-INTO THE NEW LOVE-
*prok....prok....prok*,
suara tepuk tangan menggema di seluruh penjuru ruangan konser itu, mengakhiri
penampilan 7 wanita cantik yang membawakan salah satu lagu andalan mereka
‘more’. Shiella, Nadine, Ticka, Mauryn, Maura, Nimmy, dan Febiola, siapa yang
tak kenal dengan mereka, anggota dari girlband yang sedang naik daun, Elegant
Girls. Seluruh penjuru dunia pun tahu tentang mereka, girlband Indonesia
pertama yang dapat Go! Internasional. Malam ini, Elegant Girls baru saja
menyelesaikan tour dunia bersama boyband dan girlband lainnya di Bangkok,
Thailand. Cerita ini, menceritakan perjalanan hidup Elegant Girls ‘Shiella’ ,
leader Elegant Girls yang berbakat mungkin di segala bidang dan mendapatkan
bonus anugerah langka dari Tuhan, yaitu mempunyai indra keenam. Shiella kadang
bisa menjadi pendiam dan pemurung tanpa sebab, namun member Elegant Girls
lainnya mengira bahwa itu efek karena Shiella punya indera keenam. Sampai suatu
hari, Shiella mengikuti sebuah variety show horror yang akan syuting di sebuah
camp militer. Ketika pengambilan gambar dilakukan, tiba-tiba Shiella menangis
dan berkata ‘kajjima’ sebelum
akhirnya ia tak sadarkan diri. Berita itu segera menyebar luas ke penjuru dunia
dan mendapat respon yang besar sekali, terutama bagi fans Shiella. Berbagai
persepsi dari banyak orang terpampang jelas di berbagai blog, forum,jejaring
sosial, dsb. But....what right happened with Shiella?...........
-----------------------------------------------------------------------
Hari
ini para member Elegant Girls akan bertolak ke negeri ginseng, Korea Selatan
tepatnya di Kota Seoul. Elegant Girls tak berangkat sendiri, namun ditemani
oleh para lelaki tampan nan berbakat dari sebuah boyband, ‘Moccachino’. Boyband
yang beranggotakan 7 laki-laki hebat itu merupakan pasangan dari girlband
Elegant Girls untuk status boy&girlband pertama yang bisa Go!
Internasional. Moccachino beranggotakan Morgan, Radith, Chicco, Roland,
William, Sandy, dan Romeo. Saking seringnya mereka berkunjung ke Seoul, dan
tentu saja sering juga satu panggung dengan boy&girlband populer Korea,
Elegant Girls dan Moccachino sampai berteman baik dengan idol-idol Korea itu,
bahkan tak jarang mereka menginap di dorm salah satu boy&girlband itu.
Elegant Girls dan Moccachino berangkat
minus dengan leader group mereka, Shiella dan Morgan. Dua leader itu akan
menyusul para member lainnya dua hari lagi karena mereka harus menyelesaikan
syuting episode terakhir drama yang memasangkan mereka berdua. Sebenarnya sudah
banyak rumor yang mengatakan bahwa mereka punya hubungan khusus, namun dengan
kompak dua leader itu selalu membantah isu miring yang menimpa mereka.
“jangan tinggalkan aku, bertahanlah
untukku”, seru Shiella di tengah isakan tangisnya yang semakin meledak ketika
melihat orang yang sangat dicintainya terbaring lemah dan sekarang berada di
ambang kematian “walau aku harus pergi, kau tetap kusimpan disini”, kata Morgan
dengan lemah sambil mengarahkan tangan Shiella ke dada sebelah kirinya,
tiba-tiba elektrokardiograf yang dipasang menunjukkan tanda garis hijau lurus,
menandakan Morgan telah tiada, sontak perempuan di sampingnya meledakkan
tangisnya dan akhirnya..... “cut”,
pekik sang sutradara ceria. “akting yang bagus, terima kasih untuk syuting
terakhir drama ini”, kata sang sutradara. “sama-sama”, jawab Shiella dan Morgan
bersamaan kemudian mereka menjabat tangan sang sutradara serta pemain drama dan
para kru yang ada.
“huuufttt...akhirnya selesai juga.”,
kata Shiella sambil merebahkan dirinya ke sofa di ruang make up, saking
lelahnya Shiella terlelap disana. Beberapa menit kemudian, Morgan datang dengan
membawa french fries kesukaan Shiella. Morgan mengambil satu kentang goreng
hangat itu dan mengarahkannya ke depan hidung Shiella, seketika itu Shiella
mencoba mengumpulkan semua nyawanya ketika dia merasa mencium bau makanan
favoritnya. Akhirnya ide jail Morgan untuk membangunkan Shiella berhasil juga,
mereka berdua makan malam di ruang make up.
“jangan lupa besok kita masih ada satu
jadwal pemotretan lagi, butter gummy”, jelas Morgan ketika sampai di depan
pintu kamar apartemen Shiella “okay black shadow”, balas Shiella sambil
mencubit pipi Morgan dan akhirnya menutup pintu apartemennya. Morgan sering
sekali mengantarkan Shiella ke apartemennya, bahkan mengantarkan Shiella pulang
mungkin sudah menjadi rutinitas dari seorang Moccachino ‘Morgan’. Kerap kali
ada papparazzi yang memotret mereka sedang berjalan berdua dan alhasil munculah
skandal mereka (lagi) baik di koran, majalah, blog, forum, ataupun jejaring sosial. Isu kedekatan dua
leader ini sempat mereda ketika munculnya rumor yang mengatakan bahwa Ticka dan
Romeo sedang berpacaran dan ketika di konfirmasikan ternyata kabar itu benar
adanya.
-INTO THE NEW LOVE-
Setelah menyelesaikan pemotretannya,
Shiella dan Morgan memutuskan untuk pergi ke toko buku. “untuk siapa buku
sebanyak itu kamu beli?”, tanya Shiella keheranan karena Morgan menenteng
keranjang yang berisi tumpukan berbagai novel “yaa untuk akulah, kalau kamu yaa
beli sendiri sana...!”, jawab Morgan. Shiella heran sekali, selama ia mengenal
seorang Morgan, ia tak pernah tahu bahwa Morgan adalah seorang yang hobi
mengoleksi novel atau mungkin ia suka membaca cerita-cerita di novel?. “makanya
buka dong situs resmi Moccachino, masa sih seorang Shiella yang satu management
dengan Moccachino dan sangat akrab dengan setiap membernya nggak tahu kalau
leadernya Moccachino hobi banget baca novel”, terang Morgan “yee....dasar
narsis pake promosi situs resminya Mocca lagi”, ledek Shiella.
Sore-sore
gini...enaknya ngapain yaa?”,gumam Shiella pada dirinya sendiri “nonton
yukkk...!”, ajak Morgan ke Shiella, yang diajak langsung menganggukkan
kepalanya pertanda ia menyetujui ajakan Morgan. Sesampainya di Cinema XXI,
Morgan mengajak Shiella menonton film ‘Horse War’, namun Shiella tiba-tiba
menundukkan kepalanya tak ingin melihat trailer film itu, sikap Shiella yang
aneh membuat Morgan bingung dan memutuskan untuk melihat sekuel terakhir film
Harry Potter saja. “Shiel, tadi kenapa kamu jadi aneh waktu liat trailernya
Horse War, padahal film itu bagus looohh...
ada peperangannya dan aksi-aksi dari prajurit yang nembak-nembak gitu,
pasti seru..!”, oceh Morgan, sementara Shiella hanya diam tak menjawab.
“emmm...yaudah kalo kamu gak mau jawab, udah malam juga nih, besok kita harus
berangkat pagi ke Seoul.”, kata Morgan dan langsung menuju basement untuk
mengambil mobilnya dan melajukannya ke apartement milik Shiella. Entah kenapa,
ia merasa khawatir pada Shiella, sejak pulang dari bioskop Shiella hanya
bungkam saja.
-INTO THE NEW LOVE-
Matahari
belum juga menampakan sinarnya, namun Shiella sudah pergi ke kamar mandi dan
mandi sebersih-bersihnya. Setelah selesai mandi, Shiella berpakaian serba
panjang dan hangat karena ia tahu di Korea sedang musim salju. Ketika Shiella
sedang mengecek barang-barang yang akan ia bawa, tiba-tiba bel apartementnya
berbunyi, Shiella langsung beranjak dan menuju ke intercom yang terpasang di
dekat pintu, ternyata yang datang adalah Morgan. “kenapa pagi sekali
menjemputku, penerbangan masih 4 jam lagi dari sekarang”, kata Shiella “biarkan
aku masuk dulu butter gummy”, jawab Morgan dengan tenang. Setelah duduk di sofa
ruang tamu, Morgan membuka tas ranselnya dan mengeluarkan kotak berwarna biru
“apa itu?”, tanya Shiella penasaran “ini, bukalah... sebagai permintaan maafku atas perlakuanku
tadi malam”, jelas Morgan dengan raut muka memelas, Shiella mengerti apa yang
Morgan katakan. Sedikit saja sesuatu yang mengingatkan Shiella pada masa lalu
pedihnya itu, ia akan meneteskan air matanya, namun kali ini ia tak ingin
menangis konyol di depan Morgan karena ia juga tak bisa memberitahu alasan ia
menangis.
“ternyata
leader Moccachino ini suka memasak yaa..”, ledek Shiella, karena ia jarang
menemui seorang laki-laki yang pandai memasak. “aku ‘kan hebat di segala
bidang”, pamer Morgan dengan suara yang dibuat-dibuat “ahh..sudahlah...
bagaimana kalau sekarang kita makan kimchi ini bersama-sama?”, usul Shiella,
Morgan hanya mengangguk dengan santai. Shiella langsung mengambil beberapa alat
makan di dapur, namun sebelum itu ia belok ke depan wastafel untuk mencuci
wajahnya. Sejak tadi Shiella menahan tangisnya “tuhan...kenapa orang itu harus
sama mirip dengan...”, kata Shiella terbata-bata karena ia tak sanggup mengucap
nama seseorang di masa lalunya itu.
Setelah
menghabiskan sekotak kimchi yang dibawa Morgan, mereka akhirnya memutuskan
untuk berangkat ke bandara sekarang, hati Shiella sudah lebih tenang dari
sebelumnya. “nanti aku akan belajar berbagai macam masakan korea, kau tahu?”,
kata Morgan ditengah kesunyian mereka “ehh... kau akan minta bantuan pada
siapa, member Mocca yang lain kan tidak tertarik dengan urusan dapur, mereka
hanya tahu makan saja”, jawab Shiella “mungkin....aku akan minta bantuan pada
ryeowook SuJu saja, kan dia pintar memasak”, cetus Morgan tiba-tiba “terserahmu
sajalah, tapi berjanjilah padaku untuk membuatkan aku ramen yaa..”, rengek
Shiella. Morgan tidak menjawab, ia hanya mengacungkan ibu jarinya pada Shiella.
Sampai
di bandara, mereka sudah disambut oleh ribuan fans yang menghalangi jalan
setiap orang, para petugas bandara berusaha keras menertibkan mereka, tak
ketinggalan para wartawan dari berbagai stasiun tv sudah berjaga disana untuk
melontarkan pertanyaan pada dua leader itu. Yang ditunggu-tunggu kedatangannya
hanya berjalan lurus sambil di dampingi oleh bodyguard, sesekali mereka
melambaikan tangannya pada fans, dan wartawan sibuk memotret juga melontarkan
pertanyaan yang menurut Shiella dan Morgan itu adalah pertanyaan yang tidak
penting. Seorang wartawan yang segera menyadari akan ada berita heboh jika ia
berhasil mengambil satu saja gambar pada detik itu, ia langsung memotret Morgan
dan Shiella. Ternyata wartawan itu memperhatikan dua leader itu sedang
bergandeng tangan, setelah ini pasti skandal antara leader Elegant Girls dan
leader Moccachino akan terdengar lagi.
-INTO THE NEW LOVE-
Setelah
pesawat yang mereka tumpangi mendarat di Incheon Airport, mereka langsung
bergegas meninggalakan bandara internasional Korea Selatan itu. Sekali lagi
mereka harus melewati lautan fans yang berjajar di sekeliling bangunan bandara
itu dan meneriaki nama mereka berdua. Shiella yang tak ingin dianggap sebagai
publik figur yang tidak menghormati fansnya langsung menghentikan langkah dan
mengajak Morgan untuk membungkuk 900 dihadapan para fans mereka di
Korea sebagai tanda penghormatan. Para fans yang diperlakukan seperti itu
langsung berteriak histeris tak karuan “gamshamnida, dont forget to watch our
perform at Music Bank tomorrow. Saranghaeyo....!”, kata Morgan pada fans
sebelum ia dan Shiella memasuki mobil yang akan membawa mereka ketempat
menginap para member lainnya.
“huhh..benar-benar
resiko menjadi orang populer”, kata Shiella menghela napasnya “yeah....tanpa
fans juga kita tak akan seperti ini, jadi hargailah mereka”, jelas Morgan.
Shiella hanya mendengarkan kata-kata Morgan namun tak menjawabnya, ia langsung
membuka I-Pad kesayangannya dan membuka situs Yahoo! OMG. ‘Moccachino Morgan and Elegant Girls Shiella are dating again?’,
Shiella menghela napas panjangnya lagi setelah membaca judul berita itu. Lagi-lagi
skandal mereka muncul ke permukaan. “lupakan saja berita itu dan anggap tidak
ada, ujung-ujungnya kita harus menjelaskan untuk yang kesekian kalinya pada
publik bahwa hubungan kita hanya sebatas adik-kakak saja, kan?”, Morgan
berusaha menenangkan Shiella, mungkin Shiella sudah benar-benar lelah tentang
berita skandal mereka berdua. Morgan mengelus puncak kepala Shiella agar
perempuan itu tenang, Shiella yang diperlakukan seperti itu langsung memandang
Morgan dengan tetesan air mata di pipinya “kau....kenapa kamu harus sama dengan
dia?!”, kata Shiella “maksudmu?”, tanya Morgan yang tak mengerti kemana arah
pembicaraan Shiella ditambah lagi dengan tangisan Shiella. “Never Mind”, kata
Shiella akhirnya, mungkin belum saatnya kisah itu ia ungkapkan pada orang-orang
dikehidupannya saat ini.
-INTO THE NEW LOVE-
Sesampainya
Shiella di hotel tempat menginap para member Elegant Girls lainnya, ia langsung
merebahkan tubuhnya ke sofa panjang, kedatangan segera disambut oleh member
lainnya “skandal lagi?”, tanya Mauryn “biarkan saja, aku dan Morgan tak ada
apa-apa.”, jawab Shiella dengan santainya. “benarkah...padahal jika dua leader
ini benar-benar menjalin hubungan, maka seluruh dunia akan gempar.”, kata
Febiola dengan agak ketus “apa maksudmu?”, tanya Shiella tak mengerti “tidak
ada, aku hanya mengingatkan jika menjalin hubungan antar grup di satu
management itu dilarang, apalagi yang melakukannya adalah seorang leader,
memalukan sekali!”, ketus Febiola, Shiella hanya diam namun Maura angkat bicara
karena sangat muak sekali dengan sikap Febiola yang tak jelas “apa maksudmu,
kalau kamu cemburu bilang saja!”, bentak Maura “aku...aku hanya ingin
mengingatkan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang leader, kalau
kelakuannya begini, apa seorang Shiella pantas disebut sebagai leader?”, bantah
Febiola lagi. “sudah....diam semua, kujelaskan pada kalian bahwa akau dan
Morgan tak ada hubungan apapun, titik!”, bentak Shiella akhirnya, ia merasa
terpojokkan karena sikap Febiola, sementara member lain hanya menunduk melihat
leader mereka akhirnya meledakkan amarahnya.
“kau
tak apa?”, tanya Nadine yang masuk ke kamar Shiella “i’m okay, dont worry.”,
kata Shiella sambil memaksakan senyumnya agar Nadine tak bertanya macam-macam
lagi padanya. “oiya...malam ini para member Moccachino akan bermain futsal, apa
kau mau ikut menyaksikan?”, tawar Nadine pada Shiella “boleh, bagaimana kalau
kita bersiap sekarang?”, ajak Shiella pada Nadine. Setelah selesai
bersiap-siap, para member menuju meja makan menunggu masakan yang sebentar lagi
akan matang, “i’m so hungry....”, kata Ticka, shiksin dari Elegant Girls “sabar
sebentar, shiksin”, kata Nadine. “aku tak tau bagaimana jadinya jika shiksin
seperti dia punya pacar yang super pelit seperti Romeo, bisa-bisa Ticka jadi
kering kerontang”, cetus Nimmy yang disambut gelak tawa para manusia di ruang
itu. “kemana febiola?”, tanya Shiella setelah menyelesaikan masakannya dan
duduk disebelah Mauryn dan Maura “biarkan saja dia, sejak tadi dia hanya
berdiam diri di kamar jadi bukan salah kami kalau dia jatuh sakit”, kata Maura.
“dasar perempuan aneh, dia cepat sekali marah kalau dia memang suka pada
Morgan, yaa bilang saja”, ketus Nimmy, member termuda Elegant Girls “ya
sudahlah...mari makan! Aku sudah sangat laparrr..”, kata Ticka.
Setelah
selesai makan, para member langsung menuju lapangan futsal di hotel itu.
Sesampainya di lapangan, para member Moccachino sedang pemanasan untuk
permainan futsal yang sebentar lagi akan digelar. Tampak Morgan yang sudah
selesai pemanasan bergegas menghampiri Shiella, namun langkahnya terhenti
ketika mendengar suara Febiola yang menghampirinya “kenapa harus ikut bermain,
kan baru datang, aku takut kamu kelelahan padahal besok kita harus perform di
MuBank.”, kata Febiola pada Morgan “sudahlah tak apa”, jawab Morgan sekenanya
dan langung melanjutkan perjalanannya untuk menghampiri Shiella.
Beberapa
saat kemudian, permainan dimulai, dan dengan PD-nya Febiola berteriak “Morgan
oppa, Fighting!”, padahal disitu sedang ada beberapa member dari
boy&girlband Korea. “ih...gak tau malu banget sih itu orang”, ketus Maura
yang memang sejak tadi risih dengan kelakuaan Febiola. Sementara Shiella hanya
diam tertunduk, “hey...whats up?”, kata Nadine “gwenchana”, jawab Shiella. Di
dalam hatinya, Shiella berkata “apalagi ini tuhan....?”
Selesai
pertandingan, para member Moccachino segera beristirahat di tepi lapangan,
Ticka segera berlari menuju Romeo dan memberinya air minum “oooww...disini
bukan tempat untuk pacaran!”, kata Radith “bilang saja kalau kau iri,”, balas
Romeo dan segera pergi menuju tempat lain bersama Ticka. Sementara itu, Morgan
menyandarkan kepalanya di dekat tiang gawang, dia terlihat sangat kelelahan dan
bodohnya ia tak membawa air minum, Shiella yang melihat pemandangan itu segera
menghampiri Morgan “minumlah!”, kata Shiella pada Morgan lalu mengelap keringat
Morgan yang bercucuran menggunakan handuk kecil yang ia bawa, saat itu jarak
antara mereka berdua sangat dekat apalagi Morgan yang menatap Shiella tepat di
manik matanya. “ciiiieee....ciiieee....”, koor semua member, menyadarkan dua
leader mereka yang sejak tadi hanyut dalam tatapan mata mereka.
“sepertinya...skandal heboh itu benar adanya ya Chicco”, kata William disertai
evil smirknya “untung saja aku tak mengabadikan moment kalian berdua, jika
dunia tahu kita akan diundang di berbagai acara reality show dan ditanyai
tentang pendapat kita kalau leader kita memang punya hubungan.”, kata
Chicco. “diam kalian...”, kata Morgan
sambil tersenyum dan membereskan barang-barang yang ia bawa dan meninggalkan
lapangan itu. “leader kita kalau sedang salah tingkah memang seperti itu”, kata
sandy sambil menepuk bahu Shiella. Sementara Shiella hanya menjawabnya dengan
senyuman. Setelah itu semua member memutuskan untuk kembali ke kamar hotel
masing-masing.
-INTO THE NEW LOVE-
Terdengar
suara pintu ditutup dengan kasar, dengan muka kusut Febiola masuk ke kamarnya
namun langkahnya terhenti oleh gertakan dari Maura “hehh...liat-liat dong,
pintu gak salah dibanting sekeras itu, emang kamu yang punya hotel ini apa?
seenaknya aja!”, Maura berhasil melontarkan kata-kata pedasnya pada Febiola.
“biarin aja, orang lagi jeaolous ya emang kaya’ gitu tuh... kasian banget.”, Febiola makin memanas ketika
mendengar perkataan dari kembaran Maura, yaitu Mauryn. Saudara kembar yang
selalu kompak dalam segala hal, menjahili member lain, berpakaian sama dan
mungkin dalam urusan cinta mereka berdua menyukai seseorang yang sama, Radith.
“Febi,
kamu gak makan dulu?”, tanya Shiella yang sekamar dengan Febiola, sementara
yang ditanya malah membawa bantal,guling, dan selimut hendak keluar dari kamar
“kamu mau ngapain bawa alat tidur?”, tany Shiella lagi, “males banget sekamar
ama leader muna”, ketus Febiola sambil keluar dan menutup pintu kamar dengan
keras. Shiella hanya memandang datar kearah pintu yang beberapa detik lalu
ditutup dengan kasar oleh Febiola, Shiella segera beranjak dan membuka
kopernya, mencari sesuatu yang mungkin sangat berharga baginya, sebuah kotak
music berwarna biru sapphire bertuliskan ‘saranghae yeongwonhi’ Shiella
meneteskan air matanya lagi ketika membuka kotak music itu, perlahan terlihat
jelas sepasang kekasih sedang duduk disebuah bangku melihat bintang yang
bertebaran di langit malam “malam terakhir yang tak terduga”, gumam Shiella
sambil menghapus air mata yang sejak tadi mengalir deras membasahi pipinya.”oppa, nan bogoshipoyo!, eodigoya?”
“Shiella,
ada apa lagi dengan nenek sihir satu itu?”, tanya Maura dan disusul oleh para
member lain yang memasuki kamarnya “aku juga bingung, tiba-tiba dia marah tak
jelas padaku?”, jelas Shiella pada member Elegant Girls. “aku ke toilet dulu
yaa...mau ganti baju dan cuci muka.”, kata Shiella, sebenarnya ia ingin pergi
ke kamar mandi untuk membasuh mukanya agar tak terlihat habis menangis.
-INTO THE NEW LOVE-
@@@@kamar
hotel member Mocca@@@@
Para
member sedang sibuk sendiri-sendiri, Romeo yang sedang memilh-milih baju,
Radith dan Sandy yang sedang menonton siaran televisi Korea, Rolland yang belum
keluar dari kamar mandi, William dan Chicco yang sedang makan ramen yang dibuat
Morgan, dan sang leader yang masih sibuk membuat lagu. “kenapa leader kita
sangat serius sekali yaa?”, William dan Chicco yang terkenal jahil segera
menghampiri Morgan yang sedang duduk manis di sofa “wah...sepertinya lagu yang
bagus, pakai bahasa Korea lagi”, timpal Chicco “tunggu, kenapa judulnya hanya
huruf ‘S’, jangan-jangan lagu ini untuk......Shiella yaa?”, William bertanya
penuh selidik pada Morgan “Bukan, S itu singkatan dari Saranghae”. Jelas Morgan
pada dua manusia jahil itu. “hmmm...tetap saja, mungkin kata saranghae itu
untuk Shiella!”, balas William tak mau kalah, sedangkan Chicco mengajak William
ber high five karena merasa berhasil menjahili leader mereka lalu meninggalkan
Morgan.
@@@@kamar
hotel member Elegant Girls@@@@
Shiella sedang sibuk menata
barang-barang yang ia bawa dari Indonesia sedangkan member lain entah sedang
apa. “jangan lupa, hari ini kita akan perform di Music Bank!”. Tiba-tiba
Febiola berkata pada semua member yang ada di ruang tamu itu, namun para member
lain mengacuhkan perkataan Febiola terlebih Maura yang memang jengkel sekali
pada Febiola. “siapa dirimu berani berkata seperti itu? Yang berhak hanyalah
leader Elegant Girls”, kata Maura dengan ketus “mungkin aku lebih pantas
menjadi leader kalian, toh aku juga lead vocal di grup ini.”, sergah Febiola
tak mau kalah “terserah dirimu saja.”, kata Maura. Setelah beberapa menit dari
perdebatan itu, tiba-tiba bel kamar hotel mereka berbunyi menandakan ada yang
ingin bertamu, Nimmy yang ingin membuka pintu segera didahului oleh Febiola,
dan ternyata yang datang adalah Morgan “silahkan masuk”, kata Febiola dengan
manis, sementara member lainnya mengintip dari kejauhan “thank’s, apa leader
kalian ada?”, tanya Morgan “ngapain cari Shiella?”, tanya Febiola dengan agak
ketus, para member lainnya segera menarik Morgan untuk menuju ke ruang tamu
“ohhh...Shiella ada kok, tunggu sebentar yaa kak!”, kata Mauryn, beberapa detik
kemudian Shiella datang dan melihat Morgan sedang duduk manis bersama member
Elegant Girls lainnya. “hai...black shadow, ada apa mencariku?”, tanya Shiella
dengan santai “jangan memanggilku black shadow,” sanggah Morgan sambil
menyerahkan sebuah kertas berisi lirik lagu yang tadi ia buat “lagu yang kau
buat sendiri?”, tanya Shiella “yap..betul sekali. Aku ingin nanti kita berduet
menyanyikan lagu ini, mau?”, tawar Morgan dan serentak para member
senyum-senyum gaje sendiri. “boleh....berarti sekarang saja kita latihan,
sepertinya nadanya juga tidak terlalu tinggi”, kata Shiella dengan semangat
“kajja...”, lalu mereka berdua meninggalkan kamar hotel Elegant Girls menuju
tempat latihan vokal.
“waaaa....pasti nanti para fans akan
berteriak histeris waktu Morgan dan Shiella duet”, kata Nadine sambil menatap
dinding seakan membayangkan bagaimana suasana yang akan terjadi “betul
itu...andai mereka benar-benar jadian..”, kata Ticka. “kuharap diantara kita
tak ada yang jealous atau iri”, kata Nimmy menjelaskan “yaa..kuharap begitu”,
kata Maura dengan sedikit ketus, karena dia ingin menyindir Febiola yang sedang
duduk terdiam di ruangan itu. Febiola yang merasa terpojokkan segera
meninggalkan ruangan itu, dan masuk kekamaranya disertai tutupan pintu yang
sangat keras. “dasar nenek sihir..!” gumam Maura.
-INTO THE NEW LOVE-
Teriakan para fans memenuhi studio
tempat dilaksanakannya Music Bank, lighstick dan balon berbagai warna seakan
menggantung di udara. Di backstage, para artis yang akan mengisi acara sudah
bersiap-siap dan ada yang sesekali masih membenahi make up-nya. “annyeong
eonnie”, sapa Shiella sambil membungkuk pada beberapa member SNSD yang juga
akan mengisi acara, sementara Morgan sedang mengobrol serius dengan Ryeowook
SuJu, mungkin menanyakan beberapa resep makanan Korea. Para member Elegant
Girls ada yang sedang sibuk membenarkan make-up, membuat tweet, atau berlatih
vokal sendiri.
Penampilan pertama diisi oleh Elegant
Girls, para fans mereka segera berteriak histeris terlebih ketika para member
melemparkan beberapa pin yang khusus dibuat untuk Elegant Girls. Penampilan
mereka yang pertama ditutup dengan penghormatan khas korea, yaitu membungkuk 900.
Setelah Elegant Girls menyelesaikan perform pertamanya, giliran Moccachino yang
menampilkan aksinya, ketika ditengah penampilan mereka, tiba-tiba member Super
Junior naik keatas panggung dan ikut bernyanyi bersama. Music Bank kali itu
ditutup dengan lagu ‘Hope’ yang biasa dinyanyikan oleh SMTown saat encore tour
mereka. Namun, tiba-tiba host mengumumkan bahwa akan ada satu penampilan lagi
yang berjudul ‘Special Stage With Duo Leader’.
Lampu panggung tiba-tiba mati, dan
membuat para penonton bertanya-tanya akan hal itu. Tiba-tiba sebuah lampu
menyala dan memfokuskan sorotannya pada seorang lelaki yang memakai tuxedo
sedang memulai nyanyiannya, laki-laki itu sudah tak asing lagi bagi penonton
yang ada, dia adalah Morgan. Satu lampu lagi memfokuskan sorotannya pada
perempuan yang memakai dress warna putih selutut dengan rambutnya yang digerai
indah berjalan menuju Morgan, sudah bisa dipastikan bahwa perempuan itu adalah
leader Elegant Girls, Shiella. Banyak fans yang mengabadikan special stage
mereka itu, pasti sebentar lagi dunia maya akan punya perbincangan heboh lagi,
dan para wartawan sudah bersiap-siap untuk melontarkan pertanyaan pada dua
leader itu. Penampilan mereka diakhiri dengan penghormatan yang dilakukan oleh
Morgan dan Shiella pada para penonton dan juga kalimat penutup “gamshamnida,
saranghaeyo!” dari dua leader itu diiringi tepuk tangan dan teriakan histeris
dari fans.
Di backstage, Shiella tiba-tiba
dihampiri oleh Taeyeon dan Hyoyeon SNSD “chukkae, your perform is amazing!”
kata Taeyeon pada Shiella “Cheonmaneyo eonnie.”, balas Shiella sambil tersenyum
ramah “do you really have a relationship with him?”, tanya Hyoyeon to the point
“aniyo eonnie, we just friend.”, jelas Shiella , sementara Taeyeon dan Hyoyeon
hanya ber oh ria saja mendengar penjelasan dari Shiella. “but...i think you two
are match!”, kata Taeyeon sebelum pamit dan meninggalkan backstage. Shiella
hanya bergumam pada dirinya sendiri “benarkah?”.
-INTO THE NEW LOVE-
Shiella membuka pesan yang baru saja
sampai di I-phone putih kesayangannya ‘Butter Gummy, besok pagi, para member
SuJu dan SNSD mengajak member kita untuk sarapan bersama di dorm SuJu, apa kau
mau?’ , itulah isi pesan yang masuk di ponsel Shiella dan yang mengiriminya
adalah Morgan. Shiella segera keluar dari kamar dan memberitahu semua member
“heyy...dengarkan aku!, besok pagi para member SuJu dan SNSD mengajak member
Elegant Girls dan Moccachino sarapan bersama di dorm Suju, mau?”, teriak
Shiella semangat dan ditanggapi dengan anggukan jempol para member minus
Febiola yang langsung meninggalkan ruang tamu. “Mauryn, besok kita bisa bersama
dengan Siwon oppa, yyeeeyyy!”, girang Maura pada saudara kembarnya, sementara
Mauryn hanya mengangguk-angguk saja karena sedang sibuk dengan game-nya.
“sekarang kalian harus istirahat, biar besok bisa bangun pagi dan gak ada yang
telat”, perintah Shiella pada member lainnya “baiklah Butter Gummy”, jawab
semua member dengan kompak dan berhasil mendapat balasan berupa lemparan bantal
dari Shiella “siapa yang mengajari kalian?”, geram Shiella “tentunya leader
Mocca donk, siapa lagi?!”, jawab Nimmy. “panggil aku Butterfly, bukan Butter
Gummy.”, bantah Shiella dengan muka cemberut yang membuat setiap orang ingin
mencubitnya “haha..biarkan saja, lagipula itukan panggilan spesial dari Morgan
oppa.”, kata Ticka dan diikuti dengan teriakan ‘cieeeee’ dari semua member.
Shiella yang merasa terpojok langsung berlari menuju kamarnya karena ia juga
menyadari bahwa pipinya memerah saat ini.
“sudah puas bercandanya?”, tanya
Febiola dengan ketus, Shiella yang tak ingin beradu mulut dengan Febiola
akhirnya memutuskan untuk menuju kamar mandi untuk membasuh mukanya, namun
langkahnya terhenti saat mendengar perkataan Febiola “hebat sekali leader
Elegant Girls ini, berkali-kali membuat skandal dengan Moccachino ‘Morgan’
saking asyiknya membuat skandal, sampai-sampai lupa dengan perasaan salah satu
member yang pernah menjalin hubungan dengan Morgan.bukannya seorang leader itu
harus mengalah?”, ketus Febiola, Shiella segera membalikkan badannya “Cukup,
aku tak pernah keberatan jika kamu menyukai Morgan dan aku juga tak ada
hubungan apa-apa dengannya jadi jangan pernah berkata seperti itu!”, akhirnya
amarah Shiella meledak juga, suara Shiella yang cukup keras mengundang rasa
penasaran member yang sedang berada diruang tamu untuk menghampiri mereka “ada
apa?”, tanya Nadine “tanya saja pada leader kesayangan kalian ini.”, kata
Febiola, sementara Shiella menunduk menahan laju air matanya yang kini sudah
ada di pelupuk mata. “apa yang kau lakukan pada Shiella?”, bentak Maura pada
Febiola “aku hanya mengingatkan perilakunya sebagai seorang leader, dan jangan
membentakku lagi!”, kata Febiola dengan nada meninggi pada Maura tepat di depan
wajahnya, sementara Mauryn yang berada agak jauh dari saudara kembarnya merasa
tidak terima Maura dibentak oleh Febiola, ia langsung menghampiri Febiola dan
menamparnya seketika itu, membuat para member lain terkejut atas sikap Mauryn
“tamparan itu tak sesakit yang dirasakan oleh Shiella dan Maura!”, kata Mauryn
dengan nada penuh penekanan pada semua kata-kata yang ia ucapkan, Mauryn
langsung mengajak member lain keluar dari kamar itu meninggalkan Febiola yang
masih memegangi pipinya yang memerah bekas tamparan Mauryn, Nadine menggandeng
tangan Shiella yang terasa dingin, ia merasa Shiella tak pernah seperti ini
sebelumnya.
“apa kau baik-baik saja?”, tanya
Nadine pelan pada Shiella “aku baik-baik saja, dont worry.”, jawab Shiella.
“tidur di kamarku saja yaa..”, kata Nimmy dengan wajah innocent miliknya,
Shiella hanya mengangguk. Akhirnya, semua member memutuskan untuk kembali ke
kamar mereka masing-masing.
-INTO THE NEW LOVE-
Pagi hari yang cerah mewarnai negeri
ginseng itu. “banguuunn.....kita punya acara pagi ini!”, teriak Morgan pada
para member Mocca. Morgan langsung keluar dari kamar hotel dan menuju kamar
hotel member Elegant Girls, ia memencet tombol bel yang ada, tak berapa lama
keluarlah member termuda Elegant Girls yang langsung mempersilahkan masuk pada
Morgan. “mana leader kalian?”, tanya Morgan pada para member yang sedang
bersiap-siap untuk acara mereka pagi ini “kenapa sih selalu mencari leader?
Masih banyak sesuatu yang lebih penting.”, kata Febiola yang langsung
melenggang menuju dapur dengan santainya “cihh...dasar nenek sihir.”, kata
Maura. Morgan hanya heran saja, dia berpikir jika sedang ada masalah kecil dan
mungkin sebentar lagi mereka akan akur kembali. Shiella keluar dari kamar
dengan wajah yang sedikit pucat “wajahmu pucat.”, kata Morgan langsung sambil
memegang dahi Shiella “i’m okay.. dont worry.”, kata Shiella. Sementara itu,
terdengar suara pintu yang terbuka, ternyata para member Moccachino yang datang
“oppa, kalau ingin bertamu itu ketuk pintu dulu”, jelas Nimmy “biarkan saja”.
Kata William sambil menghempaskan tubuhnya ke sofa ruang tamu kamar hotel itu,
kini suasana diruang tamu sangatlah ramai, tiba-tiba duo jahil William dan
Chicco bertanya pada Febiola yang daritadi hanya diam tak mengeluarkan sepatah
katapun “hey..Febiola, kudengar kau punya julukan baru yaa...”, kata Chicco
dengan diiringi tawa “pantas saja kau dijuluki nenek sihir, tampangmu saja
terlihat sangat menakutkan!, hahahaha.” Timpal William dan diikuti gelak tawa
dari manusia di ruangan itu. Shiella langsung mengajak para member untuk
berangkat agar masalah itu tak bertambah panjang.
@@@@dorm
Super Junior@@@@
“annyeong hyung....noona.” sapa
Morgan, member Suju langsung mengizinkan para tamunya untuk masuk. Acara
sarapan bersama itu akhirnya dimulai, William, Chicco, Eunhyuk, dan Donghae tak
henti-hentinya membuat gelak tawa para member “scandal again?”, tanya Tiffany
“ne noona.”, jawab Morgan sekenanya “no problem, we also ever get it, its risk
tobe a public figure, right?”, kata Yoona “arraseo eonnie.”, kata Shiella
dengan senyum yang sedikit dipaksakan. Tiba-tiba Febiola yang sejak tadi hanya
bungkam, akhirnya ingin mengutarakan isi hatinya “oppa..eonnie listen to me!”,
kata-kata serius dari Febiola membuat semua member yang ada segera menghentikan
aktifitasnya dan terfokus untuk mendengar kata-kata Febiola selanjutnya “i
will...go out from Elegant Girls”, kata-kata febiola sontak membuat orang-orang
yang mendengarnya kaget, terlebih Shiella, sebagai seorang leader dia merasa
sangat terpukul “why?”, tanya Shiella hati-hati “because of you.”, kata Febiola
tanpa rasa bersalah dan langsung meninggalkan dorm SuJu tanpa permisi. Shiella
segera berdiri dan mohon permisi pada semua member untuk menenangkan dirinya “Shiella...!”,
seru Morgan dan langsung mengikuti arah pergi Shiella. “what’s up?”, tanya
Taeyeon, akhirnya member Elegant Girls menceritakan semua kejadian yang sudah
terjadi “i think....Febiola likes Morgan, right?”, kata Yuri yang menyimpukan
pendapatnya dan disetujui oleh semua orang yang ada “but...Morgan likes Shiella,
i know that.”, kata leader SuJu ditengah-tengah kediaman semua orang,
sebelumnya, memang Morgan bercerita tentang perasaannya ke Shiella pada
Leeteuk, Morgan percaya bahwa Leeteuk tak akan memberitahu hal itu pada
siapapun karena mereka berdua sangatlah akrab.
-INTO THE NEW LOVE-
Shiella akhirnya menangis, ia tak bisa
menahan rasa sedih, kecewa, dan amarahnya lebih lama lagi, Morgan yang
mengetahui itu langsung menghampiri Shiella dan duduk disebelahnya. “itu bukan
salah siapa-siapa, dia sendiri yang memutuskan untuk keluar.”, kata Morgan
pelan pada Shiella “ini semua karena aku, tepatnya karena skandal kita, Febiola
itu menyukaimu.”, jawab Shiella disela-sela isakan tangisnya, Morgan hanya
terdiam dan berusaha mencerna kata-kata yang barusaja dilontarkan oleh Shiella.
Setelah beberapa menit mereka terdiam, akhirnya Shiella beranjak dari tempatnya
ingin meninggalkan Morgan , namun tangan Morgan berhasil menunda langkah kaki
Shiella “Saranghaeyo, Shiella”, kata Morgan tiba-tiba, Shiella yang terkejut
hanya berkata “kau belum waktunya untuk berkata itu..” dan langsung
meninggalkan Morgan. Sementara Morgan yang tahu bahwa Shiella menolak pernyataan
cintanya, hanya menunduk lesu dan perlahan beranjak dari tempat duduknya.
Semua member Elegant Girls dan
Moccachino akhirnya mohon pamit pada member SuJu dan SNSD, tak lupa Morgan
meminta maaf atas kejadian yang mungkin tak seharusnya terjadi. “Morgan..lets
cook kimchi and ramen with me another time?”, tanya Ryeowook sebelum mereka
keluar dari dorm SuJu “ok hyung..” jawab Morgan.
-INTO THE NEW LOVE-
Sore hari pun tiba, saatnya member
Elegant Girls dan Moccachino untuk pulang ke Indonesia. Saat ini, mereka sedang
berjalan di lobby Incheon Airport, banyak sekali fans yang menunggu kedatangan
mereka, tak terkecuali para wartawan yang siap dengan pertanyaan-pertanyaan
mereka, kali ini yang menjawab bukanlah kedua leader grup mereka, namun Ticka
dan Romeo yang turun tangan untuk menjawab berbagai pertanyaan dari wartawan
sekaligus memamerkan kemesraan hubungan mereka.
@@@@Dorm Elegant Girls, Indonesia@@@@
Berbagai situs dan infotainment sedang
ramai memberitakan tentang keluarnya Febiola dari Elegant Girls, kabar itu
masih dianggap rumor yang tak jelas. Sementara itu, pihak management mereka
sudah berbicara pada Febiola dan akan menggelar konferensi pers beberapa jam
lagi untuk membenarkan berita yang sedang di gembar-gemborkan. Para member
Elegant Girls hanya menatap lesu satu sama lain, lalu bersiap-siap untuk
konferensi pers, sementara itu Febiola tiba-tiba datang dan berjalan masuk
menuju kamarnya, tak berapa lama kemudian ia keluar dengan dua koper besar
ditangan kanan dan kirinya “tak bisakah kau menarik lagi kata-katamu?”, Shiella
akhirnya mengeluarkan suara setelah memilih diam semenjak pulang dari Korea
“apa...menarik ucapanku? Mimpi kau ini, selamat yaa..karena sudah berhasil
membuatku keluar dari Elegant Girls dan merebut Morgan oppa dariku.”, kata
Febiola pada Shiella. “dasar nenek sihir, yang merebut itu kamu bukan Shiella”,
sanggah Maura, Febiola yang sangat geram pada Maura menghampiri Maura dan
hendak melayangkan tamparan di pipi Maura namun berhasil dicegah oleh saudara
kembar Maura “jangan pernah berani menyentuh saudaraku, pergi dari hadapan
kami!”, bentak Mauryn keras pada Febiola sambil mendorong Febiola keluar dari
dorm mereka.
“selamat
tinggal Febiola, sekarang kau bukan bagian dari kami, kau sendiri yang membuat
karirmu hancur dengan segala sifat iri dan sombongmu itu.”, kata seseorang pada
Febiola, Febiola membalikkan badannya dan langsung terkejut ketika melihat
Morgan yang berdiri tegap dihadapannya “oppa...aku lakukan ini karena aku
mencintaimu.”, kata Febiola sambil berlari memeluk Morgan, namun Morgan segera
melepas pelukan Febiola dan berkata
“jika kau berani mencintai seseorang, maka kau juga harus berani
kehilangannya.”, “tapi aku tak ingin melihat oppa dengan Shiella”, kata
Febiola, Morgan tersenyum simpul “siapa dulu yang menyia-nyiakan hubungan kita,
sekarang kau tahu kan rasanya?”, Febiola hanya menunduk tak menjawab dan tak
berani menatap Morgan lagi “kalau kau masih mencintaiku, maka relakanlah aku
dengan Shiella.”, Morgan akhirnya pergi meninggalkan Febiola yang masih terpaku ditempatnya.
Setelah
konferensi pers digelar, maka resmilah bahwa Febiola keluar dari Elegant Girls,
ketika ditanya siapakah yang akan menggantikan Febiola, dengan mantap Shiella
menjawab bahwa tak akan ada yang menggantikan Febiola, walau sekarang mereka
hanya berenam, namun mereka masih menganggap Febiola bagian dari Elegant Girls.
-INTO THE NEW LOVE-
@@@@beberapa
hari setelah konferensi pers...@@@@
Shiella,
Nadine, dan Ticka sedang bersiap untuk pengambilan gambar sebuah variety show
horror, sejak tadi Shiella hanya memandang kosong kertas script yang ada.
Tempat pengambilan gambar, bertempat di sebuah camp militer, Shiella hanya bisa
menahan air matanya agar tak jatuh ketika syuting berlangsung. “Shiella,
sekarang waktunya pengambilan gambar”, kata Ticka dengan semangat, Shiella
akhirnya beranjak dan mengikuti langkah Ticka.
Pengambilan
gambar bertempat di taman camp militer itu, ketika syuting sedang berlangsung,
Shiella merasa dunia di sekitarnya berputar dan membawanya pada suasana yang
lain namun masih di tempat yang sama, Shiella melihat seorang tentara lengkap
dengan pakaian khasnya berjalan menuju padanya, Shiella langsung membuka
matanya lebar-lebar “oppa....”, kata Shiella lirih pada sosok yang sekarang
telah berdiri dihadapannya “gwenchanayo Shiella, jangan seperti ini terus, aku
tak bisa tenang disana jika kau menyiksa dirimu dengan cara mengingatku terus
menerus.”, kata lelaki dihadapan Shiella “oppa....bawa aku bersamamu..”, kata
Shiella dengan isak tangisnya “belum saatnya, carilah kebahagiaanmu dulu sampai
nanti saatnya tuhan memanggilmu, kau tahu...sekarang kau telah menemukan
seseorang yang sangat cocok untukmu, orang itu mirip denganku..”, “tak ada yang
bisa menyamai oppa..”, sangkal Shiella “berbahagialah dengan orang itu, dan
ingatlah aku selalu..”, sosok yang Shiella rindukan itu perlahan menguap
menjadi bayangan dan akhirnya menghilang “oppaaa...kajjimaa..!” teriak Shiella
tiba-tiba, membuat para kru di sekitarnya panik dan terkejut. Selesai mengucap
kata itu, Shiella langsung terjatuh pingsan. Syuting akhirnya dihentikan dan
Shiella segera dilarikan ke Rumah Sakit.
Berita
tentang pingsannya Shiella tanpa sebab, langsung menyeruak luas di berbagai
kalangan, bahkan lewat akun pribadinya, member SNSD dan SuJu mengirim ucapan
keprihatinannya pada Shiella. Jika seluruh dunia tahu berita itu, apalagi
Morgan, ia adalah orang pertama yang langsung cemas tingkat dewa ketika
mendengar berita itu. Morgan segera menghubungi member Elegant Girls dan menuju
Rumah Sakit yang dikatakan oleh Nadine. Ketika ia tiba diruang rawat Shiella,
ia mendapati Shiella masih belum sadar. Sebuah kotak musik yang tergeletak di
meja samping tempat tidur Shiella menarik perhatian Morgan, dia membuka kotak
musik itu dan bergumam “sepertinya aku memang tak bisa menggantikan orang itu
dihatimu, tapi aku akan tetap menunggumu sampai kau benar-benar menyadari bahwa
aku akan terus berdiri tegap untuk menunggu kata ‘ya’ darimu”, Morgan
meninggalkan ruang rawat Shiella dan memutuskan untuk segera pulang ke dorm dan
tidur, kejadian-kejadian yang menimpanya sangat menyita waktu dan pikirannya.
Shiella
akhirnya sadar dari pingsan panjangnya, dilihatnya para member yang sedang
mengelilingi tempat tidurnya. Shiella berusaha mendudukan dirinya dengan
dibantu Maura dan Mauryn. “maukah kalian mendengar ceritaku?”, kata Shiella
yang dijawab oleh anggukan kepala para member Elegant Girls “sebelum aku
menjadi personil Elegant Girls, aku tinggal di Korea dan punya seorang pacar
bernama Lee Kyu Nam, dia orang yang sangat baik namun sedikit pemalu, setelah
beberapa bulan berpacaran dengannya, ia menjalani wajib militernya, aku sudah
menduga hal buruk akan terjadi tapi aku bisa apa, semua sudah terlanjur. Sampai
pada suatu hari, perang antara Korea Selatan dan Korea Utara meletus, semua
tentara militer ikut andil dalam perang itu, termasuk oppa. Setelah perang agak
mereda, aku mendengar kabar, bahwa tentara dari kesatuan tempat oppa menjalani
wajib militer banyak yang tewas dalam peperangan membela Korea Selatan, tentara
militer yang dinyatakan tewas itu...... nama Lee Kyu Nam, termasuk daftar
tentara militer yang tewas di medan perang. Untuk mengobati rasa sedihku,
orangtuaku mengajakku kembali tinggal di Indonesia, sampai aku bertemu kalian”,
cerita Shiella pada member Elegant Girls, sekarang mereka mengerti alasan
Shiella takut dan membenci segala hal yang bersangkutan dengan militer. “aku
sempat melihat oppa dan berbicara dengannya saat syuting kemarin”, jelas
Shiella “ta...tapi bagaimana kau bisa bertemu dengan orang yang sudah
meninggal?”, heran Mauryn “kau lupa kalau Shiella punya indra keenam?”, jelas
Maura.
@@@@1
week later@@@@
Member
Elegant Girls menjadi bintang tamu di acara talk show, host menanyai tentang
kebenaran bahwa Shiella memiliki indra keenam dan yang paling membuat cemas
adalah ketika host bertanya mengapa Shiella sampai berteriak histeris waktu
syuting variet show horror itu, para member Elegant Girls merasa cemas, mereka
tak ingin melihat leader mereka teringat lagi akan masa lalunya. Namun, diluar dugaan, Shiella menjelaskan sebab
kejadian itu dengan tenang dan santai. “oppa menginginkan aku bahagia dengan
seseorang, seseorang yang menurutku mirip dengan oppa, seseorang yang selalu
ada disampingku walau aku telah mengecewakannya, orang itu sempat menyatakan
perasaannya padaku ketika kami dindang untuk sarapan dengan member SuJu dan
SNSD......”, Sheilla turun dari panggung dan berjalan kearah penonton, ia
berhenti di depan kursi paling depan yang diduduki oleh seseorang yang sangat
ia kenal, banyak orang yang tak menyadari kehadiran orang itu di dalam studio,
sehingga sekarang para penonton yang kebanyakan fans dari mereka berdua
langsung berteriak histeris “Na do saranghaeyo, oppa..”, kata Shiella diiringi
dengan senyum di bibirnya, fans langsung berteriak lebih kencang lagi mendengar
perkataan yang diucapkan Shiella, terlebih karena Shiella mengucapkannya pada
Morgan. Host dan para member Elegant Girls langsung mendekat ketempat Shiella
dan Morgan, seakan tak percaya dengan apa yang telah terjadi di studio itu.
Dengan perasaan senang yang meluap-luap, Morgan tanpa canggung langsung memeluk
Shiella erat-erat.
-INTO THE NEW LOVE-
@@@@3
month later, Seoul@@@@
“fighting oppa....”, kata Shiella pada
Morgan yang akan melakukan latihan privat taekwondo bersama Siwon SuJu, mereka
sekarang berada di tempat latihan pribadi Siwon. “aku akan mendapatkan sabuk
hitam itu untukmu...”, kata Morgan pada Shiella “sudah...jangan banyak menggombal,
kalau kau dapat sabuk hitam, aku tetap tak berjanji untuk tidak berhenti
memanggilmu ‘black shadow’.”, kata Shiella dengan nada yang dibuat-dibuat
“dasarr...!, nanti kalau aku dapat sabuk hitam, kau harus berjanji untuk
berlatih rolling denganku”, kata Morgan sambil mengulurkan jari kelingkingnya,
Shiella dengan hati-hati mengaitkan kelingkingnya pada jari kelingking Morgan,
tanda ia menyetujui tawaran kekasihnya itu, Morgan mengacak-acak poni Shiella
pelan dan langsung memeluknya, “saranghae yeongwonhi”, kata Morgan dengan
senyum menatap Shiella tepat di manik matanya, sementara Shiella hanya diam dan
akhirnya berkata “kau memang mirrip dengan Lee Kyu Nam, oppa...”, Shiella
semakin mengeratkan pelukannya pada Morgan.
-end of ‘INTO THE NEW
LOVE’-
Cerpen karya : Delia Paramita
Facebook : dhellia.paramitha
TTL :Blitar, 8 juli 1999
Sekolah : SMPN 1 Srengat
Kelas : 8 H