
            Hye Ri tidak bisa tidur dan selalu mengingat-ingat kata yang satu jam lalu diucapkan oleh kekasihnya, rasanya baru sekali itu Young Min mengucap kata “protect”, bahkan dia tak pernah berkata seperti itu padanya, hati Hye Ri lebih merasa tak tenang ketika Young Min menanyakan nomor ponsel Luna. Namun, Hye Ri tetap menenangkan hatinya dengan berpikir bahwa itu hanya perasaannya saja yang terlalu mencintai Young Min. “uljimayo, Hye Ri-ah, kau sendiri yang menyuruh kekasihmu menjaga sahabatmu, tak akan ada apa-apa.”
####SEOUL I’M IN LOVE!####
Young Min akhirnya memutuskan unuk mencari Luna dan ia akhirnya menemukan Luna yang terkapar di pinggir jalan. Young Min langsung mengangkatnya dan membawa Luna ke rumahnya.
            hya...saeng! nuguseyo?”, tanya Kim Mi Young kakak perempuan Young Min , namun Young Min tak merespon kakaknya itu dan langsung membawa Luna ke kamar tamu yang ada di lantai dua rumahnya. Sementara itu, Mi Young yang bingung dengan tingkah adik laki-lakinya itu hanya mengangkat bahu dan meninggalkan rumah adiknya.
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            Young Min mengompres dahi Luna dengan air dingin, sejak tadi Luna belum juga bangun dari pingsannya walau demamnya sudah mulai turun. “Luna-ya ireona, jebal!”, kata Young Min pelan. Young Min sangat takut sekali, bagaiman jika Luna tidak bangun-bangun, serentetan bayangan tentang kejadian-kejadian yang buruk telintas di pikiran Young Min. Akhirnya, Young Min memilih untuk tidur di bawah tempat tidur Luna.
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            Pagi yang dingin membangunkan Luna dari pingsan dan tidur nyenyaknya, hari ini salju sudah mulai turun. “eh...aku dimana? Dan siapa yang menggantikan bajuku?”, heran Luna. Luna tiba-tiba mencium aroma masakan ketika dia sedang asyik memandangi salju yang turun dari jendela kamar.
            Luna berjalan menuju dapur rumah itu dan ia mendapati sesosok laki-laki sedang memasak dengan tenang sambil mendengarkan musik dari I-Pod nya. “excuse me, who are you?”, tanya Luna “hya....trouble maker noona have been gotten up from her long sleep.”, kata Young Min dengan santainya “what....you call me what?”, bentak Luna “i call you, trouble maker noona, lovely Luna.”, jawab Young Min dengan santainya dan dengan masih memasak ramennya. “just Hye Ri that can call me ‘lovely Luna’, understood?”, kata Luna membantah “i’m is Hye Ri’s boyfriend, Lovely Luna.” Balas Young Min dengan santai, karena kesal dengan Young Min, Luna menarik earphone dan I-Pod Young Min lalu melemparnya “nappeun yeoja...!” bentak Young Min “take it, trouble maker!”, kata Luna sambil menjulurkan lidahnya. Alhasil mereka bermain kejar-kejaran sampai masing-masing dari mereka merasa lelah.
####SEOUL I’M IN LOVE!####
          Malam harinya Young Min mengajak Luna berjalan-jalan di Namsan Tower sekaligus menemani Luna yang ingin membeli I-Pad baru dan Young Min yang ingin membeli I-Pod baru. “waaww...it’s so amazing trouble maker, Namsan Tower saranghae!”, teriak Luna dari menara Namsan Tower “shut up Lovely Luna, you can make all ear of person in here deaf!”, Young Min mencoba menyadarkan Luna yang berteriak kesenangan karena memang pemandangan kota Seoul yang indah di malam hari. “okay, trouble maker and stop call me lovely Luna.”, balas Luna, namun Young Min langsung menarik tangan Luna menuju tempat lain di menara itu, “i want to put my name n someone in here, but i dont have nam-ja-chi-ngu..?!”, jelas Luna “okay, i will put our name in here.”, kata Young Min yang membuat Luna melotot heran. Young Min segera mengambil kertas kecil dan menuliskan namanya dan Luna, tak lupa ia juga membawa gembok dan kuncinya. Selesai itu, Young Min membuang kunci gembok itu jauh-jauh, Luna yang mengetahui hal itu hanya diam dan menontonnya saja.
            Sepulang dari Namsan Tower, Young Min dan Luna pergi membeli barang yang ingin mereka beli. Luna yang ingin mencoba I-Pad barunya, mencoba untuk menghubungi Hye Ri melalui ‘skype’.
@@@@Tokyo@@@@
            Hye Ri yang sedang santai menerima panggilan dari Luna dan akhirnya mereka terlarut dalam obrolan asyik mereka. Namun, mata Hye Ri terbelalak kaget ketika melihat ada Young Min yang tiba-tiba tertampak di layar i-Pad miliknya sedang bercanda bersama Luna. Hye Ri langsung panas melihat hal itu, namun dia berusaha menutupinya “gwenchanayo, Hye Ri” ucap Hye Ri pada dirinya sendiri. Sedangkan diseberang sana, sahabat dan kekasihnya sedang bercanda ria, namun kecemburuannya sedikit terobati ketika Luna berkata “cepatlah pulang Hye Ri, i miss you!, aku akan menjaga namjachingumu agar tidak melirik perempuan lain”.
@@@@Seoul@@@@
            Sementara itu, Young Min dan Luna memutuskan untuk pulang setelah melahap donkatzu dan bulgogi dengan porsi besar. Young Min memberhentikan mobilnya di depan gerbang coklat rumah Hye Ri, dan menyuruh Luna untuk turun karena ia sangat ingin segera pulang karena sudah sangat ngantuk “go down lovely Luna, i’m so sleepy.”, kata Young Min “trouble maker, i’m afraid if i must sleep in Hye Ri’s house alone!”, kata Luna dengan takut-takut “alright, you can life in my house during my girlfiend still in Tokyo.”, jelas Young Min, Luna hanya mengangguk-anggukkan kepala saja karena tidak ada pilihan lain untuknya. Luna hanya membayangkan kerusuhan-kerusuhan yang akan terjadi di hari selanjutnya.
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            Luna bangun pagi-pagi sekali, dia berusaha mengalahkan rasa kantuknya karena perutnya sangat lapar sekali. Luna berusaha mencari bahan makanan yang bisa dimakan, namun tak ada satupun makan yang bisa di masak, yang ada hanya sebungkus pasta dan makaroni. Luna memutuskan untuk membuat spaghetti saja.
            Young Min baru saja bangun dari tidurnya dan langsung mencium aroma spaghetti yang lezat, dia hanya berpikir kakaknya, Mi Young sedang berada di rumah dan sedang memasak spaghetti untuk sarapan. Young Min bergegas menuju dapur dan setelah ia tahu siapa yang sedang duduk manis memakan spaghetti di meja makan, dia langsung berteriak “hya.....Lovely Luna, what are you doing here?”, Luna yang memakan spaghetti-nya kaget akan teriakan Young Min dan langsung menoleh “i am cooking and now i eat spaghetti,do  you want?”, jawab Luna dengan wajah innocentnya “how dare you come to my house and cook in my kitchen?”, Luna langsung menahan amarah dan berkata dengan santainya pada Young Min “its okay, trouble maker oppa , let’s sit and have breakfast with me?”, Young Min menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal dan teringat kata-kata persetujuannya untuk mengizinkan Luna tinggal di rumahnya selama Hye Ri masih di Tokyo. Mereka berdua sarapan dengan damainya ditemani dengan turunnya salju.
            Cuaca di luar sangat tidak baik, sehingga Luna memutuskan untuk tidak keluar rumah. Luna berjalan-jalan mengelilingi rumah Young Min dan dia berhenti ketika mendengan dentingan suara piano yang sangat indah “mungkinkah trouble maker itu yang memainkannya, tapi tak mungkin dia memiliki bakat dan suara yang sangat bagus seperti itu.” Pikir Luna. Luna memutuskan untuk mencari sumber suara sambil mengikuti alunan lagu yang sedang dimainkan, alhasil dia menemukan Young Min yang sedng bermain piano sambil bernyanyi dengan damai. Mereka berdua terbawa oleh suasana,dan akhirnya bernyanyi bersama sampai Young Min mengakhiri permainan pianonya. “your voice is good.”, kata Young Min “thank you very much trouble maker, all of person confess that my voice is very good, oppa.” Young Min langsung menarik tangan Luna menuju ruangan yang sepertinya ruang untuk rekaman.
            “waaw....you want me to record my voice?”, tanya Luna dengan senangnya “that’s right, Lovely Luna.”, kata Young Min. Mereka berdua merekam suara mereka dengan bernyanyi lagu ‘Like A Star’, setelah selesai dan menjadi sebuah lagu, Young Min memasukkannya ke dalam I-Pod barunya.
            Malam harinya, Luna merasa kedinginan sekali, walau dia sudah memakai sweater plus selimut tebal berlipat-lipat. Young Min yang melihat itu, langsung bergegas menuju dapur dan membuat Goguma (sweet potato) untuk Luna. Setelah Goguma (sweet potato) sudah jadi, Young Min menghampiri Luna di ruang tengah yang sedang asyik memandangi salju turun sambil sesekali menggigil. “Lovely Luna, i make Goguma for you!”, kata Young Min dengan senangnya “waaahh...its look nice trouble maker oppa.”, jawab Luna. Mereka memakan Goguma berdua, Luna yang tidak terlalu bisa memakan Goguma dengan baik selalu membuat repot Young Min.
            Setelah Goguma termakan habis tanpa sisa, Luna dan Young Min memutuskan untuk mencuci piring berdua, ketika Luna berjalan dengan sedikit berlari menuju dapur, tak disangka terdapat kulit Goguma yang membuat Luna hampir jatuh jika Young Min tidak menopangnya. Mereka berdua terbawa oleh suasana dan saling menatap satu sama lain “i’m sorry oppa, but i have go to my bedroom.”, Luna yang pertama sadar, langsung menepis tangan Young Min dari bahunya dan bergegas menuju kamar. Luna merasa ada yang aneh dengan dirinya ketika berhadapan dengan Young Min “God, kenapa jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya?!”.
            Young Min yang masih terpaku di tempatnya dan berusaha untuk mencerna apa yang tadi terjadi, mengingat-ingat sikap Luna yang jadi salah tingkah seperti tadi, membuat Young Min senyum-senyum sendiri.setelah itu Young Min masuk ke dalam kamarnya, ketika mengecek ponselnya ia kaget karena terdapat berpuluh-puluh panggilan tak terjawab dari Hye Ri “omo....Hye Ri!”, seru Young Min dan langsung menghubungi kembali Hye Ri namun hasilnya tak ada jawaban
@@@@Tokyo@@@@
            “apa yang oppa lakukan dengan Luna, hingga dia melupakanku seperti ini?”, cemas Hye Ri karena sedari tadi panggilannya tidak dijawab oleh kekasihnya. Hye Ri takut jika semua hal buruk yang ia pernah bayangkan akan terjadi ketika dia pulang dari Tokyo nanti.
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            Tak terasa besok adalah hari kepulangan Hye Ri dari Tokyo, itu artinya Luna akan kembali tinggal di rumah Hye Ri lagi. Young Min yang tidak ingin melewatkan hari terakhir mereka, mengajak Luna bermain di Lotte World.
            Sampai tengah hari, mereka berdua masih menikmati wahana di Lotte World “oppa, lets try Bungee Jumpping!”, ajak Luna, entah kenapa kedua orang itu sangat bahagia hari itu. Setelah lelah memainkan wahana yang ada, mereka berkeliling menuju stand-stand pedagang yang ada di sana, alhasil mereka membeli beberapa barang yang berpasangan, seperti bando kelinci, gantungan ponsel dan yang paling menarik adalah sepatu kets yang dilukis oleh Young Min sendiri.
            Sepulang dari Lotte World, Luna mengajak Young Min untuk menemaninya ke toko buku. Di sana, mereka memilih buku apa yang akan mereka ingin beli masing-masing, dan tak disangka mereka membeli beberapa judul buku yang sama.
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            Pagi-pagi sekali Luna bangun dan langsung menuju kamar mandi, setelah itu ia memasak sarapan di dapur. Hari ini, ia dan Young Min akan menjemput Hye Ri di Incheon Airport. “hmmm...sudah 2 minggu aku di rumah trouble maker ini, dan harus meninggalkannya, rasanya aku akan merindukan hari-hariku bersamanya.”, pikir Luna. 2 minggu yang mengesankan, sangat jauh dari pikiran Luna sebelumnya, tentang kekacauan yang terjadi di antara mereka, tiba-tiba Luna mendengar suara bel.”who are you?”, tanya Luna dengan sopan pada Mi Young, “my name Kim Mi Young, Young Min’s daughter, and you?” tanya Mi Young karena dia belum pernah melihat Luna dan tiba-tiba Luna sudah tinggal serumah dengan adiknya.
            Setelah melakukan perbincangan agak lama Luna akhirnya mengajak Mi Young sarapan bersama, tak lupa ia membangunkan Young Min yang masih terlelap di kamarnya. Mi Young yang melihat sikap Luna merasa aneh, bagaimana bisa mereka hanya 2 minggu yang lalu berkenalan tapi sudah sesantai dan seakrab itu, apalagi ketika di meja makan, Young Min tak henti-hentinya menceritakan kejadian-kejadian lucu  yang terjadi padanya dan Luna. “by the way, you two its look very match.”, kata Mi Young dengan santainya, namun mengakibatkan Young Min dan Luna hampir tersedak dan salah tingkah.
            Ketika Young Min dan Luna akan berangkat menjemput Hye Ri, Mi Young menahan Luna dengan alasan ia ingin berbincang dan tahu lebih banyak tentang Luna. Akhirnya, Young Min berangkat sendiri menjemput Hye Ri.
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            Ketika Hye Ri sudah bertemu dengan Young Min di bandara, spontan saja Hye Ri langsung memeluk Young Min di tengah-tengah kerumunan orang-orang “oppa, bogoshipo!”, kata Hye Ri dengan manja, namun Young Min hanya menanggapinya dengan senyuman tipis dan langsung mengajak Hye Ri meninggalkan tempat itu.
            Malamnya, Young Min mengajak Hye Ri dan Luna untuk makan malam bersama ia dan kakaknya, sebagai tanda kepulangan Hye Ri dan juga Young Min ingin melamarnya malam itu. “this is last night i’m here, its so sad, but its so funny.”, kata Luna, Young Min yang duduk di depannya langsung mengusap rambut Luna dan itu membuat Hye Ri kaget. “apakah hubungan mereka sedekat itu?”
            “Hye Ri, will you marry me?”, kata Young Min dengan berlutut di hadapan Hye Ri, dan dengan senang hati Hye Ri menjawab “yeah, i will oppa.”,jawab Hye Ri. Di sisi lain, hati Luna terasa hancur saat menyaksikan peristiwa yang belum satu menit berlalu itu. Luna langsung meninggalkan tempat dengan berusaha tenang. “apa yang terjadi denganku?”, kata Luna pada dirinya sendiri.
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            Luna pergi ke Namsan Tower sendirian, daripada ia harus menemani Hye Ri untuk mempersiapkan pernikahannya dengan Young Min. Luna kembali teringat akan dua nama yang dituliskan oleh Young Min di menara ini, tiba-tiba Luna meneteskan air mata. Luna semakin sadar bahwa ia menyimpan perasaan pada Young Min, namun dia rasa perasaan itu hanya ia saja yang merasakan, dan sekarang Luna juga harus mengubur rasa itu dalam-dalam. “aku pulang saja ke Indonesia, selamat tinggal Namsan Tower, selamat tinggal kota Seoul.”, pikir Luna.
            Sementara itu, Hye Ri dan Young Min yang tengah sibuk mempersiapkan pernikahan mereka sepertinya melupakan Luna. Namun ketika tak sengaja Young Min membaca sebuah tulisan yang berbunyi “Love is, when you’re  not feel bored had words with she, Love is when she was feel comfortable near you”, entah kenapa Young Min jadi teringat akan hari-harinya bersama Luna, begitu menyenangkan dibandingkan dengan Hye Ri. Namun Young  Min segera menepis pikiran tak jelasnya itu, karena ia sudah memilih Hye Ri, jadi ia juga harus mempertanggung jawabkan pilihannya itu.
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            Selesai dengan urusannya hari ini, Hye Ri mengajak Young Min makan siang bersama tak lupa ia juga mengajak Luna, karena ia merasa bertanggung jawab atas Luna yang datang ke Korea hanya untuk bertemu dengannya. Ketika mereka sedang makan bersama, tiba-tiba Young Min mengelap pinggir bibir Luna karena ada sisa saus yang melekat disana. Pemandangan itu sontak membuat Hye Ri kaget, namun Luna segera menepis tangan Young Min dan membersihkan sisa saus itu sendiri.
            Selesai mereka makan siang, mereka bertiga langsung pulang. Di perjalanan, Hye Ri seperti hanya jadi penonton saja karena sejak tadi Young Min dan Luna asyik bergurau dan sesekali menceritakan pengalaman mereka berdua ketika Hye Ri berada di Jepang. “apakah kalian sudah sedekat itu?”, tanya Hye Ri yang membuat sahabat dan kekasihnya menghentikan kegiatan mereka “tentu tidak Hye Ri, pasti kamu yang lebih dekat dengan oppa.”, jelas Luna, Hye Ri kaget sekali Luna bahkan memanggil Young Min dengan sebutan ‘oppa’, tapi bukankah ia sendiri yang menyuruh Luna memanggil Young Min dengan sebutan ‘oppa’.
            Suasana diam berhasil dipecahkan oleh Luna “i will go back to Indonesia tomorrow.”, kata Luna dengan santai. Young Min kaget mendengar itu “why must tomorrow?”, tanya Young Min, Hye Ri yang mendengar itu langsung menjelaskan “its okay oppa, Luna promise that she will come to our wedding, dont worry.”.
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            Luna mengemas barang-barangnya karena tiga jam lagi ia harus sudah ada di bandara. Tiba-tiba sebuah e-mail masuk dan setelah dilihat ternyata Young Min mengirim rekaman lagu mereka berdua, tak lupa Young Min menuliskan kata-kata perpisahan untuk Luna ‘to my Lovely Luna, if you miss me,just play this song. Thank you, two weeks with you is very happy for me. Dont forget to come to my wedding next month’. Air mata Luna tiba-tiba jatuh begitu saja, namun ia harus menahan semua itu, ia tak ingin Hye Ri kecewa dengannya.
            Luna akan memasuki ruang tunggu, sebelum itu ia berpesan dan berkata selamat tinggal pada Hye Ri dan Young Min. Setelah sosok Luna hilang dari pandangan, Hye Ri dan Young Min memutuskan untuk pulang, namun ketika mereka akan memasuki mobil tiba-tiba Young Min berkata bahwa ia ingin ke toilet.
Setelah diizinkan pergi ke toilet, Young Min langsung memasuki bandara lagi dan menuju ruang tunggu, ia tak menghiraukan beberapa petugas yang menanyainya tentang tiket, passport atau lainnya. Akhirnya Young Min menemukan Luna yang sedang terduduk lemas di kursi. “Lovely Luna!”, kata seseorang yang memaksa Luna untuk mengalihkan pandangannya dari I-Pad miliknya “oppa...!”, kata Luna sambil berlari kearah Young Min dan langsung memeluknya. “i think i love you, Lovely Luna.”, kata-kata yang dilontarkan Young Min membuat Luna terdorong untuk mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya, namun ia masih sadar bahwa Hye Ri ada diantara hubungan mereka. “what do you say, go back to Hye Ri and dont dissapointing she, a-rra-chi?”,kata Luna dengan menahan air mata. “i must go now, good bye oppa.”,kata Luna dengan sedikit menunduk karena ia tak ingin Young Min tahu bahwa saat ini ia ingin meneteskan air matanya.
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            Setelah kepulangan Luna ke Indonesia, Young Min menjadi orang yang pendiam dan tertutup bahkan bersama Hye Ri pun ia tak merasa nyaman. Hye Ri yang merasa bahwa Young Min berubah hanya berdoa semoga ia tak kehilangan orang yang ia cintai.
            @@@@Indonesia@@@@
            Luna sedang menatap hujan lewat kaca jendela kamarnya sambil memutar lagu yang ia nyanyikan bersama Young Min. “tuhan...hanyutkanlah rasa rinduku ini lewat hujan, sampaikan rasa rinduku ini pada orang yang ada di Seoul sana.”, Luna meneteskan air matanya lagi, kali ini ia benar-benar tak bisa menahan kesedihannya.
@@@@Seoul@@@@
            Suasana di Seoul pun tak ada bedanya dengan di Indonesia. Young Min juga rindu akan sosok Luna. Ia hanya bisa mendengar lagu yang pernah ia nyanyikan bersama Luna sambil mengingat-ingat semua kejadian yang telah ia lewati bersama Luna. Tiga hari lagi adalah hari pernikahannya dengan Hye Ri, mau tak mau Young Min harus bertanggung jawab atas semua ini, toh dia yang melamar Hye Ri di depan Luna waktu itu.
            Lamunan Young Min dibuyarkan oleh kedatangan Mi Young “hya saeng, ige mwoya?”, tanya Mi Young “gwenchanayo noona.”, jawab Young Min singkat. Mi Young tahu apa yang sebenarnya dirasakan oleh adik laki-lakinya itu, namun apa yang bisa ia lakukan. “Young Min-ah, three days again, before the day you still can chase your true love.”, kata Mi Young sambil berlalu meninggalkan kamar adiknya. “nan jeongmal bogoshipoyo, Lovely Luna
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            Hye Ri mengirim e-mail untuk Luna yang berisi tentang penagihan janji pada Luna untuk datang di pernikahannya dua hari lagi, ia ingin Luna menjadi pendampingnya ketika berjalan di altar nanti. Hye Ri sadar akan keadaannya saat ini, ia hanya tak tahu berperan sebagai apakah dia di dalam cinta segitiga ini. Hye Ri hanya tak ingin dikemudian hari ia kecewa akan keputusan yang ia buat di masa lalunya.
            @@@@Indonesia@@@@
            Rasanya berat sekali ketika kita harus melihat orang yang kita cinta tengah menunggu orang yang sedang berjalan di altar menuju kepadanya, namun kita hanya menjadi pendampingnya saja, itulah yang irasakan dan dibayangkan Luna. Namun ia tak ingin mengecewakan sahabatnya di hari bahagianya nanti. Luna mengambil penerbangan malam hari menuju Korea.
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            Hye Ri kaget melihat Luna sudah berdiri di ambang pintu rumahnya pagi-pagi buta seperti ini. Ia langsung menyuruh Luna untuk masuk ke dalam. Hye Ri hanya berpikir ‘apakah Luna main-main dengan apa yang dia lakukan, dia mencintai oppa dan besok ia harus melihat aku dan oppa mengucap janji setia’.
            Sampai malam harinya, Hye Ri masih meninggalkan Luna di rumahnya sendirian, dia terlalu sibuk dengan acaranya besok. Luna hanya melamun sambil mendengarkan lagu dari I-Pad miliknya. Tiba-tiba sebuah ide terlintas dipikirannya, Namsan Tower.
            Luna sampai di menara Namsan Tower, tempat dimana ia dan Young Min pernah meletakkan nama mereka bersama dengan nama pasangan-pasangan lainnya, padahal saat itu mereka tak ada hubungan apapun. “mungkin ini yang terakhir kalinya, aku melihat tulisan ini, setelah malam ini aku tak akan melihatnya lagi karena salah satu dari pemilik nama itu sudah menjadi milik orang lain” ,kata Luna dengan menahan air matanya, kebetulan saat itu Namsan Tower sedang sepi, sehingga Luna tak malu jika harus meneteskan air matanya sekarang, alhasil Luna menangis disana sampai ia tak menyadari seseorang yang tengah berdiri di belakangnya “althought the one of name in this papper will be mine another person, but the love from two name will life forever in here, Namsan Tower.”, kata-kata orang itu sontak membuat Luna membalikkan badannya, dan langsung berlari memeluk orang itu, sosok yang ia rindukan dan esok hari ia harus menjadi milik sahabatnya.
            Luna dan Young Min duduk di bangku menara Namsan Tower, melihat bintang yang sedang bersinar memenuhi langit malam Seoul. “oppa, maybe, this is the last we can together like this.”, kata Luna “its okay, i just want to spent this night with you in here, Lovely Luna.”, kata Young Min dengan tenangnya “oppa, dont call me Lovely Luna”, kata Luna mengingatkan, apa jadinya bila Hye Ri tahu Young Min masih memanggilnya Lovely Luna.”look, i wear the shoes from you, oppa.”, kata Luna mengalihkan pembicaraan, Young Min hanya tersenyum dan berkata “Saranghae Luna, nomaden Saranghae.”
####SEOUL I’M IN LOVE!####
            @@@@The Wedding@@@@
            Hye Ri sudah siap dengan gaun putih panjang yang membalut tubuhnya,sementara itu Luna datang dengan gaun putih simple, membuatnya tak kalah cantik dengan Hye Ri. Mungkin para tamu yang datang akan sulit membedakan manakah pengantin wanitanya, karena mereka berdua sama-sama memakai gaun putih.
            Ketika Luna menggandeng Hye Ri berjalan di altar menuju Young Min, semua tamu yang hadir banyak yang berbisik-bisik ‘manakah pengantin wanitanya, ataukah mereka berdua yang akan menikah?”. Young Min yang berdiri di seberang altar sangat terkagum-kagum namun bukan dengan penampilan Hye Ri, tapi dengan Luna.
            Setelah sampai dihadapan Young Min, Luna meletakkan tangan Hye Ri ke tangan Young Min “keep my best friend forever, oppa.”, kata Luna sementara itu Young Min hanya tersenyum tipis dan Hye Ri hanya tertunduk. Beberapa detik kemudian, Hye Ri tiba-tiba menarik tangan Luna dan meletakkannya diatas tangan Young Min “kau yang pantas bersama oppa, Lovely Luna”, kata Hye Ri dengan beerkaca-kaca, sebenarnya Hye Ri tak ingin melepaskan Young Min namun mengingat mereka berdua saling mencintai, membuat Hye Ri merasa seperti penghalang hubungan Luna dan Young Min meski Hye Ri yang lebih dulu mengenal Young Min.
            Saranghae, Lovely Luna. Now, you believe the miracle of love?”,kata Young Min setelah mereka selesai mengucap janji setia.”yeah..i believe trouble maker oppa.”,kata Luna “hya....you call me what?”,Luna yang menyadari dirinya akan mendapat pertengkaran dengan Young Min langsung ingin berlari, namun tangan Luna tiba-tiba ditarik oleh Young Min, dan sontak setelah Young Min mencium kening Luna sambil berkata “Saranghae!”.
            Luna menghampiri Hye Ri yang duduk dengan wajah tertunduk di taman gereja, “ini untukmu Min Hye Ri.”, kata Luna sambil menyerahkan rangkaian bunga pada Hye Ri, Hye Ri yang menyadari kehadiran Luna langsung mendongakkan wajahnya “jika aku menikah, kau juga harus menikah, pengorbananmu untukku akan selalu aku ingat Hye Rin.”, jelas Luna. Tanpa berkata-kata lagi, Hye Ri langsung memeluk Luna dan meneteskan air matanya “kau tahu bagaimana rasanya hatiku sekarang, hancur! Tapi hatiku lebih hancur jika dikemudian hari aku harus menerima kenyataan pahit bahwa oppa tidak mencintaiku dan hanya mencintaimu Luna, aku bahagia jika melihat orang-orang yang kucintai juga bahagia.”, kata Hye Ri dengan terisak-isak.
            Sementara itu, Young Min tak sengaja mendengar kata-kata yang diucapkan hye Ri, ia merasa bersalah pada Hye Ri. Young Min menghampiri Luna dan Hye Ri yang masih berpelukan sambil menangis “Mianhae, Hye Ri-ah.”, kata Young Min pelan. Hye Rin dan Luna langsung melepas pelukan mereka “gwenchanayo oppa.”, kata Hye Rin dengan tersenyum sambil mengusap air matanya.
            Sore hari, Young Min dan Luna mengunjungi Namsan Tower, melihat nama mereka berdua terpajang bersama nama pasangan-pasangan lainnya, jika dulu mereka datang bukan sebagai pasangan namun sekarng mereka merasa bahwa merekalah pasangan paling bahagia di dunia ini. “oppa, saranghae yeongwonhi, jeongmal saranghae.”,kata Luna dengan terbata-bata karena ia baru belajar bahasa Korea lagi “Na do Lovely Luna.”.”gomawo Min Hye Ri,gomawo Seoul, gomawo Namsan Tower, i’m happy now”, teriak Luna. Mereka berpelukan di menara Namsan  Tower ditemani dengan terbenamnya matahari.
####END OF THE STORY ‘SEOUL I’M IN LOVE!’####

Cerpen karya : Delia Paramita
Facebook : dhellia.paramitha
TTL :Blitar, 8 juli 1999 
Sekolah : SMPN 1 Srengat
Kelas : 8 H